Oleh: dhony sucahyo | 5 Januari 2020

Natal 2019

Oleh: dhony sucahyo | 25 November 2019

Kakung, uti, emeh

Oleh: dhony sucahyo | 11 November 2019

Bakti Sosial bantu air bersih.

Oleh: dhony sucahyo | 11 November 2019

Pantai

Oleh: dhony sucahyo | 11 November 2019

Madiun

Oleh: dhony sucahyo | 2 November 2019

Renungan Pagi_Oktober 2019

[1/10 00.43] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus.”
Kolose 3 : 17

Dalam kalimat yang lebih sederhana, ayat di atas bunyinya menjadi : Apapun yang kamu lakukan, hendaklah semuanya itu memuliakan nama Tuhan Yesus.

Itu berarti, melalui segala cara kita bisa menjadikan nama Tuhan Yesus dimuliakan. Dan juga sebaliknya, melalui segala cara kita bisa menjadikan nama Tuhan Yesus dihinakan.

Padahal, yang biasa terjadi dalam hidup sehari hari adalah :
Kita sering menilai sesuatu itu sebagai hal yang penting, bernilai dan mulia manakala sesuatu itu menyangkut nilai uang yang besar, menyangkut keahlian yang tinggi, dan menyangkut pujian dari banyak orang.

Sehingga pekerjaan yang sederhana, tidak menyangkut nilai uang yang besar, dan tidak menuntut keahlian yang khusus. Hal seperti ini biasanya dianggap sepele, remeh temeh dan tidak ada nilainya samasekali.

Tapi untunglah Tuhan tidak me nggunakan cara pandang seperti itu dalam melihat kita.

Karena hidup kita lebih banyak berisi hal yang sepele dan remeh temeh.
Betapa tidak. Kita bukan orang penting. Bukan orang yang punya keahlian langka. Bukan orang yang berlimpah harta.

Namun, walau di mata manusia kita bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Kita tetap berharga di mata Tuhan asalkan hidup kita memuliakan nama
Tuhan Yesus.

Amin.

[2/10 00.04] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Aku tahu segala pekerjaanmu : engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati !”
Wahyu 3 : 1

John Wooden adalah seorang pelatih basket yang legendaris. Suatu kali ia pernah mengatakan bahwa karakter seseorang itu jauh lebih penting dibanding reputasinya.

Ia sering menyampaikan kepada para pebasket asuhannya :
Reputasi Anda adalah anggapan orang lain tentang diri Anda. Sedangkan karakter adalah jatidiri Anda yang sebenarnya, yang hanya diri Anda sendirilah yang mengetahuinya.

Dalam kitab Wahyu bisa kita baca pernyataan Tuhan Yesus yang sudah bangkit kepada jemaat di Sardis :
engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati.

Seperti gambaran kondisi jemaat Sardis tsb. seperti itulah senantiasa keadaan kita.

Karena tata krama pergaulan, karena sopan santun maka kita selalu menjaga perilaku kita di hadapan banyak orang. Akibatnya orang banyak melihat perilaku kita baik. Itulah reputasi kita.

Tapi ketika kita sendirian, samasekali tak ada orang lain di sekitar kita, muncullah diri kita yang sebenarnya. Apakah itu perkataan yang kasar, ataukah itu perilaku yang brutal. Itulah karakter kita yang sebenarnya.

Pertanyaan pentingnya adalah, karena karakter itu bisa tersembunyi, sehingga hanya diri sendiri yang tahu itu dan tentu Tuhan. Bisakah itu diubah ?

Jawabnya adalah : bisa.
Caranya : Sadari dan akui karakter yang buruk tadi. Lalu bersandarlah pada pertolongan Tuhan untuk bisa mengubahnya.
Agar kemudian reputasi kita sesuai dengan karakter kita yang sebenarnya.

Amin.

[3/10 00.12] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“…..yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.”
2 Korintus 4:18

Seperti apa rasanya menjalani kehidupan di dunia ini sebagai orang tunanetra.

Tidak bisa melihat indahnya alam ciptaan Tuhan. Tidak bisa melihat seperti apa itu yang namanya warna merah-kuning-hijau-biru, dsb.

Apalagi semua itu terjadi semenjak usia bayi. Jadi praktis dari lahir sampai akhir hayat tidak pernah bisa melihat apapun.

Itulah yang terjadi pada seorang anak manusia yang bernama Fanny Crosby.

Dengan kondisi seperti itu, secara manusiawi kita akan mengatakan, ya… pantas kalau menggerutu, menyesali hidup, bahkan protes kepada Tuhan.

Tapi hal demikian tak pernah terjadi pada Fanny Crosby.
Ketika seorang Pendeta bertanya tentang keadaannya itu, Fanny justru mengatakan : andaikan saya diberi kesempatan hidup dua kali saya tak akan pernah mrnyesali hidup saya yang sekarang ini. Dan dalam hidup saya yang kedua saya tetap akan jalani dengan sukacita sekalipun saya harus mengalamibbuta seperti ini lagi.

Maka, Tuhan pun memberi umur panjang kepadanya, tak kurang dari 95 tahun. Dan yang lebih penting lagi dari masa hidupnya yang panjang itu, dari tangannya telah lahir lebih dari 9000 lagu rohani yang menjadi berkat bagi banyak orang, termasuk kita.

Untuk menyebut beberapa di antaranya :
NKB. 3, 22, 124, 178, 184
[4/10 00.36] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.”
Kolose 3 : 2

Kenapa pikiran mesti di arahkan ke atas ? Supaya kita bisa melihat segala sesuatu dengan wawasan yang lebih benar.

Ibaratnya kalau kita berada di dalam sebuah ruangan, pandangan kita dibatasi oleh dinding-dinding yang ada. Kita tidak bisa melihat apa yang ada di balik dinding walau letaknya hanya setengah meter dari kita.

Barulah kalau kita menggunakan drone wawasan atau cara pandang kita menjadi lebih luas. Begitulah maknanya mengangkat pikiran kita ke atas.

Nah, dengan cara pandang dari atas kita akan menemukan banyak hal lucu atau aneh dalam hidup kita. Coba perhatikan,

Kalau kita membawa selembar uang Rp 20.000 untuk dipersembahkan di kebaktian. Nampaknya nilainya sudah cukup besar.
Coba nilai yang sama kita bawa ke sebuah mall betapa kecilnya nilainya. Lucu, kan.

Betapa terasa lama mengikuti sebuah kebaktian sampai 2 jam. Tapi betapa cepatnya 2 jam berlalu ketika kita pakai untuk nonton film kesukaan. Lucu kan.

Mengabarkan Injil ? Betapa sulitnya itu.
Kalau mengabarkan gosip, itu sih tidak usah disuruh. Lucu kan.

Waktu selama 30 menit rasanya terlalu lama untuk berdoa. Tapi 30 menit untuk nonton acara tv kesayangan, betapa cepatnya berlalu. Lucu kan.

Semua tadi memang lucu. Tapi bukan cuma untuk ditertawakan, namun untuk dikoreksi. Itu kalau kita melihatnya dengan pikiran dari atas.

Amin.

[5/10 00.07] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Kasih itu sabar, kasih iru murah hati;”
1 Korintus 13 : 4

Inilah kisah yang mengajarkan betapa perlunya kita memiliki buah roh : kasih dalam hidup ini.

Seorang ibu duduk di ruang tunggu sebuah bandara. Rupanya ia akan menjalani terbang malam ke kota tujuannya.

Penerbangan masih beberapa jam lagi, rupanya ia salah melihat jam keberangkatan. Sehingga ia datang ke bandara terlalu dini.

Untuk mengisi waktu ia membeli sebuah majalah dan sekantung snack.

Segera saja ia mencari sebuah tempat duduk dan mulai tenggelam dalam majalahnya. Setelah sesaat waktu berjalan ia ingat akan snacknya. Sambil terus membaca tangannya yang satu setiap kali mengambil snack yang tergeletak di sebelah kanannya.

Terus terang sambil membaca dan sambil sesekali mengambil snack, ia melihat sambil melirik, di bangku kosong sebelah kanannya duduk seorang laki-laki yang melakukan hal sama dengan yang ia lakukan.

Bedanya, laki-laki itu membaca koran dan tangan kirinya yang setiap kali mencomot snack yang tergeletak di sebelah kiri tubuhnya.

Si ibu tadi, merasa heran. Laki laki di sebelahnya pasti laki laki yang suka iseng.
Setiap kali ia ambil sekeping snacknya, laki laki itu juga melakukan hal yang sama.

Hingga lama kelamaan snack itu habis. Si ibu cuma memikirkan satu hal. Di mana saja selalu ada orang yang suka iseng bahkan kurang ajar. Contohnya orang yang sudah ikut menghabiskan snacknya tadi.

Pikir si ibu, dasar laki laki sukanya iseng. Tapi kalau tadi dia bertindak lebih jauh pasti akan ku lawan, gumamnya.

Singkat cerita. Penerbangan sudah berakhir. Saat itulah si ibu membongkar isi tasnya. Ketika itulah ia terkejut setengah mati. Ternyata snack miliknya masih ada di dalam tas dalam bungkus tertutup rapat. Berarti yang ia makan di bandara justru milik laki laki yang duduk di sebelahnya itu.

Pelajaran dari kisah ini. Kalau kita tidak memiliki kesabaran dan kemurah hatian sebagai unsur dari kasih, kita akan mudah menganggap semua orang lain itu jelek, salah, tidak tahu aturan dsb. Padahal, ternyata kita sendiri tidak lebih baik dari mereka.
Maka milikilah kasih.

Amin.

[7/10 00.02] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.”
Amsal 14 : 29

Berdasar ayat kutipan di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa firman Tuhan tidak pernah melarang orang untuk marah. Yang ada adalah, boleh marah tapi jangan sampai berbuat dosa. Boleh marah tapi jangan sampai keterusan, maksudnya awalnya berasal dari satu topik ternyata melebar ke mana-mana, dengan begitu durasinyapun terus mengembang. Tidak cuma melampaui matahari terbenam. Bisa-bisa berhari hari karena topiknya berjilid jilid.

Jadi, sekali lagi Tuhan tidak melarang manusia untuk marah, asalkan terkendali, proporsional, tidak berlebihan.

Dengan begitu kita merasakan perlunya orang bisa mengelola emosinya, termasuk mengelola amarahnya.

Maka, perlu kita memperhatikan tips berikut ini.

Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa penyebab atau penyulut kemarahan itu ada 3.

1. Frustrasi.
Kenyataan yang berbeda dengan yang diharapkan.

2. Pengaruh lingkungan.
Bila orang-orang di sekitar kita berkarakter tempramental kita akan terbawa untuk menjadi sama. Apalagi kita sendiri juga punya kecenderungan sama.

3.Tidak memiliki stimulus screeners. Dengan memiliki stimulus screeners, kita akan terbiasa merespon segala hal dengan rasional. Tidak setiap hal harus ditanggapi serius. Bahkan kalau perlu abaikan saja, sekalipun meyangkut diri kita, tapi pelakunya orang iseng.

Kalau penyebab marah adalah frustrasi, berpikirlah rasional, bahwa bagi setiap orang sama, tidak selalu yang diharapkan pasti jadi kenyataan.

Kalau penyebab amarah karena pengaruh orang sekitar. Ya imbangilah untuk berinteraksi dengan yang karakternya tidak seperti itu.

Kalau penyebabnya adalah kita tidak memiliki stimulus screeners. Mulailah menyadari itu lalu belajarlah menguasai keadaan bukan membiarkan diri terus dipermainkan keadaan.

Amin.

[8/10 00.59] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Aku hendak memuji Tuhan pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.”
Mazmur 34: 2

Jangan menunggu untuk dikasihi terlebih dahulu…………………
kalau ingin mengasihi.

Jangan menunggu sampai kesepian……………….
untuk menyadari pentingnya seorang teman.

Jangan menunggu sampai memiliki banyak hal……………
untuk bisa berbagi dengan sesama.

Jangan menunggu sampai jatuh terperosok……………
untuk bisa menghargai sebuah nasihat.

Jangan menunggu sampai punya waktu luang………………………
untuk bisa melayani.

Jangan menunggu sampai datang teguran dari-Nya…….
untuk bisa punya waktu buat Tuhan.

Jangan menunggu……….
sebab kita tidak tahu masih punya berapa waktu.

Amin.

[9/10 00.52] Drs Handoyo: Renungan Pagi.
“Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, ……ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup,……”
2 Korintus 3 : 3
Ada orang-orang Kristen yang dikaruniai Tuhan kemampuan di bidang tulis menulis.

Ambil contoh, Clive Staples Lewis. Semula ia adalah seorang atheis.
Jalan hidupnya berubah total setelah ia percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamatnya.

Ternyata ia juga seorang penulis yang produktif. Dari tangannya lahir buku-buku fiksi maupun nonfiksi.

Di antara karya tulisnya tadi ada yang dipakai oleh Tuhan untuk membawa orang kepada pengenalan akan Kristus dan kemudian kepada pertobatan.
Setidaknya ada 2 orang pembaca karya pena C.S. Lewis yang kemudian bertobat dan menerima Tuhan Yesus. Seorang politikus dan zeorang lagi ilmuwan peraih hadiah Nobel.

Ada orang orang yang jalan hidupnya serupa Lewis. Karya penanya membawa pembacanya untuk menerima dan percaya kepada Tuhan Yesus.

Namun tentu tidak setiap orang bertalenta seperti itu.

Yang terjadi pada setiap orang adalah, setelah percaya dan menerima Tuhan Yesus, maka kehidupannya hari demi hari ibarat lembar lembar kertas yang berisi tulisan yang ditujukan kepada dunia. Isinya tentang Kristus dan karya -Nya.

Dan itulah kehidupan kita. Ibarat surat Kristus kepada dunia ini. Biarkan dunia membacanya dan biarkan dunia berjumpa dengan Kristus sendiri, jangan sampai kita menghalanginya.

Amin.

[10/10 00.38] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene, pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun.
Lukas 3:1-2

Perhatikan baik-baik firman Tuhan di atas.
Tak kurang dari 7 ( tujuh) orang besar namanya disebut.

Mereka adalah :
Tiberius (kaisar)
Pontius Pilatus (wali negeri)
Herodes, Filipus, Lisanias (raja wilayah)
Hanas, Kayafas (Imam Besar)

Mereka adalah 5 pemimpin politik. Dan 2 pemimpin agama.
Nama mereka disebut bukan karena nama nama itu punya peran penting yang menghasilkan perubahan dalam kehidupan umat manusia. Tapi disebut semata untuk mengkonfirmasi saat tampilnya Yohanes.

Ketujuh nama itu tampil di istananya masing-masing. Sedang satu nama yang saat tampilnya dikonfirmasi oleh 7 nama tadi tampilnya di padang gurun. Jauh dari gemerlap kekuasaan. Jauh dari kemegahan istana.

Tapi justru di padang gurun itulah pusatnya. Karena dikatakan : datanglah firman Allah kepada Yohanes,…….di padang gurun.

Pelajarannya buat kita, di dunia ini tak ada apapun yang terlalu besar sehingga Allah tak mampu memakainya.
Juga tak ada apapun yang terlalu kecil sehingga Allah tak suka memakainya.

Kita bukan bagian dari ketujuh nama itu. Juga bukan pribadi satu nama itu. Tapi kita adalah diri kita sendiri.
Dan Allah pun rindu untuk memakai diri kita masing masing menjadi alat pekerjaan-Nya.

Amin.

[11/10 00.10] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.”
Amsal 18 : 21

Sudah semenjak zaman purba orang tahu bahwa kata-kaya yang keluar dari mulut manusia, punya kekuatan untuk mempengaruhi sesamanya.

Mark Twain pernah mengatakan, jika suatu ketika ia mendengar pujian yang baik yang diucapkan/dituliskan seseorang bagi karya-karyanya, pujian seperti ini mampu memberikan motivasi bagi dirinya. Sampai sebulan pun rasanya belum hilang pengaruhnya.

Lain lagi kisah dari Larry Crabb. Ketika usianya masih sangat muda, ia menderita gagap yang parah. Ini menjadikannya sangat malu dan rendah diri.

Suatu ketika dalam sebuah acara sekolah ia diminta membawakan doa pembukaan.

Walaupun sudah berusaha menjadikan dirinya tenang, tak urung isi doanya kacau dan banyak menggunakan istilah yang salah.

Saking malunya, begitu Larry selesai berdoa, ia segera menyelinap ke belakang panggung dan mau bersembunyi, supaya tidak seorangpun menemuinya.

Tapi ketika ia mau kabur menyelinap,
Di lorong sekolah ia bertemu dengan seorang bapak.
Dan bapak itu berkata : Ketahuilah nak, apapun yang kamu lakukan untuk Tuhan, lakukan dengan sepenuh hati. Tak usah takut salah. Semua orang mengalami hal yang sama. Aku akan terus mendukung kamu.

Saat itu juga, rasa malu dan rendah dirinya dikalahkan oleh semangat yang lahir dari pujian.

Dan belasan tahun kemudian, Larry menjadi pembicara yang sering tampil.
di depan massa.
Anehnya, gagapnya sudah lenyap tak berbekas.

Memang teguran yang asal saja disampaikan, bisa mematahkan semangat orang.
Tapi, pujian yang disampaikan dalam dosis yang tepat akan menjadi kekuatan dan motivasi.

Amin.

[12/10 01.55] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.”
Yakobus 2 : 1

Sebuah survei diadakan oleh majalah NEWSWEEK. Hasilnya sbb :
57 prosen perusahaan menerima karyawan berdasar pada penampilannya dan bukan kemampuannya.

84 prosen karyawan berpendapat, dalam penerimaan karyawan, usia lebih muda yang lebih diprioritaskan.

64 prosen karyawan berpendapat : menerima karyawan berdasar penampilsnnya adalah hal yang dibolehkan.

Firman Tuhan intinya mau mengingatkan kita semua agar tidak melakukan tindakan “memandang muka” dalam menjalani hidup bermasyarakat maupun bergereja.

Harus kita akui, unumnya kita berlaku demikian. Maka marilah kita memandang kepada Tuhan Yesus Kristus. Dan kita menjalani hidup di dunia ini dengan tidak memandang muka seperti yang Dia ajarkan dan lakukan .

Kiranya Tuhan menolong kita.

Amin.

[14/10 00.33] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri daripada kesukaran.”
Amsal 21:23

Mantan orang no. 1 di Amerika Serikat yang namanya Harry Truman, ketika ia menjalani masa pemerintahannya, ia menetapkan aturan bagi dirinya sendiri.
Sebagai kepala pemerintahan negara seperti Amerika Serikat, tentu is banyak menulis dan mengirimkan surat setiap harinya.
Maka, khusus untuk hal surat menyurat ini ia tetapkan aturan bagi dirinya sendiri :
Setiap surat yang dibuat dengan perasaan marah, tidak boleh dikirim segera seketika itu juga. Surat tsb. harus disimpan di laci terlebih dulu paling tidak selama 24 jam.

Setelah surat tsb. diendapkan selama 24 jam barulah dibaca lagi untuk ditetapkan eksekusinya. Ketika ia membaca lagi, ternyata masih tetap bangkit lagi amarahnya, surat tsb. segera dikirim. Tapi jika membaca lagi ternyata amarahnya sudah tidak muncul, maka surat itu kembali disimpan dalam laci.

Ketika Truman sudah meninggal, di laci meja tulisnya diketemukan berpuluh puluh lembar surat yang tidak pernah dikirimkan.

Andaikata Truman masih hidup saat ini, ia akan memperluas berlakunya aturan pribadinya itu. Maksudnya bukan cuma surat konvensional yang memakai kertas saja. Tapi tentu akan masuk pula surat nir kertas : e-mail, bahkan postingan WA, Instagram, facebook, twitter dsb.

Dewasa ini betapa bisingnya dunia maya akibat simpang siurnya komunikasi yang terjadi disana.

Maka yang lebih terdengar justru noise bukan voice

Tidak sedikit orang sampai harus berurusan dengan hukum. Bahkan sampai merasakan dinginnya lantai sel penjara, akibat kurang bijaksana dalam berkomunikasi di era milenial ini.

Kuasa Kristus yang mampu mengubahkan hidup manusia, mampu juga menjangkau ke dunia maya. Menghadirkan pribadi yang di dunia maya ataupun di dunia nyata perilakunya senantiasa memuliakan Tuhan.

Amin.

[15/10 00.34] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Segals perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan krpadaku.”
Filipi 4 : 13

Seorang ahli bedah syaraf terkenal dari Korea, suatu ketika pernah mengatakan :
Pusat kemampuan bicara seseorang itu ada di otaknya. Dan dari situ berasal kendali atas seluruh jaringan syaraf dalam tubuh.

Oleh karena itu, jika kita selalu berkata bahwa tubuh kita makin lama makin melemah, akibatnya semua jaringan urat syaraf akan menerima pesan itu. Lalu kita akan kembali merespon berita tadi dengan meng iya kannya : marilah kita akan mempersiapkan diri kita untuk menjadi makin lemah.

Perintah dari pusat syaraf, disebar ke seluruh jaringan. Direspon dengan meng iya kan dan diteruskan ke seluruh tubuh lagi. Jadilah makin lemah dan makin lemah.

Pelajaran buat kita, Perilaku jelek seorang Kristen akan dengan cepat menyebar ke seluruh jaringan dalam msyarakat.
Demikian pula dengan perilaku baik.
Tapi kita tahu betapa sulitnya berperilaku baik dan menjaganya tetap baik.
Rasul Paulus memberitahukan caranya : dengan bersandar dan mengandalkan kekuatan dari Tuhan saja. Bukan yang lain.

Amin.

[16/10 00.35] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“……setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya……”
Galatia. 4 : 4

Ada sebuah pepatah kuno, bunyinya : Waktu yang tepat menentukan segalanya.
Pernyataan Paulus tentang kehadiran Juruselamat dunia, menggunakan kata yang serupa maknanya. Artinya, setelah Allah menyampaikan janji-Nya berabad sebelumnya.
Waktu berlalu sampai suatu saat, dalam pertimbangan Allah, segala sesuatunya telah sesuai rencana-Nya. Barulah Allah menjalankan rencana-Nya. Inilah yang oleh Paulus diistilahkan : setelah genap waktunya.

Baik kita coba cermati kondisi seperti apa yang disebut genap waktunya itu.

Berabad sebelum tiba saat yang disebut genap waktunya itu, Alexander Agung berhasil menguasai sebagian besar wilayah yang penduduknya sudah berperadaban maju. Dan di wilayah kekuasaan Alexander itu tersebar budaya dan bahasa Yunani. Setelah kematian Alexander kekaisaran Romawi meneruskan hegemoninya. Pada kurun waktu inilah Yesus Kristus hidup, menderita disalib, mati, bangkit, dst. dst. Dan kemudian Injil tersebar sampai lintas tiga benua. Hal ini dimungkinkan karena infrastruktur sudah dibangun dan digunakannya satu bahasa komunikasi di kawasan yang meliputi tiga benua itu.

Jadi, Allah sudah mempertimbangkan dan mempersiapkan segala sesuatunya, baru Ia jalankan rencananya.

Maka kalau sekarang ini, kita sedang menunggu sesuatu dari Allah, apakah itu jawaban doa, pertolonganNya, atau apapun yang sudah kita tunggu cukup lama, ketahuilah, Ia tidak lupa tapi Ia sedang menunggu waktu yang tepat.

Amin.

[17/10 01.23] Drs Handoyo: Pengantar :
Orang disebut kreatif karena bisa mengubah sesuatu yang sebetulnya biasa saja menjadi unik dan menarik. Termasuk sebuah renungan. Berikut ini contohnya.

Renungan Pagi

“Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak sorak dan bersukacita karenanya !”
Mazmur 118: 24

Apa istimewanya hari ini bagi Saudara, hari Kamis, 17 Oktober 2019 ?

Kemungkinan bagi satu dua orang di antara kita ini hari yang istimewa karena suatu sebab. Tapi kemungkinan yang lebih besar lagi, hari ini benar benar biasa saja tak ada istimewanya samasekali.

Sebenarnya tidak juga. Anda mau tahu istimewanya ?

Hari ini Allah menyediakan dgn cukup kebutuhan Anda.
(Padahal tadi bangun tidur Anda belum memohon : Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya. Mat 6:11)

Hari ini Allah ingin berbicara kepada Anda melalui firman-Nya.
(Ikutilah kebiasaan jemaat Berea yang setiap hari menyelidiki Kitab Suci. Kis 17: 11)

Hari ini Allah ingin memperbarui batin Anda.
(Karena manusia batiniah kita perlu dibarui dari sehari ke sehari. 2 Kor 4:16).

Ada tiga kerinduan Allah bagi hidup Anda hari ini. Masihkah kita sebut hari ini biasa saja ?

Amin.

[18/10 02.39] dhony: [18/10 01.54] Drs Handoyo

Renungan Pagi
“Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nya lah keselamatanku.”
Mazmur 62 : 2

Ciri sebuah iklan adalah selalu menonjolkan secara berlebihan kebaikan, kehebatan dari produk yang diiklankan. Seolah itu sebuah barang yang sempurna, tanpa kekurangan, tanpa cela. Anehnya nanti produk serupa dari produsen lain tak kalah gencar dan membual menonjolkan kebaikan produknya sembari menyindir produk rivalnya.

Itulah dunia sekarang ini. Dunia nyata maupun dunia maya. Iklan merajai di jagad keduanya.
Maka tak ada pesan lain buat segenap pengikut Kristus kecuali :

Gunakan nalar dan akak sehat. Jangan membiarkan diri dikuasai dan dibodohi iklan. Jangan sampai kita terbujuk oleh jerat tipuannya.

Tapi herannya ada gereja yang dengan bangganya menggunakan teknik iklan untuk menghimpun jemaat sebanyak banyaknya.

Hanya Tuhan yang bisa diandalkan. Jangan pernah membabi buta percaya pada yang lain.

Amin.

[19/10 01.30] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“…supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian ysng benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna.”
Kolose 1:9

Kita hidup di dalam negara yang sistem pemerintahannya demokrasi. Kekuasaan di tangan rakyat.
Tapi untuk menghadirkan keamanan, kedamaian, ketertiban, harus ada yang dipilih dan ditugasi oleh rakyat untuk melaksanakan semua itu. Itulah maka diadakan pemilu.

Pemilu sudah dilaksanakan, Presiden sudah terpilih. Besok akan dilantik. Rakyat sudah menggunakan hak politiknya. Berarti urusan rakyat sudah selesai ? Belum.

Setelah rakyat menentukan pilihannya. Setelah sang terpilih itu dilantik, apalagi tugas rakyat ?

Tugas rakyat adalah mendukung pemimpin yang sudah dipilihnya. Termasuk mendukung dalam doa. Sebab memang bukan perkara mudah memimpin dan melayani 265 juta jiwa itu.
Maka setelah sang terpilih dilantik besok, mari kita senantiasa mendukungnya dalam doa, agar hikmat Tuhan senantiasa menaunginya.

Amin.

[21/10 00.03] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Nantikanlah Tuhan !
Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu !
Ya, nantikanlah Tuhan !”

Orang sering mengatakan bahwa bumi sekarang berputar lebih cepat.
Waktu berlalu seperti terburu-buru. Baru kemarin hari Minggu, tak terasa tahu-tahu sudah datang hari Minggu lagi.

Jadi, benarkah bumi berputar lebih cepat ?
Sebenarnya tidak.
Yang menjadi sebab waktu sepertinyañ berlalu lebih cepat sesungguhnya adalah kesan yang dirasa dan dialami manusia sendiri.

Kemajuan teknologi menghasilkan banyak perubahan dalam gaya hidup manusia.

Budaya serba instan yang semula hanya merambah dunia makanan dan minuman, semakin hari semakin melebar pengaruhnya.

Seolah-olah segala sesuatu itu bisa diupayakan versi instannya.

Rasanya Tuhan tidak pernah menjanjikan hal seperti itu.
Yang ia janjikan sdalah :
Ada hal hal yang memang bisa dibuat kehadirannya lebih cepat, yakni dengan memotong rantai proses, dan berbagai
kendalanya.

Namun ada hal yang tetap prosesnya membutuhkan waktu. Dan itu tidak bisa ditawar.

Tanaman pohon kelapa. Dari saat bibit ditanam sampai kemudian buah nun di atas sana berisi air kelapa, untuk semua itu perlu waktu. Tidak bisa diinstankan.

Maka sikap terbaik dalam hal ini ialah :
Nantikanlah Tuhan dan bersabarlah mengikuti prosesnya. Sebab itulah yg terbaik dalam hidup
manusia .

[22/10 01.05] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa, untuk seterusnya dan selamanya.”
Mazmur 119:44

Suatu hari seorang anak kecil diajak ayahnya berkunjung ke sebuah museum.
Hampir 2 jam anak dan ayah itu mengelilingi berbagai penjuru museum tsb.
Dan selama kurun waktu itu tak pernah kedengaran celoteh dan suara ceria sang anak. Sampai akhirnya si anak bertanya : Yah, sudah bolehkah kita pergi dari sini ? Ayo kita pergi ke tempat lain.Tempat zaman sekarang, bukan tempat yang segala sesuatunya zaman dulu semua.
Lalu berpindahlah ayah dan anak itu ke tempat tempat lain.

Ada pelajaran menarik buat kita.
Si anak menjadi bosan ketika yang ia jumpai semuanya
zaman kuno.
Sesungguhnya banyak orang Kristen saat ini yang berjuang mengalahkan kebosanan setiap kali mereka berhadapan dengan Alkitab Perjanjian Lama.

Perlu cara pandang baru. Setiap kali berhadapan dengan Perjanjian Lama. Jangan sekadar atau asal baca. Untuk tiap bagian yang kita baca, temukan dulu : apa maknanya untuk kita hari ini. Dengan demikian kita tidak dikungkung terus ibarat dalam museum.

Amin.

[23/10 00.26] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku,……”
Yeremia 15 : 15

Barangkali hal ini menjadi pengalaman banyak orang. Yakni dilanda rasa kantuk yang hebat tatkala mendengar firman sedang diberitakan dalam sebuah ibadah.

Maka menarik kalau kita perhatikan pernyataan Yeremia. Karena bisa dipakai untuk mengatasi badai kantuk tsb. Bisa menjadi sebuah tips.

Apa resep Yeremia ? Menjadikan firman-Nya itu ibarat MAKANAN LEZAT. Sehingga kapanpun firman itu datang, kita menerimanya dengan MENIKMATINYA dengan kegirangan dan kesukaan.

Seperti dilakukan seorang bapak. Suatu hari ia bertanya demikian :
Saya kalau dengar firman mesti sambil membuat kalau ndak gambar ya tulisan lucu-lucuan. Jadi sambil mendengarkan, sambil meringkas dan menyimpulkan. Biasanya bentuknya lucu atau jenaka.
Seperti pantun, singkatan, atau gambar, dll.
Nah, yang saya lakukan itu salah spa tidak ?
Saya kira tidak. Karena tujuannya baik. Supaya tidak ngantuk. Dan hasilnya memahami dan menyimpulkan pesan firman.

Ide yang menarik kan.

Amin.

[24/10 02.15] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“…..dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku.” Amsal 8 : 17

Siapakah yang disebut “aku” dalam bacaan kita di atas ? HIKMAT dari Tuhan atau bisa dikatakan pribadi Tuhan sendiri.
Suatu malam seorang pemuda mengendap endap di pinggir sebuah jalan. Di bawah lampu penerangan jalan yang terang benderang pemuda itu seperti mencari sesuatu. Maka orangpun bertanya. Apa yang kamu cari ?
Dompetku yang hilang.
Di mana hilangnya ?
Di rumah.
Kenapa kamu cari di sini ?
Karena di rumah gelap kok. Di sini kan terang.

Sampai kapanpun pemuda itu tidak akan menemukan dompetnya. Bukan karena dompetnya bersembunyi. Tapi karena mencarinya di tempat yang salah.

Demikian juga mencari Tuhan. Bukannya Ia tidak mau ditemui. Tapi kita tidak akan menemukan Dia kalau kita mencarinya di dalam berlimpahnya harta, kesenangan dunia, kemilaunya kekayaan.

Amin.

[25/10 01.27] Drs Handoyo:
Renungan Pagi
“……orang orang yang menanti nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru…..”
Yesaya 40 : 31

Seorang penebang pohon mendapat pekerjaan menebang beberapa puluh batang pohon di hutan.

Hari pertama ia berhasil menebang hampir 20 batang pohon.
Keesokan harinya ia berhasil menebang 15 batang pohon.
Hari ketiga ia mulai bekerja agak lebih pagi sedikit. Ternyata hari itu justru ia hanya berhasil 10 batang pohon.

Tukang tebang itu tak habis pikir, kenapa makin hari makin menurun perolehannya.

Maka ia bertanya kepada tuan pekerjaan. Dan ini jawabnya :

Karena engkau mengandalkan kekuatanmu sendiri.
Tentu saja makin lama makin melemah.
Ikuti nasihat Yesaya :
Andalkan Tuhan.

Wujudnya :
Berlakulah jujur dlm bekerja.
Berikan yang terbaik.
Hargai hak orang lain.
Muliakan Tuhan dengan kerjamu.

Amin.

[26/10 00.07] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.”
Lukas 21 : 19

Dalam dunia olah raga ada pemeo yang bunyinya : Meraih kemenangan itu cukup sulit, tapi lebih sulit lagi mempertahankan kemenangan.

Itu sebabnya yang disebut juara sejati itu adalah dia yang bisa meraih kemenangan dan terus mempertahankannya selama beberapa waktu. Bukan cuma juara sesaat.

Demikian juga sesungguhnya ihwal iman dalam hidup seseorang.
Untuk menyandang sebutan orang beriman, bukanlah perkara yang sulit sulit amat. Tapi untuk menjadi orang yang beriman bukan simbolik. Apalagi menjaganya agar iman itu terus bertumbuh dan makin menjadi dewasa, sungguh bukan perkara yang mudah.

Padahal itu tuntutan Tuhan kepada setiap kita.
Namun, tidak mudah bukan berarti tidak mungkin. Kita dituntut berupaya semampu kita. Tuhan Yesus yang akan menyempurnakannya

Mari jalani hidup beriman, mari berjuang mempertahankan iman.
Mari bersandar hanya kepada Dia yang sudah menang.

Amin.

[28/10 00.20] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Ketika aku kanak-kanak, aku berkata kata seperti kanak kanak, aku merasa seperti kanak kanak,
aku berpikir seperti kanak kanak……”

1Korintus 13 : 11

Berkata kata, Merasa, Berpikir. Itulah yang menjadi ciri seorang anak manusia.

Jadi hati hatilah dalam menggunakan
PERKATAAN,
PERASAAN,
PIKIRAN.

Dalam contoh yang kita baca, orang Kristen di Korintuslah yang dinasihati. Tapi hari ini nasihat itu ditujukan. kepada kita.

Yang dikehendaki Paulus adalah, setelah menjadi orang Kristen, hendaknya menjaga
PERKATAAN. Jangan kakanak kanakan. Jangan sembarangan.

PERASAAN. Jangan emosional, meledak ledak, tidak terkendali. Itu semua menunjukkan ketidak dewasaan.

PIKIRAN, Jangan
malas berpikir, tapi jangan juga berpikir terlalu ngelantur.

Melalui ketiga hal itulah setiap orang akan dinilai oleh sesamanya. Dan hasilnya ditempelkan pada tiap orang menjadi ciri orang itu.

Tapi, jika kita ingin mengubahnya menjadi yang baik, bersama Kristus lah kita bisa melakukannya.

Amin.

[29/10 00.02] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Ya Tuhan, kasih-Mu sampai ke langit, setia-Mu sampai ke awan.”
Mazmur 36 : 6

Anda tentu kenal lagu ini : (NKB 17:3)

Andaikan laut tintanya dan langit jadi kertasnya,
andaikan ranting kalamnya dan insanpun pujangganya,
takkan genap mengungkapkan hal kasih mulia dan langit pun takkan lengkap memuat kisahnya.

Kalimat kalimat dalam lirik di atas sesungguhnya merupakan sebuah puisi Yahudi kuno, yang pernah ditemukan orang tertulis di dinding sebuah kamar pasien sakit jiwa di sebuah RSJ. Penulisnya rupanya terinspirasi Mazmur 36:6

Lama berselang setelah itu, ada seorang buruh angkut pasar buah, namanya Frederick M Lehman hatinya amat tersentuh oleh rangkaian kata kata dalam “puisi di RSJ” tsb.
Maka di sela sela kesibukan kerjanya, ketika beristirahat siang, sambil duduk di atas peti peti buah, ia menambahkan kalimat kalimat baru
menjadi lirik 1 dan 2 lagu tersebut, termasuk kalimat yang sekarang menjadi bagian refrain. Demikianlah Lehman kemudian menggubahnya menjadi sebuah lagu yang terdiri 3 bait.
Kita mengenalnya sekarang sebagai NKB 17.

Lagu itu cikal bakalnya adalah lirik sebuah puisi yang ditulis oleh pasien RSJ. Namanya tak dikenal, tapi karyanya abadi dan menginspirasi.

Dia boleh jadi mengalami SAKIT JIWA, tapi ternyata samasekali TIDAK SAKIT ROHANI.

Amin.

[30/10 01.18] Drs Handoyo: Renungan Pagi
” Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia,…..”
Roma 8 : 28

Alkisah di dalam sebuah museum, ketika malam sudah tiba, ketika pintu pintu sudah ditutup, terjadilah dialog yang menarik antara sesama batu marmer. Yang satu yang dipasang di lantai dan lawan dialognya adalah yang berdiri tegak di atasnya karena sudah dibentuk menjadi sebuah patung. Patung selamat datang bagi para pengunjung.

Si marmer lantai
mengungkapkan kekesalan hatinya, kenapa setiap orang yang lewat semuanya hanya menginjak injak dirinya. Sedangkan terhadap si marmer patung mereka memegangnya, membelainya, mengelusnya.
Manusia sungguh tidak adil. Demikian ungkap si marmer lantai.

Maka menjawablah si marmer patung.
Ini semua kan akibat dari pilihanmu sendiri. Dulu kita sama sama berwujud bongkahan. Yangvakan dijadikan lantai ya cukup dipotong begitu saja. Sedang yang mau dijadikan patung dipahat, diukir, digosok, dll. Sampai kemudian terbentuk wujudku yang sekarang. Ketika itu kau menolak karena katamu dipahat dsb itu menyakitkan. Lalu kau memilih jadi lantai saja, sekali potong selesai.
Hasilnya ya seperti sekarang ini.

Ketahuilah, melalui segala hal yang kita alami, bahkan hal yang pahit dan menyakitkan sekalipun, Allah berkenan campur tangan demi membentuk kita menjadi seperti yang dikehendaki-Nya. Asalkan kita menurut dan bersedia dibentuk-Nya. Jangan menolak seperti si marmer lantai tadi.

Amin.

[30/10 11.45] Drs Handoyo: Perkenankan saya menyampaikan bahwa Renungan Pagi Kamis 31 Oktober besok itu adalah penampilannya yang terakhir (untuk sementara). Karena saya akan mulai bersiap siap mempersiapkan diri untuk memasuki lahan pelayanan baru. Yang jika Tuhan berkenan akan dimulai bulan kedua tahun depan.

[31/10 00.59] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Aku bersyukur kepada-Mu Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada prang kecil.”
Matius 11 : 25

Alkisah ada seorang cendekiawan yang reputasinya sudah diakui dunia. Banyak penemuan dihasilkannya. Dan banyak buku penting untuk Ilmu Pengetahuan lahir dari pemikirannya.

Tapi sampai sejauh ini sang cendekiawan belum bisa mengakui keberadaan Tuhan. Ia tidak sepenuhnya menolak Tuhan, tapi juga belum bisa untuk mengakui bahwa semua yang ada di dunia ini harus mengakui kehadiran dan kekuasaan Tuhan. Maka isi Alkitab pun ia tolak dengan dalih itu semua cuma dongeng kuno.

Sampai suatu hari ia datang kepada seorang guru kebijaksanaan. Ia menantang orang bijak tsb. menunjukkan bukti tentang Tuhan.

Maka setelah kedua orang itu duduk saling berhadapan, disajikanlah segelas teh di atas meja. Lalu si orang bijak mengambil sebuah teko dan mulai nenuangkan isinya ke gelas yang sudah berisi teh. Dituang dan dituang terus, tentu saja isinya tumpah meluber ke mana mana.

Maka dengan heran si cendekiawan bertanya : Apa maksudmu menuang ke dalam gelas yang sudah penuh berisi, pasti akan tumpah terbuang ?

Dengan tenang si orang bijak menyahut : Inilah sebetulnya gambaran tentang dirimu. Pikiran dan akal budimu sudah kau penuhi dengan pemahamanmu, ilmumu, dan segala kehebatanmu. Maka tentu saja firman Tuhan sudah tak bisa lagi masuk ke dalam dirimu. Yang diperlukan darimu sebetulnya hanyalah bersedia mengosongkan diri di hadapan Tuhan. Maka firman-Nya akan masuk dan mengisi dirimu.

Amin.

[31/10 09.10] Kartika Padna Paramitha: tapi baru kemungkinan…nggih…pak handoyo…?
[31/10 09.11] Kartika Padna Paramitha: pak handoyo apa akan pindah dari solo…?
[31/10 09.30] Drs Handoyo: Yang dimaksud kemungkinan itu krn segala sesuatu masih bisa terjadi.
Kalau segala sesuatunya sdh ok. rencananya itu, kami artinya isteri saya dan saya mau mengerjakan pelayanan setidaknya satu bulan di Kuala Lumpur, Malaysia.
[31/10 09.31] Indratno Wngri: Wow…Keren Om… 🤣🙏🏽🙏🏽🙏🏽🙏🏽
[31/10 09.37] Kartika Padna Paramitha: nggih…nderek bingah pak handoyo…🥳
[31/10 09.43] Kartika Padna Paramitha: dan juga nderek ndonga…pak/ibu handoyo tansah di paringi berkah kesarasan….🤝
[31/10 10.10] Drs Handoyo: Terimakasih buat mbak Tika. Doa saya juga buat mbak Tika dan keluarga.
[31/10 10.11] Drs Handoyo: Terimakasih buat Indratno.
Wow Keren, maksudnya keren dahan hati. Itu yg penting.
[31/10 10.21] Indratno Wngri: 👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏…harus itu Om 😀
[31/10 11.32] Susilo Wng: Meskipun masih blm paham ttg “jenis pelayanan jenis baru” tsb… sy doakan yg terbaik, Om. Semoga di tempat yg baru nanti… smakin ” bertumbuh ” dan ” berbuah “…👍👍👍
[31/10 11.42] Drs Handoyo: Terimakasih mas Susilo. Doa saya juga buat Anda.
Saya bilang jenis pelayanan baru itu maksudnya, orang orangnya baru, belum pernah ketemu sebelumnya, jenis kegiatannya belum terbayang. Karakter jemaatnya belum tahu. Belum lagi kalau sudah bicara pribadi demi pribadi.
Tapi yang jelas ada satu yang saya tahu, Tuhan Yesusnya sama. Pokoknya penuh tantangan. Tantangan untuk belajar dan berkarya.
Sekali lagi terimakasih mas Susilo.
[31/10 11.53] Susilo Wng: Hehe..trims pencerahannya, Om. Dg penjelasan itu juga sy akan memberi jawab fans “renpa Om Handoyo” di Wil.E, Om.. 😁

Oleh: dhony sucahyo | 12 Oktober 2019

Renungan Pagi_September 2019

[2/9 01.34] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“….rambut kepalamupun terhitung semuanya.”
Matius 10 : 30

Ilmuwan Jerman mengaku telah berhasil menghitung jumlah helai rambut di kepala manusia. Ternyata hasilnya adalah : berbeda beda menurut warnanya. Yang jumlah helainya terbanyak adalah pirang, lalu coklat dan hitam.

Menghitung jumlah helai rambut tentu bukan perkara yang mudah. Maka kalau ilmuwan Jerman telah berhasil melakukannya, tentu itu hal yang hebat. Tapi tahukah kita, berabad abad sebelumnya Tuhan Yesus sudah pernah menyatakan hal itu, yakni bahwa Tuhan tahu jumlah helai rambut di kepala masing masing manusia.

Melalui pernyataan seperti itu sebenarnya Tuhan Yesus mau menegaskan bahwa pemeliharaan Tuhan atas kehidupan kita anak-anak-Nya begitu sempurnanya, sampai-sampai jumlah helai rambut di kepala masing-masing kita pun datanya ada di tangan Tuhan.

Untuk apa perlunya kita mengetahui hal ini ? Supaya kita memperoleh kepastian dan keyakinan bahwa di tangan Tuhan hidup kita sangat terjaga, terpelihara dan terlindungi.

Maka kalau kita sudah berserah dan bersandar pada Dia, apalagi yang perlu kita cemaskan ?

Mari kita jalani hidup hari demi hari dengan terus meyakini bahwa pemeliharaan Tuhan atas hidup kita memang sungguh sempurna.

Amin.

[3/9 00.38] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Berdiam dirilah di hadapan Tuhan dan nantikanlah Dia……”
Mazmur 37:7

Suatu hari Albert Einstein memberikan resep sukses dirinya kepada orang yang bertanya kepadanya.
Resepnya adalah
X = a + b ÷ c
Penjelasannya sbb :
X= sukses
a= bekerja, berusaha
b= bermain, rekreasi
c= berdiam diri, men
jadi tenang.

Kita melihat dari rumus Einstein itu pentingnya menjadi tenang atau berdiam diri.

Dunia ini sudah penuh dengan hiruk pikuk dan kekacauan. Jangan kita menambahinya lagi dengan kita ikut menceburkan diri masuk ke dalam pusarannya.
Karena jika itu kita lakukan, berarti kita dikalahkan oleh dunia. Padahal Tuhan kita Yesus Kristus sudah mengalahkan dunia.

Maka, jadikan berdiam diri atau ketenangan itu bagian yang tetap dari hidup kita. Sediakan waktu teduh secara teratur dan marilah bersama Kristus kita memasuki kehidupan di dunia ini, dan menang.

Amin.

[4/9 01.11] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.”
Amsal 25:11

Apel emas di pinggan perak, sebuah perpaduan yang amat indah. Memancar ke luar. Bahkan juga menyedot perhatian, mengundang orang untuk membelai atau memegangnya.

Ini semua mau mengatakan bahwa memang gambar, suara, ataupun tulisan yang muncul pada saat ýang tepat bisa punya daya yang seolah menghipnotis orang yang berada di sekitarnya .

Pada masa sekitar perang dunia ke II Perdana Menteri Inggris yakni Winston Churchill pada kesempatan berpidato , ia menyampaikan sebuah pidato yang hanya terdiri dari satu kalimat. Namun kemudian pidato itu menjadi begitu . terkenal. Isi pidato sang PM adalah :
Jangan putus asa !
Jangan Putus asa !
Ya, sekali lagi. Jangan putus asa .! Itulah isi pidatonya.

Lain lagi yang diucapkan kaisar Hirohito setelah menyaksikan luluh lantaknya 2 kota di negerinya akibat dihajar bom atom sekutu.
Begitu melihat kehancuran masiv terjadi atas kedua kota itu, kaisar bertanya :
Kita masih punya berapa orang guru ?

Itu tadi contoh ucapan kata-kata manusia yang bisa punya pengaruh kepada orang lain. Kalau firman Tuhan, walaupun juga dalam bahasa manusia, semuanya berpotensi punya pengaruh kepada akal budi dan jiwa manusia.

Banyak orang sudah membuktikannya. Sekarang giliran kita.

Amin.

[5/9 01.24] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Karena itu saudara-saudara yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan ! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”
1 Korintus 15:58

Di sebuah jemaat kecil yang berada di sebuah desa kecil pula terjadilah kisah ini.

Jemaat itu punya acara rutin doa pagi setiap hari Rabu. Tapi belakangan ini jumlah yang hadir makin menyusut. Sampai pernah suatu ketika yang hadir hanya : Yang bertugas memimpin dan seorang ibu tua. Total yang hadir 2 orang.

Mengingat keadaan seperti itu, Majelis jemaat berniat menghentikan saja acara itu. Tapi ada yang keberatan, yaitu ibu tua tadi.

Dan ibu tua itu tetap konsisten dengan keputusannya. Setiap Rabu pagi ia selalu hadir di gereja untuk berdoa walau tak ada satupun warga lain yang hadir.

Pernah warga lain bahkan mengolok ibu itu dengan bertanya : berapa bu yang hadir tadi pagi. Dan ibu itu menjawab : semuanya 4.

Ah bohong. Yang hadir ibu sendirian kan. Tapi ibu itu menjawab : betul yang hadir ada 4 kok. Allah Bapa, Tuhan Yesus, dan Roh Kudus.

Ibu itu tetap setia pada sikap dan keyakinannya. Ternyata Tuhan bekerja melalui kesetiaan ibu itu.

Sampai hari ini persekutuan doa pagi itu tetap berlangsung, dan yang hadir sekarang sudah mencapai 10 sampai 15 orang.

Itulah buah ketekunan seorang ibu sederhana.

Amin.

[6/9 01.20] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi.”
Ada 2 kelompok besar manusia di dunia ini. Satu, yang semasa hidupnya telah menerima Kristus sebagai juruselamat. Satu lagi adalah yang semasa hidupnya telah menolak, bahkan menghina Kristus.

Di depan mlalaikat el-maut yang menjemput, dengarlah suara mereka :

Voltaire (ahli filsafat yang semasa hidupnya menolak bahlan mengolok Kristus). Inilah rintihannya :
Aku telah ditinggalkan oleh Allah dan manusia. Aku akan masuk kr dalam neraka.

Hobbes (tokoh gerskan ateis)
Aku akan mengambil loncatsn yang mengerikan ke dalam kegelapan.

Edward Gibbon (pengarang terkenal yang tidak mengenal Tuhan). Inilah seruannya
Ahh…semuanya begitu gelap dan menakutkan.

Sekarang dengarlah yang dari kelompok satunya
Diffs
John Wesley (pendiri Gereja Methodis)
Yang terbaik dari ?semuanya adalah selalu bersama dengan Allah.
John A Lyth :
Inikah yang disebut kematian. Jauh lebih indah daripada kehidupan.

Philip Heck :
Surga terbuka di hadapanku Alangkah terang gemilang dan indah permai.

Amin.

[7/9 00.44] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Orang bebal berkata dalam hatinya : Tidak ada Allah.
Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.
Mazmur 14 : 1

Di suatu pagi yang cerah, mayor penerbang Alex dari AU Bulgaria membawa seregu pasukan anak buahnya berlibur mendaki sebuah bukit di pinggir kota Sofia.

Dari atas bukit itu nampak panorama yang amat indah. Setelah semua tiba di atas bukit, mayor Alex berkata kepada anak buahnya : Lihatlah nun di bawah sana. Kalian lihat ada gedung istana, ada gedung kementrian, ada pula ķatedral. Ini menandakan bahwa bangunan bangunan itu memang ada. Nah adakah kalian melihat Tuhan ? Tidak nampak bukan. Itu karena Tuhan itu memang tidak ada.

Semua ptajurit terdiam. Beberapa puluh detik kemudian sersan Andrinov mohon izin untuk bicara. Lalu berkatslah ia :

Rekan semua, di saat udara cerah seperti ini, apakah kalian bisa melihat dan nampak wajah komandan kita mayor Alexei Tivonov ?
Jawaban serempak terdengar : melihat dengan jelas.
Lalu sang sersan bertanya lagi : Apakah kalian juga bisa melihat baju mayor Alex, seragam yang dikenakan, tubuhnya yang tegap, bahkan rambutnya yang tertiup angin ?
Jawaban serempak : semua nampak jelas.
Baik. Sekarang bisakah kalian melihat pikiran mayor Alex ?

Detik demi detik lewat. Tak ada suara jawaban. Lslu suara sersan Andrinov memecah kesunyian ;
Karena tidak kelihatan, apakah lalu saya bisa bilang bahwa pikiran komandan kita memang tidak ada.

Demikianlah dialog yang sering terjadi di sebuah negara komunis. Negara yang tidak mengakui adanya Tuhan, tapi rakyatnya dibiarkan menentukan pilihannya sendiri. Karena di sana orang tidak beragama dibiarkan. Namun orang mengganggu orang beragama pun tidak dilarang.

Amin.

[9/9 00.42] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.”
Kejadian 5: 5

Alkisah ada seorang pengusaha yang hartanya banyak, orang menyebutnya pengusaha sukses.

Sayangnya pengusaha ini belum mau menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Tak kurang kurang silih berganti orang menyampaikan berita Injil kepadanya. Tapi belum berhasil juga.

Sementara anak tunggalnya, laki laki. Karena sejak play grup sudah dikenalkan kepada Tuhan Yesus, maka ketika duduk di bangku SMA, ia pun mengikuti katekisasi di gerejanya, sampai kemudian menerima sakramen baptis kudus.

Ketika sang ayah memperhatikan kehidupan anak tunggalnya, ia tertarik pada baiknya budi pekerti anak itu.

Lama kelamaan sang ayah ingin tahu. Maka ia bertanya : Kalau kamu pergi ke gereja itu di sana diajarkan apa saja sih ? Si anak pun menjawab : Kalau ayah ingin tahu ya ayo kita sama sama ke gereja dan ayah lihat dan dengar sendiri, apa yang diajarkan di sana.

Pada suatu hari Minggu si ayah tadi dengan ditemani anaknya hadir di kebaktian. Adapun firman Tuhan yang dibaca adalah KEJADIAN 5 : 1- 32

Banyak orang Kristen merasa membosankan membaca bagian Alkitab itu karena isinya monoton dan
narasinya diulang ulang hal yang sama selalu setelah menyebut seorang tokoh dan umurnya, kemudian ditutup dengan kalimat : LALU IA MATI.
Demikian berulang kali.

Namun, walau itu membosankan bagi banyak orang, tidak demikian halnya bagi sang pengusaha tadi.

Justru berhari hari ayat ayat dengan kalimat seperti itu mengusik pikirannya.
Iya memang setiap orang pada akhirnya harus mati. Tapi setelah mati lalu bagaimana, apa yang harus dipersiapkan.

Singkat kata, sang pengusaha itupun kemudian tertarik belajar dan mendengar lebih jauh tentang firman Tuhan, hingga akhirnya menerima sakramen baptis.

Kisah ini intinya mau menunjukkan :
Walau seorang masih remaja, ia pun bisa dipakai oleh Tuhan.

Upaya yang sungguh sungguh tak pernah sia sia.

Alkitab itu bukan sekadar kumpulan tulisan dan kisah.
Ia adalah firman Tuhan yang punya kuasa.

Dan, hati yang terbuka itu siap menerima firman Tuhan. Walau disampaikan oleh siapapun.

Amin.

[10/09 01.11] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.”
Roma 6 : 22

Seseorang bertanya kepada pendetanya,

T : Orang yang sudah beroleh pengampunan dosa nyatanya masih bisa berbuat dosa lagi. Lalu kalau begitu apa bedanya dong ?

Pendetanya dengan tenang menjawab,
J : Ketika seseorang belum beroleh pengampunan dosa dalam Tuhan Yesus, banyak melakukan
dosa. Sepertinya dosa menjadi hobbynya. Atau dengan kata lain hari hari kehidupannya berlari mengejar dosa. Ketika sudah beroleh pengampunan, sesekali masih bisa berbuat dosa. Tapi posisinya sekarang dosa ada di belakang. Orang itu berlari meninggalkan dosa dan dosa yang mengejarnya. Orang itu harus terus berlari dan memandang Tuhan Yesus yang ada di depannya.

Amin.

[11/9 00.49] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah iblis, maka ia akan lari dari padamu.”
Yakobus 4:7

Alkisah pada zaman dahulu ada seorang pangeran yang kaya raya. Hartanya banyak, hamba dan pelayannyapun banyak.

Suatu ketika ia membutuhkan seorang sais (kusir) yang baru untuk kereta kencananya, karena sais yang selama ini melayani akan segera pensiun.

Maka dibukalah kesempatan untuk melamar lowongan pekerjaan ini.

Ketika beberapa pelamar sudah pada datang, dilakukanlah wawancara dan tes.

Sang Pangeran sendiri yang akan men tes para pelamar. Maka di depan para pelamar itu ia berkata :

Apa yang akan Anda lakukan jika suatu ketika untuk mengantar saya, Anda harus melintasi jalan yang penuh bahaya, di satu sisi tebing yang mudah longsor, sementars sisi lainnya jurang yang amat dalam ?

Satu persatu para pelamar menyampaikan jawabannya.

A : Saya punya banyak piagam yang membuktikan keunggulan saya menjadi sais kereta. Jadi pangeran jangan kuatir. Pasti aman bersama saya.

B : Saya sejak kecil sudah terbiasa menjadi sais. Kakek saya sais, ayah saya sais. Kami turun temurun keluarga sais. Jadi pangeran pasti aman bersama saya.

C : Saya tidak punya piagam, saya juga bukan dari keluarga sais. Tapi saya sanggup membuktikan kepiawaian saya di depan pangeran sekarang juga.

D: Pangeran, mungkin orang menganggap saya penakut. Tapi kalau suatu ketika saya diminta mengantar pangeran menempuh jalan seperti itu, saya akan segera bertanya dulu adakah jalan lain yang lebih aman, walaupun mungkin sedikit lebih jauh. Tapi keamanan selalu saya utamakan.

Pelamar keempat inilah yang langsung diterima.

Seperti sais yang harus menempuh jalan dengan kereta dan muatannya, demikian juga kita yang harus menempuh jalan hidup yang penuh godaan dan bahaya mengancam, yakni dosa. Jangan pernah memandang enteng. Jangan pernah coba-coba. Jangan pernah merasa akan mampu menghadapinya sendiri. Tapi, hindari kalau bisa. Dan kalau tidak ada pilihan kecuali harus melintasinya andalkan pertolongan Tuhan.

Amin.

[12/9 00.58] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“…..karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui………”
Kolose 3:9-10

Ketika memimpin armadanya menggempur musuh di laut Trafalgar, laksamana Nelson mengenakan uniform lengkap dengan segala tanda pangkat dan juga bintang dan tanda penghargaan yang pernah diterimanya. Dalam penampilan seperti itu ia berdiri di geladak dan mengkomandoi armadanya.

Melihat itu, seorang anak buahnya mengatakan :
Laksamana, dengan berbagai ornamen tanda pangkat dan penghargaan seperti itu, Anda mudah menjadi sasaran tembak.

Nelson pun menjawab :
Dalam kehormatan aku menerima semua itu. Maka sekarang, bila memang saatnya aku harus mati di pertempuran, aku mau mati dengan kehormatan ku.

Seperti yang dikatakan laksamana Nelson, orang Kristen pun dalam kehidupannya sebagai manusia baru pada dirinya tersemat tanda tanda kemenangan Kristus.Dan itu menjadi kehormatan bagi yang menerimanya. Cobtoh hal ini misalnya :
Sebutan nya sbg manusia baru adalah : anak Allah.
Maka diperkenankan pula memanggil Allah sebagai Bapa. Diberi kelengkapan karunia Roh. Dsb.

Tinggal pertanyaannya, apakah orang Kristen yang sudah menerima semua itu dengan bangga menyandagnya, dan dengan teguh memegangnya sampai akhir hayat. Ataukah tergantung situasi. Kalau situasinya kira kira kurang menguntungkan, yaah ganti iman juga ndak apa apa

Waaddhuhh, kok murah amat harga imannya.

Amin.

[13/9 00.45] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Matius 11: 28

Seorang laki-laki muda, suatu hari datang berkonsultasi kepada
seorang Psikolog.

Ia menuturkan panjang lebar problem yang dialaminya. Yang intinya adalah hilangnya semangat hidup. Hari-harinya hanya berisi kemurungan dan berbagai hal yang dianggap membosankan.

Sesudah mendengar curhatnya sang pasien, sang psikolog pun mulai nemberikan advisnya :

Coba tiap hari itu kalau bisa jangan dibawa melamun.saja. Lakukanlah kegiatan walau sederhana tapi yang beraneka macam. Membaca buku yang ada hubungannya dengan hobby, mendengar musik, bersepeda, dsb.

Si pasien menjawab : semua tadi sudah pernah saya lakukan. Tapi ya hanya beberapa saat lalu mogok.
Psikolog : baik. Kalau begitu coba tonton acara stand up comedy di tv itu. Terutama kalau yang tampil komika si Jack itu. Sekarang sedang naik daun. Dan menurut saya penampilannya memang oke. Banyak penonton menyukainya. Nanti Anda kan suka juga.

Tidak mungkin. Itu sudah pasti tidak mungkin. Sahut si pasien segera

Bagaimana Anda bisa memastikan tidak mungkin.?

Karena komika yang Anda maksud itu adalah saya.

Demikianlah pergumulan hidup manusia. Meski berbagai problem kehidupan sudah diatasi; terkadang masih tetsp ada lubang menganga (gambaran jiwa yang lapar/haus), dan untuk hal ini hanya Tuhan Yesus ysng punya jawaban.

Amin.

[14/9 00.22] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“……Dalam dunia kamu menderita…….”
Yohanes 16 : 33

Setiap bayi ketika baru lahir ke dunia pasti ditandai dengan letupan tangisnya yang membahana. Sebagai dosen yang mengajar di sebuah kampus yang letaknya di dekat
Rumah Bersalin, maka seruan tangis pertama seorang bayi menjadi pendengaran setiap hari.

Bayi yang sehat itulah bayi yang segera menangis keras-keras dan disertai telapak tangan menggenggam.

Konon hal inil menandakan bahwa si jabang bayi yang sudah berada di dunia harus siap menghadapi hidup nyata yang penuh dengan kesulitan dan air mata.

Maka si jabang bayi pun dari sedikit perlu dikenalkan dengan dunia nyata apa adanya.

Dan, lebih dari itu semua, bila sudah waktunya perkenalkanlah si bayi dengan Tuhan Yesus. Karena hanya Dia lah yang sudah mengalahkan dunia.
Dan Dia lah pemilik kehidupan setiap kita, yang sudah ditebus oleh-Nya.

Amin.

[16/9 01.53] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik,
Mazmur 37:3

Seorang bocah kecil dari sebuah keluarga yang tidak mampu, sering dibacakan oleh ibunya kisah-kisah dari Alkitab tentang pemeliharaan Tuhan.

Beberapa hari yang lalu kisah yang dibaca adalah tentang Tuhan memelihara hidup seorang nabi-Nya yang bernama Elia. Tuhan melakukan pemeliharaannys dengan menggunskan burung gagak. Bocah tadi amat terkesan dengan kisah tersebut.

Maka ketika hari itu tak ada makanan di meja makan. Sementara di luar sana salju mulai turun menyelimuti bumi. Bocah tadi berkata kepada ibunya : Bu, pintu depan kubuka saja ya, siapa tahu Tuhan nanti mengirim burung gagak.
Dengan mata berkaca kaca si ibu mengangguk menanggapi pernyataan anaknya.

Menjelang tengah hari terdengar suara orang mengetuk pintu. Ternyata seorang petugas dari balai kota. Hari itu awal turunnya salju musim dingin. Petugas balai kota disebar memeriksa rumah rumah penduduk yang perlu dibenahi menyambut datangnya musim dingin. Ternyata dijumpai sebuah rumah yang justru membuka pintunya lebar lebar. Maka petugas pun singgah ke situ. Dan justru yang dijumpai adalah keluarga yang tidak punya makanan.
Maka setelah melapor ke pak wali kota, dikirimlah makanan secukupnya untuk keoerluan selama musim dingin.

Burung gagaknya ternyata petugas dari balai kota.
Itulah cara Allah memelihara hidup anak-anak-Nya.

Amin

[17/9 02.41] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.”
Filipi 2 : 4

Contoh kongkret dari nasihat dalam ayat bacaan kita adalah : hal mengucap syukur yang salah.

Bukankah mengucap syukur itu perlu dan bahkan wajib bagi orang percaya ? Memang, tapi awas, berhati-hatilah supaya tidak salah.

Ini contoh mengucap syukur yang salah.
Suatu siang bapak X di kantornya menerima telepon dari seseorang. Telepon itu isinya penting sekali karena mengabarkan bahwa baru lima belas menit yang lalu terjadi kebakaran hebat di kompleks perumahan Sejahtera tepatnya di gang XII. Nah di sekitar itulah terletak rumah milik pak X.

Tentu kabar tadi kontan membuatnya panik. Tapi suara di ujung telepon tiba-tiba menambahkan :
Tapi tenang saja pak. Sudah kami cek, sudah kami pastikan rumah bapak tidak terlanda api. Rumah tetangga sebelah bapak hangus ludes.
Tanpa berpikir panjang lagi bapak X langsung menanggapi : puji Tuhan.

Nah, itulah ucapan syukur yang salah. Atas hal apa diucapkan syukur itu ?
Bahwa rumahnya lolos dari api kan ? Tapi jangan lupa dalam konteks itu berarti bersyukur juga bahwa yang ludes bukan rumahnya tapi rumah tetangganya.

Jadi pelajarannya, hati-hati dan bijaksanalah berkata kata.

Amin.

[18/9 00.31] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu
: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada
balok di dalam matamu.”
Matius 7 : 4

Ketika beberapa hari terus-menerus hujan turun, terjadilah banjir di beberapa kawasan. Dan karena buruknya drainase, banjir genangan yang terjadi itu sampai beberapa hari baru surut.

Maka, tim penanggulangan bencana daerah pun bergerak. Menyiapkan konsumsi untuk para pengungsi, dan menyiapkan pakaian untuk anak -anak bersekolah.

Adapun salah satu pos pengungsian adalah area gedung gereja.

Maka ketika diadakan pendataan
, tim evakuasi korban pun mendata yang di lingkungan gereja. Bertanyalah mereka kepada pengurus gereja :
Di sini bisa muat berapa orang tidur ?
Tanpa berpikir panjang, pengurus itupun menjawab :
Kalau Minggu pagi kira kira 150 orang pak. Sedangkan Minggu sorenya ya sekitar 100 orang.

Oooo, yang dimaksud orang yang tertidur selagi kebaktian berlangsung toh, iya ?

Iya pak. Mereka itu kalau saya menyebutnya orang orang yang mengungsi tidur. Setiap kali kebaktian berlangsung mereka selalu tertidur kok. Orang orangnya itu itu juga.

Baik, baik. Sudah, pembahasannya jangan diteruskan. Nanti kita jadinya menghakimi.

Biarlah menjadi bahan introspeksi kita masing masing saja. Sekarang kita urus para pengungsi saja.

Amin.

[19/9 00.01] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Manusia akan mencintai dirinya sendiri……….dan tidak tahu berterimakasih,…….”
2 Timotius 3 : 2

Almarhum Jenderal Harry C Trexler adalah orang terkaya di kota Allentown, Pennsylvania, Amerika Serikat.

Ia tidak hanya kaya tapi juga seorang dermawan. Tak kurang dari 40 mahasiswa ia bantu beaya studynya sehingga mereka bisa menamatkan studynya tanpa terhalang beaya.

Beberapa waktu sebelum Trexler berpulang, ia bertanya kepada sekretaris pribadinya. Yang ia tanyakan adalah berapa jumlah anak muda yang sudah dibantunya sehingga bisa menamatkan kuliah mereka.

Ketika mendengar jawaban dan keterangan dari sekretarisnya, nampak dahi Trexler berkerut dan mukanya menyiratkan kesedihan.

Dan dari mulutnya terucap gumanan :
Di sekitar Natal yang baru lalu seingatku aku hanya menerima 2 kartu natal saja dari mereka. Yah, semoga mereka semua mengalami keberhasilannya masing-masing.

Amin.

[20/9 00.07] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.”
1 Korintus 2 : 2

Alkisah ada sebuah jemaat yang sedang berkembang. Jumlah pengunjung kebaktian Minggu mengalami kenaikan. Dan selalu saja ada orang yang ingin bergabung dengan kelompok pelayanan, sesuai minat dan kemampuannya.

Tapi, namanya manusia selalu saja ada celanya. Sejalan dengan jumlah warga yang bertambah, bertambah pula ragam pelayanan yang bisa dilakukan, dan……….bertambah pula terjadinya konflik, gesekan dan friksi antara kelompok yang satu dengan yang lain, antara pribadi yang satu dengan yang lain.

Maka, untuk menegur dan memperbaiki keadaan yang ada, pada suatu ibadah Minggu Pendeta pun berkhotbah berdasar ayat bacaan kita tadi. Lalu disampaikanlah sebuah contoh :
Ada sebuah lomba lari marathon. Setiap pesertanya ditugasi membawa sebuah pesan yang diterima waktu start dan harus tetap diingat selama berlari, karena harus disampaikan secara utuh nanti di garis finish.

Apa yang terjadi ? Karena bukan adu cepat tapi adu tepat, peserta satu dengan yang lain pun sering saling senggol, saling sikut, bahkan saling pamer : kostum yang dipakainya lebih baik, sepatunya lebih mahal dsb. dsb.

Akibat dari semua ini hampir seluruh peserta lupa pesan yang tadi mesti dibawanya sampai ke garis finish.

Demikian pula para pelari marathon Kerajaan Sorga (ya kita semua ini). Jika satu sama lain hanya saling berselisih untuk berbagai perkara, akibatnya pesan Kristus yang mesti dibawanya sampai ke garis finish jadi terlupakan.
Nah, kalau sudah begini, iblis yang tepuk tangan.

Ingat pesan Kristus, dan berlarilah terus sampai finish.

Amin.

[21/9 00.49] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.”
Efesus 1 : 3

Pada tahun 1916 di Amerika Serikat telah meninggal seorang lelaki bernama Hetty Green. Orang di sekitarnya, atau bahkan setiap orang yang kenal lelaki itu, mereka semua mengenalnya sebagai orang yang sangat miskin.

Semasa hidupnya, sehari harinya ia hanya makan bubur gandum yang dingin. Sebab kalau mesti memanaskannya akan mengeluarkan beaya lagi. Anak laki lakinya, kakinya sampai harus diamputasi, hanya karena sang ayah menunda nunda mengobatkan ketika terjadi luka pada kaki anaknya itu.

Pendek kata, kalau dilihat dari cara hidupnya maka orang akan sepakat mengatakan Hetty Green dan keluarganya sungguh
sangat miskin.

Tapi siapa sangka ketika orang itu meninggal, ternyata meninggalkan harta bernilai lebih dari 100 juta dollar.

Mungkin kita akan berkata, alangkah bodohnya orang itu atau alangkah sia sianya harta sebanyak itu.

Tapi mari kita periksa
diri kita sendiri. Harta dalam kisah tersebut adalah harta duniawi, yang walau tidak dipergunakan pun akan mengalami penyusutan.

Kita mungkin tidak memiliki harta duniawi sebanyak itu. Tapi firman Tuhan mengatakan, di dalam Tuhan Yesus Kristus kita sudah dikaruniai SEGALA BERKAT ROHANI.

Apa maknanya itu ?Maknanya adalah, jangan pernah dalam hidup yang sekarang kita jalani ini kita menunjukkan diri kita sebagai orang yang miskin secara rohani. Selalu dalam kecemasan, tidak punya rasa percaya diri, tidak punya sukacita, merasa tidak bisa apa apa, merasa rendah diri hanya karena tidak punya harta dunia sebanyak orang lain.
Kalau demikian keadaannya, kita tak bedanya dengan Hetty Green tadi.Padahal harta kita jauh lebih besar nilainya karena tidak bisa hilang, tidak bisa habis, tidak bisa menyusut, karena tersimpan rapi di rumah Bapa di sorga.

Amin

[23/9 01.21] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang orangvyang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan
apa yang kuat.
1 Korintus 1 : 27

Joey adalah seorang anak remaja berkebutuhan khusus (keterbelakangan mental). Tapi kerinduannya untuk menjadi bagian dari Paduan Suara dibgerejanya sungguh mengagumkan.

Pelatih Paduan Suara Homer Rodeheaver pernah menyatakan :
Joey memang tidak sepandai anak lain, tapi kesukaannya pada Paduan Suara tidak pernah surut.

Semua berjalan seperti biasa. Paduan Suara berlatih secara teratur. Dan tampil pada event event tertentu. Dan dalam semua itu Joey tak pernah ketinggalan.

Pada suatu malam ayah Joey datang menemui pelatih, pak Homer, untuk menyampaikan sesuatu.

Berkatalah sang ayah : Saya sangat berterimakasih bapak selama ini sudah memperlakukan Joey dengan baik. Sebagai seorang anak dengan kebutuhan khusus, kebahagiaannya adalah menyanyi bersama kelompok Paduan Suara.
Di rumah ia selalu berlatih keras, bahkan untuk sebuah lagu sederhana sekalipun.

Dan perlu bapak ketahui, berkat semua ini ia berhasil membawa ibunya, neneknya, kakeknya, dan kelima saudaranya, datang dan menyerahkan hidupnya kepada Tuhan Yesus.

Ternyata, apapun kelemahan kita tak pernah menjadikan kita terlalu kecil
bagi Allah. Dan apapun kelebihan kita tak pernah menjadikan kita terlalu
besar bagi Allah. Ia bisa memakai semuanya untuk pekerjaan-Nya asalkan kita mau mempersembahkan itu kepada -Nya.

Amin.

[24/9 00.37] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu ! Berbahagialah orang yang berlindung kepada-Nya.”
Mazmur 34 : 9

Seorang ibu mengajukan pertanyaan dalam sebuah acara Pemahaman Alkitab.

“Suatu ketika, seseorang mengajukan pertanyaan tentang Tuhan Yesus kepada saya. Awalnya saya kira dia tulus dalam bertanya. Artinya benar benar tanya untuk mencari tahu. Tapi lama kelamaan dia yang lebih banyak berbicara dan saya justru menjadi pendengar. Masih lumayan kalau berbicaranya enak didengar. Bicaranya nadanya menggurui, menyalahkan bahkan menghina. Seperti mengatakan Alkitab orang Kristen itu isinya kebohongan, yang disembah orang Keisten itu berhala, jadi orang Kristen itu sebetulnya kafir.
Jadi, saya mesti berkata apa menghadapi hal seperti itu ?”

Sikap terbaik adalah jangan emosi. Sebab mereka itu tidak tahu apa yang mereka katakan. Tapi kita tahu siapa yang kita sembah. Kita punys Allah yang begitu dekat. Bisa dilihat kehadiran-Nya (melalui kehidupan kita). Bisa dirasakan (pemazmur memakai istilah : kecaplah). Bisa dialami. Karena Dia hidup dan Dia berkarya melalui hidup orang orang yang mengasihi-Nya. Bukan melalui orang orang yang terus memperdebatkan-Nya apalagi menghina-Nya.

Amin.

[25/9 00.42] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Takut akan Tuhan adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan.”
Amsal 15 : 33

Seorang pendeta senior suatu hari ditanya tentang rahasia keberhasilan dalam pelayanan.
Dengarlah jawabannya : Ada 3 rahasianya.
Pertama : rendah hati.
Kedua : tetap rendah hati.
Ketiga : semakin rendah hati.

Ini maknanya, kerendah hatian itu sesuatu yang keberadaannya harus diupayakan dengan sadar. Sebab yang namanya kesombongan hadirnya seringkali diam-diam menyelinap.
Dan kalau rendah hati sudah hadir, keberadaannya mestilah terus diupayakan. Bahkan kehadirannya mestilah semakin menyatu dengan akal budi dan pribadi kita.

Seorang aktor penerima piala Oscar mengucakan sambutan singkat setelah di tangannya ia menggenggam piala itu :
Mulai hari ini saya akan menjaga perilaku dan perikehidupan saya agar semakin sepadan dengan anugerah ysng telah saya terima ini.

Aktor itu rendah hati. Itulah kelebihan dirinya yang sesungguhnya.
Tuhan Yesus rendah hati. Itu sebabya hidup-Nya menjadi teladan.
Kita sendiri, bagaimana ?

Amin.

[26/9 01.16] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera.”
Efesus 4 : 3

Kita tentu masih ingat peribahasa yang bunyinya :
Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.

Walaupun secara umum orang masih ingat bunyinya dan faham artinya. Tapi toh tidak sedikit juga orang yang mengabaikannya.

Maka adalah hal yang menyedihkan kalau sampai pengikut Kristus tercerai berai.

Sebuah kapal penolong menemukan seorang korban selamat dari sebuah kapal karam beberapa bulan silam. Korban yang selamat itu sekarang hidup sendiri di sebuah pulau kosong di tengah samudera.

Para penolong itu merasa heran. Di pulau kosong seperti itu berdiri 3 pondok/gubug. Padahal penghuninya cuma 1 orang.

Maka bertanyalah mereka.
Bangunan untuk aoa saja itu ?

Yang paling kiri itu tempat tinggalku.

Lalu sebelahnya ?

Oo itu gerejaku tempatku beribadah.

Lalu satu lagi di sebelahnya itu ?

Oo itu gerejaku yang dulu. Sebelum aku
pindah dulu.

Baik kita ingat :
Kesatuan seluruh umat Kristus didasari oleh kesatuan masing masing umat dengan Kristus .
sendiri.

Amin.

[27/9 00.22] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.”
Markus 10:43

Martin Luther King Jr.dalam sebuah khotbahnya di tahun 1968 mengutip pernyataan Tuhan Yesus dalam Injil Markus 10 yang juga kita kutip hari ini.

Kemudian King menjelaskan lebih jauh. Sesungguhnya setiap orang bisa menjadi besar, karena setiap orang bisa melayani.

Anda tidak perlu bergelar sarjana untuk bisa melayani. Anda tidak perlu menjadi ahli bahasa dulu untuk bisa melayani. Anda tidak perlu menjadi ahli filsafat untuk bisa melayani.

Yang dibutuhkan untuk bisa melayani hanyalah memiliki hati dan jiwa yang dipenuhi kasih karunia, dan kemudian hati dan jiwa itu digerakkan oleh kasih karunia untuk selalu bersyukur dengan segala yang ada.

Perbuatan sederhana yang dilakukan demi nama Tuhan Yesus Kristus sesungguhnya merupakan perbuatan yang besar.

Mari kita buktikan.

Amin.

[28/9 00.25] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Aku sangat menanti-nantikan Tuhan; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong.
Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita.”
Mazmur 40 : 2 + 4

Kata orang, pekerjaan paling membosankan adalah menanti.
Tapi sayangnya, banyak orang (mungkin kita termasuk salah satunya) harus menjalani hidup dalam penantian.

Menanti mendapat kesembuhan dari penyakit. Menanti menemukan jalan keluar atas masalah yang dihadapi. Menanti mendapatkan jodoh yang dinanti. Menanti memperoleh buah hati yang dirindu. Menanti… Menanti…dan Menanti…..

Dalam ayat bacaan kita, kita bertemu dengan Daud yang juga pernah menjalani penantian dalam hidupnya.

Menurut F.B.Meyer : Banyak hal yang bisa diambil sebagai pelajaran hidup, bagi orang yang dalamhù hidupnya menanti-nantikan Tuhan. Karena sesungguhnya penantian merupakan rahasia pendidikan jiwa manusia untuk mencapai karakter yang mulia dan baik.

Karakter mulia dan baik itu muncul dan akan terus bertumbuh dalam diri seseorang yang telah menjalani disiplin penantian.

Karakter mulia dan baik itu wujudnya adalah : bersedia taat kepada yang harus ditaati; sabar; rendah hati; tabah; dsb.

Menurut Daud, orang yang sudah menjalani disiplin penantian dari mulutnya akan keluar nyanyian baru. Artinya sukacita, bukan sumpah serapah dan gerutu.

Semua itu karena waktu yang dihabiskan untuk menantikan Tuhan tidak pernah terbuang sia-sia tapi akan meninggalkan jejak kehidupan yang indah.

Amin.

[30/9 00.40] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“…..,jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka,……”
Matius 6 : 1

Pengajaran yang disampaikan Tuhan Yesus seperti tertera dalam ayat kutipan di atas, makna pokoknya adalah : di dalam kita melakukan segala sesuatu sebagai pengikut Kristus, yang menjadi ukuran utama adalah menyenangkan hati Tuhan. Bukan menyenangkan hati manusia.

Hal ini perlu setiap kali diingatkan kembali, karena kecenderungan manusia adalah mudah lupa.

Ketika pelayanannya dipuji oleh banyak orang, seringkali sang pelayan lalu menjadi lupadiri, dan merasa dirinyalah pusat dari semua itu, bukan Tuhan.

Suatu hari di musim dingin komposer Johann Sebastian Bach dijadwalkan tampil menggelar konser di gerejanya.

Bach sudah membayangkan, bangku bangku gereja akan dipenuhi oleh umat yang berdatangan.

Tapi apa mau dikata. Pada hari dan jam yang sudah ditentukan gedung gereja tetap kosong melompong.

Maka sebelum konser dimulai, Bach merasa perlu membriefing segenap musisinya.
Ia katakan :
Baiklah tiap tiap orang menempati posisinya masing masing. Dan mari kita persembahkan yang terbaik. Sebab memang bangku bangku itu nampaknya kosong, tapi Tuhan hadir di salah satu bangku itu. Biarlah kepada-Nya kita persembahkan konser kita.

Maka kalau kita mau latihan Paduan Suara, ternyata banyak yang tidak hadir. Atau kita mau persekutuan doa, ternyata lebih dari separoh peserta tidak muncul. Atau pelayanan apapun, dan ternyata sedikit sekali yang memberi perhatian.
Jangan pernah mengira bahwa Tuhan juga bolos hari itu.

Maka tetaplah lakukan yang terbaik
Sebab Tuhan hadir di antara bangku bangku yang kosong itu.

Amin.

Oleh: dhony sucahyo | 8 September 2019

Renungan_Pagi Agustus 2019

[1/8 00.47] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“…..Firman Allah hidup dan kuàt dan lebih tajam daripada pedang bermata dua manapun, ia menusuk amat dalam sampai memusahkan jiwa dan roh…”
Ibrani 4 : 12

Banyak orang besar di dunia ini mengakui bahwa Alkitab itu bukan buku biasa. Buku itu isinya punya kuasa. Banyak orang sudah membuktikannya.

Seorang pendaki gunung Alpen yang tewas dalam pendakian, ketika tim penolong mengevakuasinya mereka mendapati dalam genggaman sang pendaki ada kutipan ayat Alkitab.

Benjamin Franklin berkata : Nasihatku buat orang muda, pelajari dan pahami isi Akitab. Ia akan memberi warna berbeda bagi hidupmu.

Thomas Jeferson berujar : Kalau engkau mempelajari isi Alkitab secara teratur ini akan menjadikan dirinu warganegara yang kebih baik. Dan bukan cuma itu ia pun akan menjadikan engkau ayah yang baik, suami yang
baik.

Daniel Webster mengenang masa kecilnya berkata : Sedari aku masih di pangkuan ibuku aku sudah belajar mengucapkan firman. Dan itulah yang mewarnai hidupku sampai hari ini..

Mereka sudah membuktikan dan merasakan kuasa firman Tuhan dalam hidupnya. Sekarang gilirabn kita.

Amin.

[2/8 01.55] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“…..Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap………”
Yohanes 15 : 16
Mari kita pahami apa makna ucapan Tuhan Yesus dalam kutipan ayat di atas.
Pergi berarti tidak diam saja, tapi segera berbuat.
Menghasilkan buah artinya yang dikerjakan bisa menjadi berkat buat orang lain juga.
Buah itu tetap. Artinya menjadi berkat itu tidak cuma sesaat tapi terus dan terus. Contohnya :
Penginjil John Wesley setelah mengerjakan pelayanan selama 40 tahun, jika dihitung ia sudah berkhotbah sebanyak 40 ribu kali. Menulis sebanyak 400 buku. Dan pada usia 86 tahun ia pun masih tetap berkhotbah.
Itulah contoh berbuah tetap. Walaupun orangnya sudah tidak ada lagi tapi karyanya masih tetap mrnjadi berkat.

Untuk menjadi berkat memang tidak usah setiap kita harus seperti John Wesley.

Dengan apa yang ada pada diri kita masing masing, mari menjadi berkat. Dan bila karya itu kita serahkan kepada Tuhan, Dia lah yang akan menjadikannya kekal. Terus dan tetap..

Amin.

[3/8 01.10] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“,,,,,,bertekunlah dalam MEMBACA KITAB-KITAB SUCI,
bertekunlah dalam MEMBANGUN,
bertekunlah dalam
MENGAJAR.
1 Timotius 4 : 13

Untuk menghasilkan sebuah kàrya besar dibutuhkan ketekunan sang maesrtro. Maka tak heran kalau karya seperti Taj Mahal agar bisa berdiri megah seperti hari ini, pembangunannya memakan waktu bertahun-tahun. Dan; melibatkan tak kurang dari 20.000 tenaga ahli.

BAIT ALLAH SALOMO perlu waktu hsmpir 8 tahun untuk pendiriannya dan melibatkan 183.600 tenaga kerja Sedàngkan PYlRAMID besar di MESIR membutuhkan waktu 76tahun untuk pengerjaannya.
Itulah, dalam semuanya tadi dibutuhkan KETEKUNAN. Bukan sebuah kerja-semalam.

Demikian pula yang dikerjakan Allah dalam membangun pribadi seorang manusia. Termasuk kita salah satunya

Apa perlunya kita mengetahui hal ini. Supaya kita ikut bekerjasama dengan Allah , mewujudkan
Bait Roh Kudus Nya yang baru ini yakni diri kita yang sudah menjadi manusia baru. Bukan sebaliknya malah merecoki dan mengganggu kerja Allah dengan munculnya kembali hidup lama kita.

Amin.

[5/8 00.35] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“…..agar jangan mereka bersilat kata kerena hal itu samasekali tidak berguna, malah mengacaukan orang yang mendengarnya.”
2 Timotius 2 :14

Dua orang pemuda pengangguran suatu hari bertemu. Dan sambil menghisap rokoknya mereka pun duduk di bawah pohon besar. Lalu terjadilah percakapan berikut.
“Aku ingin suatu hari nanti punya sawah seluas 5 hektare, dan ladang seluas 1 hektare. Akan kupekerjakan orang orang untuk menggarap sawah ladangku.

Temannya yang dari tadi diam menyahut,
Kalau aku aku ingin memelihara puluhan ekor domba dan kambing.”
” Di mana akan kau kandangkan kambing dombamu ?”
“Ya ditanahmu yang amat luas itu. Kupinjam dulu”
“Aaah, tidak boleh. Tanahku akan kupakai sendiri.”
“Masa kupinjam sebentar saja tidak boleh. Kan sawah ladangmu
. Biar kambing dombaku sekalian merumput di sawah ladangmu itu.”
“Nah, nah. Ini lebih tidak boleh lagi. Pokoknya tidak boleh.”

Mereka berdua berdebat seperti itu berkepanjangan sepanjang siang. Padahal, mana sih sawah ladang yang luas itu ? Belum ada.
Juga, mana kambing domba itu? Juga belum ada.
Barangnya belum ada tapi perdebatan tentangnya sudah terjadi, bahkan berjam-jam.
Seperti itulah, kitapun terkadang melakukan hal yang sama. Memperdebatkan panjang hal yang sesungguhnya baru angan-angan.

Mari kita pergunakan waktu kita hanya untuk hal yang berguna

Amin.

[6/8 00.42] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Dan apa yang telah kamu PELAJARI dan apa yang telah kamu TERIMA, dan apa yang telah kamu DENGAR dan apa yang telah kamu LIHAT PADAKU lakukanlah itu.”
Filipi 4 : 9

Empat kata kunci dalam ayat firman Tuhan ini. Dan itu menggambarkan sosok pribadi yang utuh. Sinkron antara apa yang dikatakan dengan apa yang dilakukan.

Maka hanya seorang pemimpin yang baiklah yang berani mengucapkan itu.
Dan, Paulus menyampaikannya kepada umat di Filipi.

Maka kalau kita ingin menjadi seorang pribadi yang baik. Pakailah pedoman ukuran yang dipakai oleh Paulus tsb.

Mari kita bertanya kepada diri kita sendiri :
1. Orang bisa BELAJAR apa dari
cara hidup yang kita jalani ?

2. Orang bisa MENERIMA/MENDAPAT apa dari perbuatan-perbuatan kita ?

3. Orang bisa MENDENGAR apa dari sekian banyak perkataan yang keluar dari mulut kita ?

4. Orang bisa MELIHAT apa dari setiap tingkah laku kita ?

Amin.

[7/8 01.11] Drs Handoyo: Renungan Pagi

…….dosamu menghambat yang baik daripadamu.”
Yeremia 5 : 25

Mengomentari kondisi dunia sekarang ini, masing masing sesuai ilmunya mengatakan :

Ahli ekonomi :
Semua ini akibat dari ketidak adilan yang mengakibatkan kesenjangan.

Politisi mengatakan :
Ini semua akibat kegagalan para politisi membangun jembatan lobby antar bangsa.

Menurut ahli pendidikan :
Masih banyaknya orang yang tidak berkesempatan mengenyam pendidikan menghasilkan kondisi seperti sekarang ini.

Para sosiolog mengatakan :
Taraf hidup ysng buruk melahirkan kondisi sekarang ini.

Alkitab mengatakan :
Setiap manusia sesungguhmya dilahirkan dengan memiliki potensi kebaikan. Tapi semua potensi itu terhalang keluar oleh kekuatan yang namanya dosa.

Amin.

[8/8 00.50] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut; memakai perhiasan emas atau dengan meng enakan pakaian yang indah-indah”
1 Petrus 3 : 3

Nasihat firman Tuhan yang disampaikan melalui rasul Petrus di atas intinya adalah :
– Pakaian manusia itu hakikatnya ada 2 macam.
Yang JASMANI bisa dilihat oleh manusia lain.
Yang ROHANI hanya Tuhan yang bisa melihatnya.

– Jadi sebetulnya nasihat ini tidak hanya ditujukan kepada para perempuan saja. Laki-laki juga berpakaian kok.

– Tapi memang ada bedanya antara perempuan dan laki-laki dalam urusan berpakaian.

– Untuk perempuan, jenis dan mode pakaian yang dikenakan akan berpengaruh pada gaya dan pembawaannya. Padaha ada begitu banyak jenis dan modenya.Sedang untuk lelaki selama berabad abad jenis dan mode pakaiannya ya hanya begitu saja.

-Jadi yang penting dari nasihat tadi ialah :
Utamakan mendadani rohani kita. karena dengan itu kita akan menghadap Tuhan, daripada mendadani jasmani kita secara berlebihan (buang uang, buang waktu), yang akan menilai hanya manusia biasa dengan berbagai
seleranya.

Amin.

[9/8 01.05] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Ku-jadikan penjala manusia.”
Matius 4 : 19

Seorang seniman lukis khusus keramik sesekali suka ke pasar, pergi ke penjual gerabah (barang-barang. dari tanah liat).

Dan ia akan berburu barang barang sortiran. Yakni barang yang tidak sempurna karena retak, bulatannya agak miring, pembakaran kurang sempurna, dsb.

Barang-barang sortiran seperti itu biasanya dikembalikan ke pengrajinnya untuk dihancurkan dan diproses ulang.

Tapi terkadang barang barang itu justru diborong oleh seniman lukis keramik. Yang membeli dan memprosesnya dengan tanpa menghancurkannya.

Berkat sentuhan tangan Sang Seniman Agung, barang-barang yang sudah nyaris terbuang itu dikumpulkan. Dan kemudian diberi sentuhan warna; ditambah lukisan bermotif flora atau fauna, dan ornamen lain.

Alhasil, barang yang mestinya terbuang itu telah berubah menjadi barang bernilai seni dan bercitarasa artistik berkat sentuhan sang seniman.

Mirip seperti itu pula sebenarnya yang terjadi pada diri kita manusia.

Mestinya terbuang karena tergolong produk gagal, akibat dosa. Tapi sentuhan tangan Juruselamat (Sang Seniman Agung kita ) telah mengubah kita menjadi produk yang bernilai dan berguna (menjadi berkat).

Amin.

[10/8 00.47] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.”
Mazmur 37 :5
Seorang aktivis gereja, namanya John Wanamaker. Di gerejanya ia mengelola Sekolah Minggu dengan jumlah murid yang amat banyak. Ia juga punya sebuah toko barang kebutuhan sehari-hari. Dan iapun seorang pegawai sebuah instansi pemerintah. Untuk menambah lengkap kegiatannya ia juga sering terlibat dalam tugas-tugas kemasryarakatan.

Suatu hari orang bertanya kepada Wanamaker :
Dengan jabatanmu yang begitu banyak itu bagaimana engkau mengatur waktumu ?

Dengan mantap Wanamaker menjawab :
Tugas pokok dan terutama dalam hidup saya adalah MELAYANI TUHAN. Di luar itu semuanya hanyalah sarana saja untuk saya bisa melayani Dia.

Bagi Wanaker hal ini artinya, aktivitas apapun dalam hidup ini semuanya harus menjadi sarana untuk kita melayani dan memuliakan Tuhan.

Amin.

[12/8 00.53] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja.”
Kisah 6 : 2

Ungkapan dalam ayat bacaan kita tsb. adalah penyesalan para rasul karena ada satu bidang pelayanan (pelayanan Firman) sedikit terabaikan akibat munculnya bidang pelayanan baru yaitu pelayanan meja (pelayanan memberikan santunan kpd para janda).

Prinsip yg dipegang para rasul adalah :
Memang terjadi penambahan jumlah jemaat. Penambahan jumlah jemaat berdampak penambahan jenis dan jumlah bidang pelayanan pula. Dan kalau sudah begini, seringkali munculnya bidang pelayanan baru, mengakibatkan bidang pelayanan yg lain jadi agak terabaikan.

Ini yang oleh para rasul diupayakan jangan sampai terjadi. Tidak boleh yang ini tertangani tapi yang itu terabaikan. Mestinya yang ini tertangani, yang itu juga tetap tertangani. Sebab dalam tiap bidang pelayanan itu terbuka kesempatan membawa jiwa. Mengabaikan satu bidang pelayanan sama dengan mengabaikan satu kesempatan membawa jiwa. Dan kesempatan seringkali datangnya tiba tiba, perginya dengan segera.

Itu sebabnya orang Yunani kuno mengenal dewa KESEMPATAN itu wujudnya : Sosok tubuh dalam sikap siap. Dan di dahinya tumbuh rambut berjuntai keleweran. Sedang bagian belakang kepalanya plontos tak berambut. Ini konon artinya. Setiap manusia yang berjumpa dia perlu segera meraih dan menggenggam si KESEMPATAN (diwujudkan rambut berkeleweran). Kalau tidak diraih ia akan segera pergi, dan kalau sudah lewat ia susah ditangkap sebab plontos tidak ada rambutnya.

Maka jangan sekali kali mengabaikan KESEMPATAN.

Amin.

[13/8 01.02] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Siapakah yang akan Ku-utus, dan. siapakah yang mau pergi untuk Aku ?”
Yesaya 6 : 8
Dalam dunia balap (pacuan) kuda, kuda yang menang disebut
Kuda paling jinak di ĺintasan. Disebut demikian karena kuda yang menang itu adalah kuda yang paling cepat merespon perintah jokinya dan benar benar tunduk pada perintah itu.

Sang joki sangat paham tentang kudanya. Yang ia ingin hanyalah kuda itu selalu mau tunduk.

Ibarat kuda dan jokinya, sebenarnya demikian juga kita dengan Allah.
Allah sangat tahu apa kelebihan dan apa kekurangan kita.
Maka Ia tak perlu tiap kali bertanya lagi atau tiap kali diberi penjelasan lagi. Yang Ia inginkan hanyalah respon cepat atau jawaban sigap ketika Ia bertanya :
Siapakah yang akan Ku-utus ?
Siapakah yang mau pergi untuk Aku ?

Maka mari kita menjadi kuda-Nya yang paling jinak di lintasan. Dan juga kuda-Nya yang selalu tunduk pada kekang.

Amin.

[14/8 01.42] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Alangkah kokohnya kata-kata yang jujur !”
Ayub 6 : 25

Pada suatu hari serombongan orang Kristen pergi berlibur ke sebuah tempat wisata. Mereka terdiri dari psra aktivis gereja. Ada yang penatua, ada ysng guru sekolah minggu, ada yang anggota paduan suara dsb.

Ketika mereka sedang berjalan-jalan sambil melihat-lihat, beberapa penjual makanan, buah-buahan serta penjual suvenir pada datang mendekat. Masing-masing menawarkan barang dagangannya.

Karena tak ada yang membeli, satu-persatu para penjual itu pergi menjauh. Kecuali seorang gadis kecil penjual suvenir.

Ada bermacam bentuk. Ada kalung, ada gelang, ada sampul Alkitab, dll. Semuanya handmade dan berciri kristiani.

Melihat itu mulailah ada yang tertarik dan bertanya harga. Maka gadis penjual itupun menyebut sebuah jumlah nilai harga barang itu.

Kok mahal amat. Kamu belinya kan murah, jangan dijual mahal-mahal.
Mendengar itu si gadis penjual menjawab : itu buatan saya sendiri, tiga hari baru jadi sebuah. Saya ndak beli dari mana mana.
Itu sudah murah.

Mendengar pernyataan itu salah seorang pelancong itu menyahut: aaah bohong kamu, paling kamu beli di pasar.

Tidak diduga, si gadis itupun mengatakan :
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia jika ia kehilangan nyawanya.

Sungguh jawaban di luar dugaan. Membuat semua yang mendengarnya tak mampu berkata kata lagi. Dan merekapun pada membeli suvenir itu

Salah seorang bertanya. Kok pinter kamu ?
Iya kakak guru sekolah minggu saya mengajarkan begitu.

Amin.

[15/8 01.19] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Waspadalah terhadap ragi yaitu kemunafikan orang Farisi.” Lukas 1 : 2

Kalau firman Tuhan yang menegur itu kita ibaratkan obat, maka ini (ayat bacaan kita) tergolong jenis obat keras. Artinya, tampilan dan rasa luarnya menarik, berbentuk kaplet bersalut gula, tapi dalamnya obat keras berdosis tinggi.

Murid dan semua pengikut yang lain diperingatkan spy WASPADA. Di sekeliling mereka banyak orang Farisi. Kenapa perlu diwaspadai karena mereka itu MUNAFIK.
Dan kemunafikan orang Farisi itu disebut sebagai RAGI.

Maknanya, nampaknya hal kecil dan sepele. Kita tidak suka dan mengritik kemunafikan yang kita lihat. Tapi tanpa sadar ternyata kita sendiri juga punya perilaku munafik. Karena kemunafikan itu seperti RAGI. Diam diam menular, merata dan merambah ke mana mana. Maka peringatannya WASPADALAH.

Seorang anggota gereja menyatakan ingin pindah ke gereja lain. Ketika ditanya alasannya, jawabnya :
Bosan saya di sini, habis di sini banyak orangnya yg munafik.
Yang bertanya tadi menyahut :
Memang sudah banyak warganya yang munafik. Tapi kalau cuma ditambahi 1orang lagi bahkan 1 keluarga lagi masih cukup kok.

Nah, sesungguhnya banyak perilaku buruk itu ibarat ragi. Diam diam menular.
Waspadalah.

Amin.

[15/8 01.39] Drs Handoyo: Ralat Bacaan
LUKAS 12 : 2

[15/8 06.51] Susilo Wng: Renungan Pagi

“Waspadalah terhadap ragi yaitu kemunafikan orang Farisi.”
*Lukas 12 : 1*

Kalau firman Tuhan yang menegur itu kita ibaratkan obat, maka ini (ayat bacaan kita) tergolong jenis obat keras. Artinya, tampilan dan rasa luarnya menarik, berbentuk kaplet bersalut gula, tapi dalamnya obat keras berdosis tinggi.

Murid dan semua pengikut yang lain diperingatkan spy WASPADA. Di sekeliling mereka banyak orang Farisi. Kenapa perlu diwaspadai karena mereka itu MUNAFIK.
Dan kemunafikan orang Farisi itu disebut sebagai RAGI.

Maknanya, nampaknya hal kecil dan sepele. Kita tidak suka dan mengritik kemunafikan yang kita lihat. Tapi tanpa sadar ternyata kita sendiri juga punya perilaku munafik. Karena kemunafikan itu seperti RAGI. Diam diam menular, merata dan merambah ke mana mana. Maka peringatannya WASPADALAH.

Seorang anggota gereja menyatakan ingin pindah ke gereja lain. Ketika ditanya alasannya, jawabnya :
Bosan saya di sini, habis di sini banyak orangnya yg munafik.
Yang bertanya tadi menyahut :
Memang sudah banyak warganya yang munafik. Tapi kalau cuma ditambahi 1orang lagi bahkan 1 keluarga lagi masih cukup kok.

Nah, sesungguhnya banyak perilaku buruk itu ibarat ragi. Diam diam menular.
Waspadalah.

Amin.

[15/8 23.32] Drs Handoyo: Renungan Pagi.

“Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti.”
Matius 4 : 10

Suatu kali di sebuah kota kecil diadakan Kebaktian Kebangunan Rohani yang akan dibawakan oleh seorang Pendeta terkenal.

Jauh jauh hari persiapan sudah dilaksanakan. Gedung tempat acara sudah dipilih yang terbaik untuk ukuran kota kecil itu. Dan brrbagai perlengkapan lain juga. Publikasi gencar dilakukan dengan memasang spanduk, baliho, banner.

Tapi seperti kata firman, manusia boleh merencanakan, namun penentuannya ada di tangan Tuhan.

Pada hari pelaksanaan, dengan sangat terpaksa, oleh karena sebab yang tak bisa diatasi, sang Pendeta yang ditunggu tunggu itu tidak bisa hadir.

Panitia pun memutar akal, pusing tujuh keliling. Lalu setelah rapat kilat diputuskanlah :
– kebaktian tetap diadakan dengan dilayani Pendeta lokal.
– disampaikan permohonañ beribu maaf kpd yg hadir.

Pada hari dan jam pelaksanaan, sampai setengah jam sudah melampaui rencana acara gedung baru terisi seperempatnya.

Apa boleh buat. Apalagi ketika panitia tampil dan menjelaskan. Makin banyak sungutan dañ
gerutu terdengar. Dan datu persatu pengunjung meninggalkan tempat ibadah.

Ketika Pendeta pengganti tampil, dibacakanlah injil yang sekarang menjadi bacaan kita di atas. Lalu Pendeta itu berkata : siapa yang ingin beribadah dan menyembah Allah silakan tetap di tempat. Tapi kalau ingin beribadah dan menyembah yang lain silakan keluar.

Sampai di sini mari kita ber refleksi. Kalau kita yang berada dalam situasi seperti dikisahkan di atas, kita akan bersikap bagaimana ?

Amin.

[19/8 01.00] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“…..karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.”
Yakobus 4 : 3

Seorang pendeta pernah memberi gambarann perbandingan demikian.

Ketika kanak-kanak balita apalagi batita diminta mewarnai gambar, yang terjadi adalah : pilihan warnanya salah dan hasil pewarnaannya banyak yang menabrak keluar garis.

Demikian juga doa yang dinaikkan orang yang masih kanak-kanak dalam iman, seringkali pilihan kata-katanya tidak pas (memaksa TUHAN, menuntut dan bahkan mengancam ). Dan yang dimohon kadang melanggar apa yang sudah dilarang Tuhan seperti dinyatakan dalam Alkitab.

Maka makin dewasalah dalam iman. Makin belajar berdoa sesuai dengan kehendak Tuhan. Karena :
Doa orang yang BENAR (artinya tahu menempatkan diri di hadapan Tuhan), bila dengan YAKIN didoakan (yakin tidak menabrak larangan Tuhan) sangat besar kuasanya. (Yak 5:16)

Amin.

[20/8 03.27] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Tuhan…..merendahkan, dan meninggikan júga.” 1 Samuel 2:7

Babilon adalah sebuah kota kuno yg panjang dan lebarnya adalah 14 mil; kelilingnya 56 mil, benteng kota itu amat kokoh, tebalnya 87 kaki tingginya 311 kaki. Dinding benteng itu memiliki
250 menara.

Melihat kebesaran dan kemegahannya yg seperti itu, tak heran raja Nebukadnezar dan Belsysasar memegahkan diri.

Namun kemuďian Allah merendahkannya. Sehingga sekarang kita melihatnya tinggal sebagai puing puing.

Awaslah. mereka yg memegahkan diri akan direndahkan. Dan mereka yang merendahkan diri akan ditinggikan.
Jangan pernah meninggikan atau memegahkan diri di hadapan Allah

Amin

[21/8 01.05] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“…..setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata dan juga lambat untuk marah.”
Yakobus 1 : 19

Seorang penulis klasik bernama Zeno
pernah mengatakan : manusia diberi 2 telinga tapi hanya 2 mulut itu dimaksudkan agar manusia itu lebih banyak mendengar daripada berbicara

Sepasang kekasih ketika saling berbicara lewat telepon, mereka sama sama berbicara dengan suara lembut. Karena walaupun jarak yang jauh memisahkan mereka tapi hati mereka saling berdekatan. Dan mereka saling membuka telinga, saling mau mendengar.

Lain halnya dua orang yang sedang bertengkar. Secara fisik mereka berdekatan, bahkan berhadapan, tapi hati mereka berdua saling berjauhan.

Dan mereka saling menutup telinga, tapi membuka mulut lebar lebar.

Maka saling berteriak dan saling membentaklah mereka.

Mari kita belajar menjadi seperti yang dikehendaki Tuhan waktu Dia mencipta kita. Lebih banyak mendengar daripada berkata-kata.

Amin.

[22/8 01.08] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku”…….
Mazmur 23 : 1

Inilah kisah gadis kecil bernama Isadore Sofer. Ia gadis cerdas dan daya ingatnya sangat kuat. Umurnya belum 9 tahun, tapi ia hafal banyak ayat Alkitab.

Di sebuah acara sekolah yang dihadiri
banyak tamu, Isadore diminta tampil untuk menunjukkan kebolehannya. Oleh guru kelasnya ia diminta mengucapkan isi Mazmur 23 secara utuh. Maka ia pun maju ke depan dengan malu-malu. Dan masih dengan tersipu sipu ia mulai mengucapkan :
TUHAN ADALAH GEMBALAKU, TAKKAN KEKURANGAN AKU…….
Sampai di situ ia kelihatan gugup dan grogy. Ia menoleh kanan dan kiri. Lalu ia mengucapkan lagi:
TUHAN ADALAH GEMBALAKU, TAKKAN KEKURANGAN AKU.
Lalu ia menyambungnya dengan : SAYA KIRA ITU SUDAH CUKUP.
Kemudian Isadore membungkukkan badannya memberi hormat kepada hadirin, lalu kembali ke tempat duduk.

Mulanya gurunya agak malu ketika muridnya yang mau dipamerkan tidak bisa tampil seperti yang diharapkan.
Itu disebabkan karena grogy menjadikan ingatannya blank.

Tapi ketika dipikir dan direnungkan lagi. Ucapan Isadore karena grogynya tadi mengandung kebenaran juga.

Kalau Tuhan sudah menjadi gembala kita, bukankah itu sudah cukup. Kurang apa lagi ?
Kalau Dia gembala kita, berarti ada yang melindungi kitadari bahaya, ada yang memberi kita makan, ada yang akan mengobati kita kalau kita sakit, dst….dst.

Bukankah benar sudah cukup dengan semua itu. Kurang apa lagi ?

Amin

[23/8 00.31] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
Kisah Para Rasul1: 8

Setiap kita adalah saksi Kristus. Dan kepada kita telah diamanatkan hal itu. Yakni agar kita bersaksi mulai dari lingkungan kita yg terkecil sampai lingkungan kita yg tidak ada batasnya yaitu seluruh dunia.

Apakah ini berarti kita semua harus bisa berkhotbah, lalu berkhotbah di berbagai tempat ?

Jawabnya akan kita temukan dalam kisah berikut.

Fransiskus Asisi suatu hari mengajak pengikutnya keluar dari biara, dan menjelajah desa desa.

Dalam perjalanan itu bila mereka betemu dengan orang yg belum mereka kenal mereka selalu menyediakan waktu untuk menyatakan perhatian dan simpati mereka.

Setelah dirasa cukup mereka lalu kembali ke biara. Para pengikut Fransiskus brrtanya : Mana katanya kita mau bersaksi dan berkhotbah ?

Frasiskus menjawab :
Lho, kita kan sudah bersaksi dan berkhotbah di sepanjang perjalanan kita tadi. Dengan mulut kita tapi juga dengan tangan dan kaki kita.

Amin

[24/8 01.13] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Andaikata kaki berkata : Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh ? 1 Kor 12 : 15

Suatu hari kaki begitu marahnya kepada mulut. Sampai si kaki berkata : Hei kaki kamu selalu saja mau enaknya sendiri. Selalu mendapat makanan yg enak. Sedang yg lain tidak.

Maka menjawablah si mulut : Ah tidak begitu. Aku mendapat makanan enak itu kan demi kalian juga. Aku makan lalu ada tenaga. Dgn tenaga itu kaki bisa beranjak ke sana kemari dan tangan bisa mencari ini dan itu.
Jadi untuk kepentingan kita semua kan ?

Semua pun diam tidak saling iri lagi.

Amin.
[24/8 01.16] dhony: “Hei mulut” mungkin maksudnya ya om…
[24/8 01.19] Drs Handoyo: Betul Dhon. Sorry sdh ngantuk

[26/8 01.49] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya…….”
Amsal 18:14

– Jay Armes, seorang pria tak berlengan. Namun dia bisa menjadi detektif Amerika.
– Ben Leek seorang Belanda. Ia lahir tanpa tangan. Berhasil memenangi kejuaraan biliar seri Amerika Serikat.
– Wendy Staker, dari Amerika Serikat. Juga tidak mempunyai lengan. Tapi ia pernah menjadi salah satu dari sepuluh peloncat indah terbaik di AS (tahun 1979).
Mereka adalah orang-orang yang punya kekurangan. Tapi semangatnya untuk menjadi sama dengan orang normal sungguh luar biasa.

Amin.

[27/8 03.02] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi Tuhan, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita…”
Ulangan 29:29

Martin Luther menyebut ada 3 macam terang dlm kehidupan manusia di dunia ini.

1. TERANG ALAMI
Pikiran dan pengertian, intelegensia dan commonsense yang dimiliki manusia. Sehingga bisa memahami banyak hal.

2. TERANG ANUGERAH
Wahyu dan hikmat. Memberi banyak prngertian tentang Allah dan firman Nya.

3.TERANG KEMULIAAN
Hanya dimiliki oleh Tuhan. Selagi manusia masih di dunia ada banyak hal tentang Allah yang tidak dimengerti olehnya karena ia tidak memiliki terang ke 3 ini.

Latihlah menggunakan terang 1. Mohonlah dikaruniai terang 2. Agar pada waktunya kelak kitapun diperkenan memiliki terang 3.

Amin.

[28/8 00.59] Drs Handoyo: Pemberitahuan : Renungan Pagi mohon ijin tidak bisa hadir tgl. 29 Agst s/d tgl.1 Sept.

[28/8 01.28] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
1 Yohanes 2 : 15

Kalau digambarkan dengan singkat tentang diri seorang Kristen, maka ia layaknya seekor ikan, di dalam samudera raya. Ia tinggal dan hidup di sana. Tapi air tidak menguasai dia (menjadikan tubuhnya asin, misalnya). Justru kehadirannya, gerak kiprahnya mewarnai air di sekitarnya.

Karena hakikatnya seperti itu, maka tidak heran kalau jemaat Kristen mula-mula dulu, karena hidupnya selalu terancam penguasa yang tidak menyukainya. Maka ada kode atau simbol rahasia untuk berkomunikasi di antara mereka. Simbol itu ialah ikan.

Disamping simbolik, ikan juga merupakan rumusan kredo (pengakuan iman) mereka.
Bahasa Yunaninya ikan adalah : Iesus
CHristos
THeos
Uios
Soter
Artinya : Yesus Kristus Anak Allah Juruselamat.

Amin

Oleh: dhony sucahyo | 12 Juni 2019

Renungan Pagi_Juni 2019

[1/6 01.15] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“….semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ys Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.” Lukas 10:21

Dalam sebuah acara Pertemuan Gerejawi yang diikuti para Pendeta dan Penatua, terjadi diskusi yang hangat ketika acara Doa Pagi ďiadakan per kelompok menurut kamar. Pokok diskusi tentang Berdoa Setiap Waktu seperti dinasihatkan rasul Paulus kepada jemaat Efesus.

Pertanyaan yang masih menggantung adalah bagaimana mewujudkan berdoa setiap waktu itu ? Padahal kita masih harus bekerja, bermasyarakat, dsb.

Diskusi masih terjadi ketika mereka sudah berada di ruang makan. Maka ketika para petugas ruang makan pada membereskan meja, seorang Penatua berkata : Nah, seperti mas nya ini kesibukannya tiap
hari di dapur dan ruang makan. Bagaimana bisa berdoa setiap waktu ? Ya mas ?

Di luar dugaan, mas nya tadi menyahut :
Bisa Pak. Saya melakukan itu kok.
Bagaimana wujudnya ?

Pada pagi hari ketika bangun tidur saya berkata : Terimakasih Tuhan, engkau sudah membukakan mata jasmani saya. Bukakan juga mata rohani saya, agar saya bisa melihat kehendak-Mu.
Ketika saya memasak air untuk membuat minuman saya berkata : Air jasmani ini akan menghilangkan haus para peserta acara. Biarlah Firman Mu sendiri yang adalah Air Hidup itu yang akan menghilangkan dahaga dari hidup semua orang.

Ketika saya mulai mandi, saya berkata : Air ini akan membersihkan tubuh
saya tapi hanya darah Yesus yang mampu membersihkan dosa saya.

Begitu pak, dan seterusnya.

Bukan main….bukan main. Harusnya kamu jadi Pendeta mas. Jangan cuma jadi pelayan dapur.

Amin.

[3/6 01.11] Drs Handoyo: Mohon maaf, tgl. 3 – 8 Juni 2019 Renungan Pagi mohon ijin tidak bisa hadir.

[10/6 00.54] Drs Handoyo: Renungan Pagi

…..” Dan mereka disukai semua
orang.” Kisah 2:47

Namanya saja Kisah Para Rasul, maka bacaan yang ada dalam ayat kita di atas itupun merupakan bagian dari kisah tadi.

Hal ini perlu kita menhgerti dulu agar kita tidak salah dalam menyimpulkan atau mrenarik pelajaran.

Intinya yang mau disampaikan firman Tuhan adalah :
Setelah memahami pesan firman, dan memperoleh hikmat dan kekuatan dari Roh Kudus, semestinya kita segera memptaktikkannya dslam hidup nyata.

Lalu, hidup mempraktikkan firman itu kira kira wujudnya seperti apa ?

Alkitab hanya menggambarkan akibatnya yakni : hidup mereka disukai semua orang.

Hal inilah yang penting untuk kita pegang dan kita jadikan ukuran. Sebab berbìcara tentang praktik iman, pernah suatu ketika seorang pendeta senior mengatakan. Jangan sampai ketika katanya engkau mau mewujudkan imanmu, yang muncul adalah hal hal yang membuat orang lain bergidik ngeri dan ketakutan. Sebab yang nampak dan terdengar adalah: pedang berseliweran, senjata tajam lainnya.Bahkan senjata api. Bentakan bentakan keras dan kasar, kata kata kotor.

Itulah cara mengungkapkan iman ýang mengerikan. Kita tidak diajarkan seperti itu. Kita diajarkan, di manapun kita menjalani hidup, biarlah orang lain yang berinteraksi dengan kita merasakan nyaman, tenang, menyenangkan.

Amin.

[11/6 01.31] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“…Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua. hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya,….
Markus 3 : 28 – 29

Suatu ketika seorang mendengar bunyi firman seperti di atas, firman yang diucapkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Akibatnya, berhari-hari hati orsngg ini menjadi gelisah. Sebab muncul pertanyaan :
Mungkin tanpa sadar àku pernah berdosa dan menghujat Rooh Kudus. Padahal itu dosa yang tidak akan mendapat pengampunan. Kalau begitu sia-sia aku berdoa dan memohon pengampunan.
Bagaimana sih sebenarnya maksud firman itu ?

Pertama pahami dulu peran Roh Kudus dalam hidup orang percaya. Salah satunya adalah MENGINSAFKAN ORANG PERCAYA AKAN DOSA (Yohanes 16:8)

Jadi, manusia bisa sadar akan dosanya dan kemudian memohon pengampunan kepada Tuhan, itu semua karena peran Roh Kudus.

Maka, kalau manusia tidak peduli kepada Roh Kudus, tidak membuka hati, tidak menghormati, tidak mau dengar suaranya, dst, Roh Kudus tidak bisa berkarya dalam diri orang seperti itu.

Jadi, kalau Roh Kudus tidak bisa berkarya, bagaimans manusia bisa menyadari dosanya.
Kalau tidak menyadari dosanya, bagaimana memohon pengampunan.
Kslau tidak memohon pengampunan, bagaimana bisa diampuni.

Jadi semuanya itu akibat dari pilihannya sendiri kan. Maka, jangan pernah menutup pintu hati bagi Roh Kudus.

Dengar, Dia mengetuk dengan lembut. Dan menunggu dibukakan.

Amin.

[11/6 09.21] Ifan Wngr: Ko Handoyo……
Jadi bisa diartikan juga klo seorg percaya tahu klo dia melakukan sesuatu yg berdosa (misal : mencuri / korupsi / percabulan dsb) tapi masih tetap melakukan terus …. Apakah itu bisa disebut menghujat Roh Kudus ?
Mohon pencerahan
🙂
[11/6 09.37] Drs Handoyo: Jawaban buat Ifan.
Mungkin istilahnya lebih tepat MENGABAIKAN teguran.
Karena istilah MENGHUJAT artinya : menghina, menjelek jelekkan.
[11/6 09.44] Ifan Wngr: Jadi…kira2 apa dong contoh kongkret nya ?
Sebab selama ini yg sering saya dengar (dari pentakosta maupunnkharusmatik) adl salah satu bentuk hujat thd Roh Kudus adl dng tidak mau menerima / mengabaikan bahasa roh sbg salah satu karunia yg disebutkan dlm Alkitab.

Sebenarnya klo yg dijelaskan oleh ko Han diatas dlm renungan lebih mengena maknanya dibandingkan dng apabyg saya sampaikan (tidak menerima / mengabaikan bahasa roh).
Sebab menurut saya, kalau ayat ttg hujat thd Roh Kudus hanya diartikan sempit (menerima bahasa roh), maka umat Kristen pasti akan terbelah jadi 2 kubu….. Kayak yg tjd di negeri kita saat ini (cebong- kampret).
Mohon pencerahan
[11/6 09.55] Drs Handoyo: Contoh sederhana saja ya tindakan menghujat Roh Kudus. Dalam satu kesempatan mengaku dikuasai Roh sehingga bisa menubuatkan peristiwa yad. Atau pada saat itu juga berani memanifestasikan diri dikuasai Roh dengan berbicara bahasa roh. Atau melakukan penengkingan thd kuasa jahat, penyakit dst. Semua itu terjadi pada suatu kesempatan tapi pada kesempatan yg lain dari hidup orang itu ada hal hal : Suka omong kotor, menipu orang. Suka KDRT, pendek kata ada hal hal tercela.
[11/6 09.58] Drs Handoyo: Jadi kalau MENGABAIKAN TEGURAN itu pasif.
MENGHUJAT itu aktif.
[11/6 10.00] Ifan Wngr: Klo hal ini dibahas dng gol Pentakosta / Kharisnatik bakal jadi panjang n lebar yah….🙂
[11/6 10.01] Drs Handoyo: Panjang dan lebar. Tinggi dan dalam.
[11/6 10.06] Ifan Wngr: Tapi yg saya mau tahu….. Sebenarnya GKI dsb memposisikan ttg keberadaan 9 Karunia roh yg & juga buah roh ?
Karena selama ini (jujur) yg sering saya dengar adl pendapat dr kita yg lebih menekankan pada aspek Buah Roh saja……
Padahal saya yakin dan pasti bahwa setiap Firman Tuhan itu pasti punya maksud & tujuan ! Sehingga seharusnya ttg Karunia roh (salah satunya bahasa roh) itu juga pasti akan terjadi ! Apapun nti wujud / manifestasi karunia roh & juga vuah roh nya….CMIIW ..
[11/6 10.12] Ifan Wngr: Saya oernah diskusi ttg *jawaban* ini dng teman yg kharisnatik.
Dia bakas tanya ke saya…..
Apakah ada jaminan juga kita (GKI dsb) tidak melakukan dosa / tindakan2 seperti yg disebut diatas ? Zinah, KDRT, mabuk2 an dsb …….

Sebab kita tidak bisa menemukan seorangpun yg sempurna (kecuali Yesus) didunia ini…
Bahkan kebenaran kita pun dikatakan oleh Alkitab spt Kain cemar dimata Tuhan……
[11/6 10.13] Ifan Wngr: Maaf jadi pjg, lebar, dalam dan tinggi ya ko Han….🙂

[12/6 00.05] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.”
Matius 12:33

Ada seorang lelaki kaya, pemilik beberapa pabrik. Pabrik makanan, minuman, tekstil, sarana kebersihan, kosmetik, dsb.

Walaupun kaya raya namun ada yang kurang pada lelaki itu. Yakni ia belum menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Tapi ia percaya bahwa Tuhan itu ada.

Jika ditanya tentang hal itu jawabnya : Saya itu ya, dulu juga beragama. Tapi terus terang, saya kemudian kecewa kepada agama. Ajarannya bagus, tapi kehidupan umatnya tidak seperti itu.

Ada orang mengakunya beragama. Tapi dalam hidupnya banyak merugikan orang, meyusahkan orang, bahkan tidak peduli kepada orang lain. Jadi seberulnya agama itu tidak ada gunanya kan.

Suatu hari seorang pendeta bertandang ke rumah lelaki kaya itu. Kebetulan ia sedang berada di pabrik kosmetiknya.

Si lelaki kaya mengajak pak pendeta berkeliling. Tiba-tiba pak pendeta berkata : Sayang ya produk keantikan dan kebersihan ini diprpduksi begitu banyak tapi tdk ada gunanya.
Dengan nada terperanjat si lelaki ganti bertanya : Tidak ada gunanya bagaimana maksudnya ?
Pak pendeta menjawab : Ya tidak ada gunanya. Semua teronggok di sana. Buat kita yang berdiri di sini itu semua tak ada gunanya kan.
Jawab si lelaki : Tentu saja, barang barang itu baru ada gunanya jika kita pkai. Memakainyapun dengan benar.
Pak pendeta pun segera menyahut : Nah, seperti itu juga halnya dengan agama. Baru akan berguna jika kita mengenakannya. Mengenakannya pun dengan benar, bukan asal.
Si lelaki nampak tersenyum sambil menunduk. Sepertinya ia sedang meresapi kata-kata pak pendeta.

Amin.

[13/6 00.17] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Segala sesuatu yang berdasarkan perintah Allah semesta langit, harus dilaksanakana dengan tekun…..”
Ezra 7 : 23

Inilah kisah tentang Alkitab di sebuah keluarga Kristen.
Suatu hari pendeta bersama seorang penatua datang berkunjung ke rumah seorang anggota jemaat. Menjelang berpamitan pendeta itu berkata : Kami senang bertemu dengan keluarga di sini, semua dalam keadaan baik. Nah, sebelum kami pamit kami ingin berdoa untuk keluarga di sini. Tapi sebelum kita berdoa saya ingin membacakan satu ayat Firman Tuhan supaya bisa menjadi kekuatan bagi keluarga di sini. Maaf bisa kami pinjam Alkitabnya.

Begitu mendengar permintaan itu mulailah terjadi kesibukan pada seisi rumah. Ada yang mencari di dalam almari, di atas almari, di meja dekat tv, di dalam kamar, di luar kamar, di rak buku dst. Sampai beberapa saat belum ketemu juga Alkitab yang dicari. Ternyata sebuah permintaan sederhana, cukup membuat panik seisi rumah.

Sampai kemudian sang bapak membongkar kolong meja tamu. Satu persatu diangkat isinya. Ada koran bekas, majalah bekas, buku resep masak, buku mewarna. Bahkan ada juga tas tas kresek yang sudah dilipat, bekas bungkus kado yang sudah dilipat juga.
Dan……di tumpukan paling bawah diketemukanlah Alkitab yang dicari itu.
“Lega rasanya, akhirnya ketemu juga yang dicari.” Kata sang bapak.
Sang pendeta pun menyahut : “Rupanya di rumah ini Firman Tuhan diletakkan sebagai dasar dari segala sesuatu.”
Mendengar itu sang bapak pun tersipu-sipu.

Itulah kisah Alkitab di keluarga tadi. Kalau di rumah kita tidak begitu kan ?

Amin.
[13/6 00.34] dhony: Bentar om, agak telme ini om, apa hub. Ezra 7:23 sama alkitab?
[13/6 00.41] Drs Handoyo: Pada masa itu belum ada Alkitab yg berwujud buku.Tapi Firman Tuhan ada.
Maka nasihat nabi kpd umat : segala sesuatu harus berdasar FT dan hrs dilakukan dgn tekun.

[14/6 01.20] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.”
Matius 5 : 14

Ada 3 pesan kita dapatkan dari firman yang diucapkan Tuhan Yesus diatas.

1. Ini bukan perintah, juga bukan himbauan. Tapi7 sebuah penegasan atau peringatan. Yang, kalau dalam bahasa pergaulan, 6kira kira bunyinya :
He, ingat lho. sebagai pengikut-Ku, kamu itu ibarat penerang di tengah dunia ini.
2. Kalau kita mendengar peringatan yang bunyinya seperti itu, bagaimana semesti
nya respon kita ?

Periksalah apakah terang yang memancar dari hidup kita ini masih tetap memancar, mulai meredup, makun redup dan bahkan hampir padam.

3. Lalu apa yang mesti kita lakukan ?
Jaga dan pelihara agar kita punya kehidupan tetap dekat dengan Tuhan, supaya kita tetap terpapar sinar terang-Nya. Karena hanya Dia lah terang sejati.
Jika kemudian kita terpapar sinar terang-Nya kita pun juga memancarkan terang, maka terang itu ibarat terang dari sebuah kota di atas gunung. Tidak menyilaukan.justru indah Karena bukan pamer terang tapi dengan sendirinya muncul pamor terang.

Seperti itulah hidup setiap orang Kristen semestinya.

Amin.

[15/6 00.16] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Ku-katakan kepadamu.”
Yohanes 15 : 3

Namanya ibu Kristiani (biasa dipanggil bu Kris). Usianya sudah tidak muda lagi. Pekerjaannya berjualan arang.

Suatu siang, tim perkunjungan dari gereja datang berkunjung.

Setelah ngobrol sana-sini, seorang penatua anggota tim perkunjungan, melihat ada hal menarik di atas meja (satu-satunya meja) yang ada di tempat berjualan arang itu.
Hal menarik itu adalah, ada sebuah Alkitab yang kelihatan lusuh di atas meja itu.

Maka dengan penuh percaya diri sang penatua bermaksud menasihati : “Alkitab itu seharusnya jangan ditaruh di situ, biar. ndak kotor. Kita harus menghargai Alkitab kan.”

Dengan nada merendah bu Kris pun menjawab : “Seharian itu saya berada di sini. Pembeli arang kan tidak sebanyak pembeli sembako. Jadi saya punya banyak waktu luang. Saat seperti itu saya isi dengan membaca Alkitab. Maka kalau tiba-tiba ada pembeli tentu saya layani dulu. Setelah ada waktu lagi segera saya kembali ke Alkitab. Begitu sering terjadi berulang. Maka Alkitab saya pun jadi belepotan.”

Sang penatua menyahut :
“Tapi Alkitab kan harus dihargai. Jangan dibiarkan kotor.”

Bu Kris pun menjawab :
“Memang Alkitab saya jadi lusuh, kotor. Tetapi sebagai akibatnya, hati dan hidup saya menjadi semakin bersih. Kalau Alkitab itu saya jaga tetap bersih dengan menyimpannya terus dalam almari. Maka hati dan hidup saya yang justru akan tetap kotor. Jadi lebih baik yang mana ?

Amin.

[17/6 01.07] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Sebab Firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.”
Mazmur. 33:4

Ada kelompok orang yang menyebut dirinya sebagai “pemikir bebas.” Mereka menyebut Alkitab itu bukan Firman Tuhan, karena isinya banyak yang keliru dan tidak akurat.

Suatu kali, salah seorang dari mereka yakni kelompok pemikir bebas ini, yang namanya Sir William Ramsay, berasal dari Skotlandia, akan mengadakan sebuah. ekspedisi.

Ekspedisi dilakukan ke daerah Asia Kecil, Eropa Selatan dan sekitar Laut Tengah. Melalui ekspedisi ini
Ramsay hendak napak tilas jejak perjalanan penginjilan yang dilakukan rasul Paulus. Dan dalam ekspedisi nanti ia berharap bisa membandingkan antara apa
ditulis dalam kitab Kisah Para Rasul dengan kenyataan yang ia jumpai sekarang.

Dalam perjalanan penjelalajahannya Ramsay menjumpai
keterangan dan data yang disebut Lukas dalam kitab Kisah
Para Rasul ternyata sangat akurat.

Dan Ramsay pun terheran heran menyaksikan semua itu. Tapi yang lebih menarik lagi adalah, kemudian Ramsay pun menjadi pengikut Tuhan Yesus. Dan dari tangannya lahir banyak buku rohani
yang mengakui betapa benar dan tepatnya Alkitab.

Oleh karena itu, jangan pernah sekalipun meragukan Alkitab. Sebab buku itu memang tulisan manusia tapi karya Tuhan sendiri.

Amin.

[18/6 01.08] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“…..giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan !………”
1 Korintus 15:58

Seorang pendeta suatu hari bertemu dengan teman lamanya yang sudah bertahun-tahun tidak pernah berjumpa.

Mereka ngobrol sana-sini, saling bertanya tentang keluarga masing-masing, saling bertukar informasi tentang teman-teman mereka dulu pada berada di mana mereka sekarang.
Sampai akhirnya mereka berbicara tentang aktivitas sekarang.
Sang pendeta ditanya oleh temannya,
“Sudah berapa lama engkau menjadi pendeta di gerejamu sekarang ini.”
“Yah, kurasa sudah lebih dari 5 tahun.”
“Kalau begitu sudah cukup punya pengalaman dong.”
“Begitulah kira-kira.”
“Berapa banyak sih jumlah anggota gerejamu ?”
“Kira-kira hampir seribuan orang.”
“Wah, banyak juga kalau begitu. Apakah seribu orang itu semuanya aktif ?”
Dengan mantap sang pendeta menjawab.
“Ya, ya. Mereka semuanya aktif.”
Sang teman agak terperanjat. Maka segera menimpali.
“Hebat dong. Seribu orang semua
nya aktif.”
“Tidak hebat juga. Seribu orang semuanya aktif itu maksudnya :
60% aktif buat Tuhan
10% aktif buat usaha dan bisnisnya.
20% aktif buat hobbynya.
Nah, 10% lagi aktif buat lain-lainnya.”

Itu memang bukan cetita tentang gereja kita. Tapi kalau mau dijadikan bahan introspeksi boleh juga kok.

Kita sendiri termasuk dalam klasifikasi prosentase yang mana ?

Amin.

[18/6 07.00] Susilo Wng: Hehe…introspeksi sik. Amiin..syukur kepada Allah.🙏🏻✝🙏🏻
[18/6 07.30] Ifan Wngr: Koh Handoyo…….
Mau tanya lagi ya…saat ini ada begitu banyak versi Alkitab. Misal dlm versi bhs Indonesia ada TL, TB, BIS. Klo bhs Inggris ada KJV, NKJV, NIV, Message, Amplified dsb.
Dan kadang2 arti / makna ayat2 menjadi berbeda.
Pertanyaan saya :
– Mengapa bisa ada banyak versi, sedangkan sumbernya hanya
ada versi bhs Ibrani (PL) dan Yunani (PB) & mengapa bisa tjd spt hal ini ?
– Siapa / badan apa yg berhak menetapkan bahwa versi terjamahan tsb bisa diterima ?
Sebab saat ini sedang ada bbrp perdebatan ttg terjemahan The Passion Translation.
Jangan2 nti setiap org bisal / boleh membuat terjemahan Alkitab versi dhewe2….
Mohon pencerahan.
Thx sebelumnya ko Handoyo
[18/6 11.09] Drs Handoyo: Jawaban buat Ifan.
1. Pada dasarnya Firman Tuhan itu ditujukan untuk siapa saja. Terbuka bagi semua. Semua umur,
Semua bangsa bahkan semua suku bangsa.
2. Karena Firman itu bentuknya tertulis maka supaya bisa menjangkau semua, Firman itu harus datang dengan bahasa yang dimengerti orang yang mau dijangkaunya.

Jadi inilah dasarnya dilakukan penerjemahan Alkitab.

3. Kenapa utk satu bahasa saja bisa muncul berbagai versi. Inib upaya untuk lebih mendekat lagi kepada sasarannya.
Karena harus disadari hasil penerjemahan spt apapun tidak bisa di klaim bahwa hasilnya persis sama seratus prosen dgn yang dalam bahasa aslinya. Karena tiap bahasa itu punya kelebihan dan kekurangannya masing masing. Itulah sebabnya sdh diterjemahkan, masih dibuat lagi revisi setiap kurun waktu tertentu. Atau dibuat berbagai versinya tidak lain supaya tetap bisa menjangkau manusia siapapun dia, hidup pada zaman kapanpun dan di manapun.

Begitu Fan.

[19/6 01.52] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah
kita,”……..Ibrani 10:25

Inilah beberapa fakta menarik yang kita perlu tahu.

Dari hasil penelitian didapati bahwa orang yang tekun beribadah di gereja punya kesehatan lebih baik dibanding dengan yang tidak.

Mereka yang setia brribadah di gereja punya tekanan darah lebih baik.

Mereka yang secara teratur beribadah di gereja peluang terkena serangan jantung koroner 50% lenih rendah.

Pengunjung gereja aktif yang juga tidak merokok, bukan peminum, tidak mengkonsumsi obat bius, bukan pelaku seks bebas. Menjadikan diri mereka orang-orang yang lebih sehat.

Doa doa yang dinaikkan menambah ketenangan jiwa, yang pada gilirannya menetralisir hormon stress.

Itulah beberapa fakta yang perlu kita ketahui.

[19/6 05.47] Kartika Padna Paramitha: trus fakta jugak…rumah yang sering di pakek/ketempatan untuk persekutuan doa kelompok…pemahaman alkitab…dan sejenis nya. ternyata penghuni nya…suami istri anak2…lebih sehati dan kompak…
[19/6 05.48] Kartika Padna Paramitha: karena maaf…ada juga kejadian…keluarga yg tidak pernah mau ketempatan…menolak..krn tidak mau refot2….
[19/6 09.49] Ifan Wngr: Ok noted n thanks ko Handoyo😁

[20/6 01.36] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.”
Amsal 15:13

Alkisah, pada suatu hari setan menjual koleksi peralatannya. Di antara semuanya konon yang terampuh adalah alat yang berbentuk pahat kecil dan tajam. Karena ampuhnya alat ini maka harganya pun amat mahal.

Ketika ditanyakan kenapa harga alat yang satu ini amat mahal, jawabnya adalah :
Itu adalah senjata paling handal untuk mematahkan semangat manusia.

Berikan saja apapun yang diinginkan manusia. Setelah itu patahkan semangatnya. Dengan begitu kita bisa menguasai hati, pikiran, dan kemudian seluruh hidupnya.

Jadi, wahai manusia. Waspadalah senantiasa dengan siasat dan muslihat si jahat.

Amin.

[20/6 11.35] Susilo Wng: Berarti…ketika segala sesuatunya terasa *indah, nyaman, aman dan bahagia* tingkat kewaspadaan rohani harus semakin ditingkatkan ya, Om?
[20/6 12.48] Drs Handoyo: Betul mas Susilo.
Di zona nyaman tidak boleh kewaspadaan mengendur.

[21/6 03.35] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Ia telah memperkenalkan jalan-jalan
Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel.
Mazmur 103 : 7

Banyak orang Kristen lebih suka menghadiri KKR prnyembuhan ilahi daripada hadir di kebaktian biasa.
Penyebabnya adalah,
Melalui KKR Penyembuhan ilahi orang berharap bisa melihat bahkan bisa mengalami kehadiran Allah secara nyata. Bisa dirasakan melalui mengalami disembuhkan, dilepaskan dari persoalan yang membelit, dst.

Tapi mari perhatikan hal berikut. Setiap kali umat bertemu dengan Allah, selain umat bisa merasakan kehadiran-Nya diharapkan umat juga memberi perhatian kepada perintah-Nya.

Sayangnya umat yang memberi perhatian kepada perintah-Nya tak sebanyak umat yang ingin mengslami karya penyembuhan-Nya. Ini sudah terjadi semenjak jaman dahulu. Itu sebabnya ketika membandingkan dua sikap ini Daud, penulis mazmur yang kitacbaca tadi menyebutkan : kepada orang Israel (umat pada umumnya) Allah memperkenalkan PERBUATAN PERBUATAN NYA, tapi kepada Musa Allah memperkenalkan JALAN JALANNYA

Sesungguhnya Allah rindu setiap kita bisa mengalami karya Nya, tapi juga kemudian hidup menurut jalan-Nya.
Alangkah sedihnya hati Allah, jika kita hanya mau menikmati karya-Nya tapi kemudian tidak mau hidup menurut jalan- Nya.

Amin

[22/6 02.27] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“….Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kau kehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau kevtempat
[22/6 02.41] Drs Handoyo: yang tidak kau kehendaki.” Yohanes 21 : 18

Tidak ada kuda yang bisa dipakai sebelym ia diberi pelana.
Tidak ada uap atau gas yang bisa menggerakkan aoapun sebelum dimasukkan ke dalam ruang.
Tidak ada air Niagara yang bisa diubah menjadi cahaya dan daya sebekum ia dimasukkan dakam terowongan.
Tidak ada kehidupan seorang anak manusia bisa bertumbuh dan berkembang menjadi berkat dan memuliakan Allah sebelum ia mau dan taat dipusatkan, dibaktikan, dan bersedia diatur diarahkan.

Amin

[24/6 02.56] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“,,,,segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang dibrumahmu.
Lukas 19:5

Ada seorang kaya raya yang pada suatu hari membeli sebuah lukisan tentang Yesus Kristus. Lukisan itu sangat. bagus tapi juga sangat mahal.

Semenjak datangnya lukisan tadi berhari hari muncul kesibukan baru di rumah tadi, yakni kesibukan menakar, mematut-matut, serta mencoba, di mana dinding yang paling cocok untuk memasang dan memajang lukisan tadi.

Dicoba, dipatut di manapun selalu saja akhirnya ada penilaian, wah tidak patut kok dekat dapur. Wah kok dekat dekat kamar mandi. Wah kok dekat keranjang sampah. Selalu begitu. Dst. Dst.

Itu cuma mau menempatkan sebuah lukisan. Bayangkan betapa ribetnya Zakheus yang mesti menyambut Tuhan Yesus dalam wujud fisik-Nya.

Bagaimana pula dengan kita sendiri. Yang sewaktu-waktu harus menerima Dia dalam wujud Roh yang mau hadir di rumah rohani kita. Siap menyambut Dia ?

Amin.

[25/6 00.50] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!
Roma 10 : 15

Konon kabarnya, sebuah kawasan yang terletak di area pegunungan di Afrika Barat, masih dihuni masyarakat kanibal.

Tidak sedikit orang yang memberanikan diri mencoba menembus daerah itu, nyatanya tidak
pernah kembali juga. Ada dari kalangan ilmuwan, ada dari kalangan militer, ada juga para penjelajah atau bahkan masyarakat biasa yang cukup punya nyali dan ingin menguji nyalinya.
Hanya sayangnya, fakta menunjukkan bahwa di antara kelompok orang tsb. memang tak pernah ada yang kembali.

Hingga suatu ketika, kondisi yang menyimpan misteri ini menantang sekelompok misionaris untuk memecahkannya.

Setelah mempersiapkan diri sebaik mungkin, ķelompok misionaris inipun akan segera menembus hutan maut tersebut.

Dari tampilan fisik, hal yang mencolok nampak membedakan kelompokini dibanding lain-lainnya adalah kelompok ini tidak membawa senjata samasekali, senjata tajam apalagi senjata api.

Dan ternyata justru itu rahasianya yang membedakan nasib mereka dengan kelompok lainnya.

Singkat kata, karena kedatangannnya membawa persahabatan, kedamaian, kebaikan, dst. maka kedatangannyapun diterima tidak dengan permusuhan.

Dan prinsip ini berlaku di belahan dunia manapun.
Oleh karena itu, marilah kita menjadikan diri kita orang-orang yang kehadirannya selalu membawa kebaikan.

Amin.

[26/6 00.19] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan.”
Yesaya 29:13

Apa yang tergambar dalam ayat di atas adalah kondisi umat Tuhan pada masa pelayanan nabi Yesaya.

Melalui nabi Yesaya Allah mencela dan mengecam hidup kerohanian umat. Khususnya yang nampak dalam hidup peribadatan mereka :

– melalui mulutnya mereka berdoa kepada Allah, dan juga bernyanyi. Tapi ternyata hatinya jauh dari Tuhan.
– Mereka masih beribadah, tapi yang mereka lakukan sebenarnya hanyalah apa yang menyenangkan hati manusia.

Alkisah ada seorang Kristen yang dalam tidurnya bermimpi diajak oleh malaikat Tuhan melihat kondisi manusia di dunia ini.
Coba kau perhatikan itu. Demikian kata sang malaikat. Itu adalah suasana ibadah Minggu, tapi dirimu tak ada di sana karena kau bersamaku di sini.
Dengar dan perhatikan baik-baik.

Setelah sejenak memperhatikan, bertanyalah si orang Kristen. Kenapa bisa seperti itu?
Kadang kedengaran kadang tidak. Baik doa maupun nyanyi kadang terdengar semua bersuara, kadang terdengar hanya beberapa. Itu menunjukkan kadang semua melakukan itu dengan sepenuh hati , kadang hanya beberapa gelintir saja yang melakukan itu.
Nah, kondisi seperti itulah yang dilihat dan didengar Allah.

Maka melalui Yesaya Allah menegur umat-Nya dulu dan juga kita semua sekarang.

Amin.

[27/6 01.26] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“…aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku…..”
Galatia 2 : 20

Martin Luther punya kisah menarik untuk menggambarkan perjuangannya melawan si jahat yang setiap kali selalu menggodanya.

Ketika suatu kali ada orang menanyakan hal itu kepadanya, maka Luther pun menjawab :

Ketika iblis mulai mengetuk-ngetuk pintu hatiku minta supaya diijinkan masuk. Setiap kali terjadi demikian aku sadar siapa yang kuhadapi. Maka akupun segera berdiri di belakang Tuhan Yesus, berlindung di situ. Dan biarlah Tuhan Yesus yang akan maju, membukakan pintu dan menghadapi siapa yang ada di sana.

Suatu kali pernah kudengar iblis bertanya : Siapa tinggal di sini ?
Tuhan Yesus pun menjawab : Martin Luther memang dulu pernah tinggal di sini. Tapi sekarang sudah tidak lagi. Sekarang Aku yang tinggal di sini.

Dan ketika iblis melihat siapa yang ada di hadapannya, Dia yang di tangan-Nya ada luka bekas lubang paku, Iblis pun segera ngacir pergi.

Ternyata jurus ampuh yang dipakai Martin Luther.
Ayo kita ikuti.

Amin.

[28/6 01.23] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”
Matius 5 : 48.

Kalimat dalam ayat di atas adalah ucapan Tuhan Yesus sendiri. Isinya adalah tuntutan kpd kita semua supaya menjadi sempurna.

Sekali membaca tuntutan tsb. tak sedikìt orang Kristen yg responnya negatif.
Kita ini manusia biasa yang penuh kelemahan, mana bisa disuruh sempurna ?
Jadi, firman tadi mustahil dilaksanakan.

Betulkah begitu. Mari pahami dulu, apa sih makna sempurna.
Kata yang diterjemahkan sempurna itu aslinya teleios. Padan katanya memanģ sempurna. Tapi artinya kalau dikalimatkan panjang adalah: menjadi seperti yang diinginkan Bapa.

Nah, waktu Bapa menciptakan kita dulu standarnya adalah : menurut gambar dan rupa Allah.

Gambar dan rupa yang indah itu menjadi rusak oleh kuasa dosa. Maka oleh karya Kristus gambar dan rupa yg indah itu akan dipulihkan. Tentu butuh waktu untuk prosesnya.

Maka yang dituntut dari kita adalah kesediaan untuk taat kepada Kristus. Dan kesediaan untuk terus berjalan sambil memandang Dia. Agar kemudian gambar dan rupa Allah itu semakin nampak dalam diri kita. Dan kitapun menjadi teleios (sempurna).

Amin.

[29/6 00.11] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Sadarlah dan berjaga-jagalah ! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.”
1 Petrus 5 : 8

Peristiwa ini terjadi di sebuah kebun binatang. Hari itu pengunjung tak begitu ramai. Pada saat seperti itu, seorang petugas kebersihan membuka pintu kandang seekor singa, lalu ia masuk untuk melakukan tugasnya. Anehnya pintu kandang dibiarkannya terbuka.
Pengunjung yang mengetahui keadaan itu berusaha memberitahu. Dan sang petugaspun segera menggendong singa itu lalu menjelaskan,
” Singa ini sudah sangat jinak.”
Seorang pengunjung menyahut,
“Yah tapi sejinak apapun dia kan tetao singa yang sewaktu waktu bisa menggigit kita.”
“Ooo, tenang saja. Dia sudah agak tua. Sudah tidak bergigi alias ompong dan kuku kukunyapun sudah dipangkas supaya tidak membahayakan.”

Singa di kebun binatang bisa menjadi tua dan menjadi seperti itu. Namun “singa” si iblis tidak pernah menjadi tua, tidak pernah menjadi ompong, maka ia selalu berbahaya. Jangan pernah main main dengan dia.
Demikian nasihat rasul Petrus.

Nasihat penting lainnya mengatakan :

Perangkap iblis tidak akan mampu menjerat kita, dan si iblis pun tidak akan mampu menelan kita kecuali kita terpikat oleh umpannya.

Amin.

Oleh: dhony sucahyo | 11 Juni 2019

Renungan Pagi_Maret 2019

[1/3 01.19] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya se mua orang berbalik dan bertobat.
2 Petrus 3 : 9

Robert Ingersoll adalah seorang atheis. Suatu hari dalam sebuah acara pertemuan warga di lingkungan tempat tinggalnya, ia diberi kesempatan untuk tampil dan berbicara.
Dan ia pun memamerkan ke atheisannya sembari menantang Tuhan.Ia berkata : Saudara sekalian, saya akan buktikan bahwa Allah itu tidak ada. Saya tidak mengakui-Nya dan tidak akan pernah. Kalau memang Dia ada, dan Dia mendengar hujatan saya, tentu Dia akan murka kepada saya. Sekarang saya beri waktu 5 menit. Dan biarlah Allah menunjukkan kekuatan murka-Nya dengan membunuh saya. Mari kita tunggu dan kita lihat apa yang akan terjadi.
Ternyata 5 menit berlalu dan tidak terjadi apa apa. Lalu berkatalah Ingersoll memungkasi kekurangajarannya : Nah, saudara lihat sendiri kan, bahwa Allah tidak ada.

Ketika Pdt. Joseph Parker ditanya komentarnya tetang hal ini, ia mengatakan :
Kalau diperhatikan sepintas, secara logika nampaknya Ingersoll benar. Tapi saya juga bisa menunjukkan kebenaran lain. Yakni bahwa Allah yang kita kenal adalah sungguh Allah. Ia bukan pribadi yang tempramental, emosional, dan gampang marah. Maka tidak akan hanya dalam waktu 5 menit habis kesabaran-Nya. Sebab Ia panjang sabar.
Tapi, meskipun demikian jangan pernah sekalipun kita main-main dengan kesabaran Allah.

Amin.


[2/3 02.37] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“…..janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah….”
Efesus 4 : 30

Suatu ketika Roh Kudus datang kepada seseorang di masa kanak-kanaknya. Dan Roh Kudus pun bertanya dengan lembut : Bolehkah Aku masuk ke dalam hatimu ?

“Ah, aku masih terlalu muda. Kelak saja kalau aku sudah lebih dewasa.”
Demikian jawab bocah tadi.

Roh Kudus kembali ketika bocah tadi sudah menjadi remaja.
“Ah, aku masih menikmati masa remaja ku. Jangan ganggu dulu.”

Roh Kudus pun kembali ketika si remaja sudah menikah.
“Waah, aku masih mau menikmati kebahagiaan pernikahanku. Lain kali saja.”

Roh Kudus tak kenal menyerah. Ia datang lagi ketika pengantin baru itu sudah mulai bekerja.
“Aduuh, sekarang ini aku lagi sibuk sibuknya bekerja. Demi karier semua ini.”

Ketika orang itu sudah memasuki masa tuanya. Roh Kudus kembali datang.
“Aku sudah terlalu tua, aku sudah pensiun. Aku pengin menikmati masa tuaku. Jangan ganggu.”

Ketika kematian hampir menjemput, Roh Kudus kembali menjenguk. Nampak sekali orang tadi gelisah. Tangannya meraih ke atas sambil berbisik, tolong aku, tolong aku.
Dan Roh Kudus pun menjawab :

Maaf ya, sudah terlambat.

Amin.


[4/3 04.00] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat : enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan, Allahmu…..”
Keluaran 20 : 8-10

Adalah sebuah dongeng : Suatu hari seorang ibu pulang dari berbelanja di pasar. Di antara belanjaannya adalah 7 buah roti untuk oleh-oleh. Karena rumah ibu ini relatif tidak jauh dari pasar maka ibu ini berjalan kaki saja berangkat maupun pulang dari pasar. Sesudah berjalan beberapa puluh langkah dari pasar, di tepian trotoar ibu ini melihat seorang pengemis duduk sambil menengadahkan tangannya mengharap belas kasihan. Karena tergerak hatinya ibu inipun mengambil satu buah dari roti yang tadi dibelinya dan diulurkannya kepada pengemis tsb.

Kemudian ibu ini meneruskan perjalanannya. Tapi langkahnya melambat, rupanya pikirannya masih terganggu oleh pengemis tadi. Ibu ini berpikir. Kalau cuma makan satu apa bisa mengenyangkannya padahal ià tak punyà makanan lain, sementara aku di rumah meja makan dan almariku penuh dengan berbagai makanan. Maka ibu inipun berbalik langkah mendekati pengemis tadi, sambil membuka tasnya ia mengulurkan satu demi satu roti sambil berujar : bapak punya isteri ? Pengemis itupun mengangguk. Punya anak ? Kembali pengemis itu mengangguk sambil bergumam pelan : anak saya tiga, masih kecil kecil.
Maka ibu tadi menyerahkan 5 potong roti dari dalam tasnya sambil berkata : nih buat isteri dan anak bapak. Lalu ibu itu berbalik langkah kembali menuju ke arah pulang.

Sejurus kemudian si pengemis itu bangkit dari duduknya lalu mengejar ibu itu. Rupanya ia melihat ketika ibu tadi mengeluarkan roti dari dalam tasnya. Pertama satu, kemudian lima. Ketika itu sekilas nampak masih ada tertinggal satu di dalam tas. Pikir si ibu, sisakan satu buat oleh oleh anaknya yg terkecil. Tapi lain lagi pikiran si pengemis, kenapa tidak sekalian yg satu itu. Maka dengan kasar di tariknya tas belanjaan ibu tadi dan diambilnya roti yg tinggal satu itu.

Dongengnya berakhir sampai di situ. Saatnya untuk merenungi. Seperti ibu tadi 6 buah roti sudah diberikannya kepada pengemis. Demikian juga Allah sudah memberikan 6 hari untuk kita pakai menurut keinginan kita. Ibu tadi tinggal menyisakan 1 potong roti. Allah pun tinggal menyisakan 1 hari yang Ia minta untuk kita khususkan untuk memuliakan Dia.
Seperti pengemis tadi, yg 1 itu mau dirampasnya juga. Kitapun sering berlaku demikian, yg 1 itu mau kita rampas juga untuk kesenangan kita sendiri.

Alangkah keterlaluannya bukan ?

Amin.


[4/3 05.02] dhony: Om sama nggak pengertiannya dengan di kejadian Kejadian 3:2-3 (TB) Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”
[4/3 06.15] Kartika Padna Paramitha: amin…memang kita keterlaluan ya…dan serakah…. 🤦‍♀🤦‍♀ maturnuwun pak handoyo…firmanNya tiap hari mengingatkan kita semua…🙏🙏
[4/3 07.04] Drs Handoyo: Ada persamaan:
Sama sama menunjukkan serakahnya manusia.
Ada perbedaan :
Yg satu keserakahan dalam hal umum,
Yg satunya keserakahan khusus dalam menggunakan hari/waktu.
[4/3 07.17] dhony: satu lagi om, aku pernah dengar kalau hari sabat itu hari sabtu, bener nggak?
[4/3 07.21] Drs Handoyo: Betul, Dhon. Sabat itu padanannya skr ya Sabtu itu.
[4/3 07.26] dhony: tapi kok ibadah kita hari Minggu Om?
[4/3 07.39] Drs Handoyo: Sampai zamannya Tuhan Yesus, ibadah itu hari Sabtu. Tuhan Yesus sendiri menjalani itu.
Tapi setelah peristiwa kebangkitan-Nya yg betarti juga kemenangan-Nya, murid murid biasa berkumpul pada hari Minggu utk merayakan kemenangan itu. Dari kebiasaan ini akhirnya terlembaga bahwa ibadah umat PB itu hari Minggu.
[4/3 07.40] Drs Handoyo: Jd yg penting esensinya, ada satu hari yg dikhususkan untuk Tuhan.


[5/3 01.35] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yabg satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.”
Roma 8 : 12

Alkisah, ada seorang Kristen (warga GKI) suatu hari bermimpi ketemu malaikat. Malaikat itu menawarkan kepada si orang Kristen tadi untuk sekadar berjalan jalan melihat suasana sorga. Mendapat tawaran seperti itu, si orang Kristen pun menyambut gembira.

Ketika mereka sedang berjalan melintasi sebuah aula besar, si orang Kristen bertanya :
Itu mereka sedang apa ?
Oo, mereka sedang berlatih menyanyi.
Tanyanya lagi : Siapa saja mereka itu kok banyak sekali ?
Mereka itu penghuni sorga.

Hah, penghuni sorga ? Ada orang Katolik ?
Tidak ada.
Orang kharismatik ?
Juga tidak ada.
Naah, kalau orang GKI ?
Itu pun tidak ada.
Jadi mereka semua ini orang apa ?
Mereka adalah orang orang yang ketika masih di dunia percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat.

Di sorga tidak dibedakan lagi keanggotaan gerejanya.

Amin.


[5/3 09.57] Titin Wngr: Om .. bagaimana dengan pengikut ajaran agama2 lain juga Aliran kepercayaan ?
[5/3 10.43] Drs Handoyo: Sorry ya Tin, baru jawab skrg.
Tentang agama lain, termasuk Aliran kepercayaan, bahkan kalau boleh saya tambah, juga generasi orang orang sebelum Tuhan Yesus.
Bagi mereka semua ini yang dilihat apakah mereka menjalani kehidupan seperti yg diajarkan oleh Tuhan Yesus. Bukan cara menyembahnya, bukan cara ibadahnya. Sebab Tuhan Yesus sendiri mengatakan : Akulah JALAN dan KEBENARAN dan HIDUP. Jadi Dia itu JALAN. Maksudnya model kehidupan untuk ditiru. Dan lagi di hari penghakiman Dia akan berkata : Bukan setiap orang yang berseru Tuhan, Tuhan, yg akan diterima tapi mereka yg MENJALANKAN PERINTAH BAPA.
Begitu Tin.
[5/3 10.47] Titin Wngr: Terima kasih om Han. Jawaban nya .. 🙏🏻
[5/3 14.03] Iwan Pethak: Om Handoyo….. Mau tanya ttg peristiwa Tuhan Yesus transfigurasi / menampakkan kemukiaanbdlm Markus 9.
1. Kira2 apa yg sedang dibahas oleh Tuhan Yesus, Musa & Elia. Atau setidaknya peristiwa ini ingin menggambarkan apa ? Sebab rasanya gak mungkin hanya sekedar menunjukkan pertemuan / show off kepada murid2
2. Bgmn murid2 Yesus bisa mengenali bahwa yg bertemu dng Guru nya asl Musa & Elia. Padahal jarak waktu Musa / Elia dng murid2 Yesus itu sdh ratusan / lbh dr seribu thn ? Dan belum ada teknology fotografi / selfie pada saat Musa / Elia
Thx
[5/3 17.45] Drs Handoyo: Sorry ya Fan baru bisa jawab skrg.
Topik kita Peristiwa Transfigurasi. Yg punya acara di prstw itu Allah Bapa sendiri. Krn itu puncak acaranya ada pada pernyataan : Inilah Anak-Ku yang Ku-kasihi, DENGARKANLAH DIA.
Kenapa perlu didengarkan ? Krn Dia itu LEGITIMASINYA diakui HUKUM TAURAT dan PARA NABI.
Wujud pengakuan legitimasi itu adalah tampilnya 2 tokoh. Satu mewakili Hukum Taurat (MUSA). Satu lagi mewakili para Nabi (ELIA). Jadi tampilnya 2 tokoh itu bukan untuk ngobrol tapi utk meñunjukkan pengakuan, dan dgn demikian memberi legitimasi kpd TYK. Itu sebabnya Bapa kmd berkata : Dengarkanlah Dia.
Perihal murid kok bisa tahu siapa yg tampil itu, saya rasa tentu waktu itu ada narasinya.
Begitu Fan.


[6/3 01.45] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Kamu telah mendengar firman : Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata krpadamu : Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”
Matius 5:43-44

Firman yang kita renungkan pagi ini, adalah bagian kecil dari Khotbah Di Bukit. Tidak salah kalau ada orang mengatakan Khotbah Di Bukit itu sebuah pengajaran yang indah. Tapi jangan kaget juga kalau ada pula yang mengatakan, indàhnya di telinga saja, praktiknya nol besar. Betulkah seperti itu ? Tentu tidak. Sebab kalau Tuhan memberi perintah ternyata perintah-Nya itu mustahil untuk dilakasanakan, àlangkah tidak bijaksananya Tuhan.
Jadi munculnya rasa mustahil itu jangan jangan karena perintah-Nya belum dipahami benar maknanya. Kalau memang begitu, mari pahami dulu.

Dua kata kunci dalam perintah tadi adalah KASIH (MENGASIHI) dan BERDOA.

1. Yang dimaksud mengasihi di sini tentu tidak sama dengan tindakan kita mengasihi isteri, suami, orang tua, anak dll. Lalu ini jenis kasih seperti apa ? Contoh : Kita punya karyawan yg jujur, tapi berulangkali berbuat kesalahan. Sampai kesekian kalinya ia bersalah lagi, kita bilang : mestinya kamu sudah saya pecat, tapi masih tak EMAN, tak kasih kesempatan sekali lagi. Yang ati-ati.
Seperti itu lho jenis kasihnya. Terkandung pengertiannya dalam istilah TAK EMAN.

2. BERDOA. Orang yang hatinya panas terbakar emosi tdk mungkin bisa berdoa. Hanya dgn hati tenang dan kepala dingin, kita bisa berdoa. Jadi yg dimaksud Tuhan, buatlah suasana hati dan pikiran seperti itu lebih dulu (seperti orang mau berdoa) ketika kita mau memikirkan tindakan apa yang mau kita lakukan terhadap orang yang memusuhi kita. Supaya kita tidak menyesal sendiri nantinya.

Nah, apakah itu perkara perkara yang mustahil. Tidak kan. Kalau begitu, mari kita lakukan.

Amin.


[7/3 04.20] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;”
Yohanes 6 : 68

Beberapa dasawarsa yang lalu, pernah terjadi polemik melalui tulisan di Surat Kabar “British Weekly” yang terbit di London. Yang dipolemikkan adalah hal berikut : sebetulnya masih ada manfaatnya atau tidak sih setiap kali firman Tuhan diberitakan (secara tertulis maupun lisan). Karena kenyataannya, berapa kali pun berita firman kita terima, toh kita kemudian juga lupa lagi, lupa lagi. Ambil contoh misalnya, berita firman waktu ibadah tutup tahun yl. apa ? Berita firman waktu ibadah Tahun Baru apa ?
Umumnya kita semua sudah tidak ingat lagi. Jadi kesimpulannya, sia sia kan diberitakan.
Bagi yang setuju segera meng-iya-kan pendapat ini. Tapi bagi yang tidak setuju, menentangnya dengan argumen :
Memang dari sekian banyak berità firman yang sudah kita dengar umumnya kita sudah lupakan itu. Tapi ini tidak berarti bahwa semuanya lalu menjadi sia sia. Bandingannya spt ini lho : Kita makan 3 kali sehari, berarti srpanjang tahun 2019 sampai hari ini kita sudah makan sebanyak 195 kali. Nah, waktu makan di hari tahun baru lauknya apa ? Waktu makan di tgl. 1 Maret yl. Lauknya apa ? Ternyata kita tidak ingat. Apakah lalu bisa dibilang kalau begitu makan tiap hari 3 kali itu percuma, karena ternyata kita sdh pada tidak ingat apa yang kita makan. Bukan begitu kan ?

Apa yang sudah kita makan sehari, seminggu, sebulan yl. itu kita sudah lupa tidak mengapa. Karena semua itu toh sudah ikut membentuk tubuh kita menjadi seperti hari ini. Demikian juga firman. Semua yg sudah pernah kita dengar, mungkin kita sudah pàda tidàk ingat lagi. Tapi semua tàdi sudàh ikut membentuk rohani kita menjadi seperti hàri ini.
Jadi, tidàk ada yang sia sia.

Amin.


[8/3 05.30] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
1 Yohanes 1 : 8-9

Kita sudah memasuki masa Pra Paskah, yang ditandai dengan ibadah Rabu Abu. Dengan atau tanpa mengikuti ibadah Rabu Abu, dengan atau tanpa menjalani puasa, yang pasti kita sudah memasuki masa Pra Paskah.
Selama sebulan ke depan ini kita dianjurkan banyak introspeksi diri. Untuk kemudian melakukan pengakuan dosa di hadapan Tuhan, dan memohon belas kasih pengampunan-Nya.

Semoga kisah pendek ini menuntun kita dalam melakulan semua itu.

Raja Prusia Frederik Agung sering melakukan kunjungan blusukan untuk mengetahui kehidupan nyata dari rakyatnya. Salah satu yang ia kunjungi adalah penjara. Dari balik jeruji sel itu raja banyak mendengar gerutu, protes, bahkan ungkapan marah dari para narapidana. Intinya mereka tidak terima dengan hukuman sekarang harus mereka jalani itu. Alasannya, mereka melakukan perbuatannya itu karena khilaf, terpaksa, ikut ikutan teman, dsb. Pendek kata mereka merasa tidak bersalah atau kesalahan mereka itu kecil. Tidak sebanding dengan hukuman yang harus dijalani.

Sampai pada satu sel, nampak seorang anak muda yang terus menunduk. Raja bertanya : Hei anak muda, apa kamu juga korban penahanan yang salah ? Dengan tetap menunduk pemuda itu menjawab : Tidak baginda. Hamba betul betul orang bersalah, sepatutnya menerima hukuman seperti ini…….
Belum selesai pemuda itu dengan kata katanya, raja berteriak memanggil sipir : Sipir segera kemari. Ada yang keliru. Sel sel ini dipenuhi dengan orang baik rupanya. Kecuali satu orang ini yang mengaku bahwa dirinya memang jahat, patut dihukum. Segera keluarkan yang satu ini, dan bebaskan, supaya tidak mempengaruhi orang orang baik itu.

Jadi, seperti kata rasul Yohanes. Tak ada gunanya kita membela diri di hadapan Sang Raja yang Maha Tahu.
Justru akuilah dosa dan mohonlah pengampunan. Itu sikap terbaik.

Amin.


[9/3 02.50] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Tetaplah berdoa.”
1 Tesalonika 5:17

Berikut ini adalah beberapa kata-kata mutiara tentang “berdoa.” Nikmati keindahannya, rasakan kuasanya, alami keindahannya, dan …..tetaplah berdoa.

“Doa membuat orang berhenti berdosa. Atau dosa membuat orang berhenti berdoa.”

“Lebih baik engkau berdoa tanpa kata-kata tapi penuh kesungguh hatian daripada berdoa dengan melimpah kata kata tapi tanpa kesungguh hatian.”

“Hari yang lewat tanpa doa adalah hari yang lewat dengan sia-sia.”

“Berdoa tanpa bekerja tak bedanya dengan pengemis. Tapi bekerja tanpa berdoa tak bedanya dengan pekerja paksa.”

Amin.


[11/3 01.32] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“….Juruselamat kita Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang RAJIN BERBUAT BAIK.”
Titus 2 : 13 – 14

Pada Jumat malam yl. di gerai ATM CIMB yg letaknya di pelataran bank itu terjadi sebuah peristiwa, yg melibatkan seorang pengemudi gojek, petugas security bank tsb, dan beberapa pengunjung lainnya.
Peristiwanya, si pengemudi gojek lewat HP nya barusaja menerima order dari seseorang untuk dibelikan sesuatu. Nilai pembeliannya cukup besar, karena si pemberi order sempat mengatakan akan mentransfer sejumlah uang dulu. Tapi anehnya utk keperluan transfer ini si pengemudi gojek diminta selain menyebutkan no. rekg, no. PIN juga diminta mengisi sejumlah tertentu ke dalam rekeningnya sendiri. Dengan patuh si gojek melaksanakan perintah pengorder, kecuali yg terakhir yakni mengisi sejumlah nilai ke rekg. nya sendiri.
Si gojek dalam kebingungan, panggilan dari ponselnya berbunyi, ketika diterima terdengar suara keras : gimana saldonya ndak mencukupi, segera usahakan.
Melihat si gojek bingung dan gelisah, pak security tahu membaca gelagat. Ia segera mendekat dan berbisik kepada si gojek : disuruh nigisi uang to, jangan mau, bapak mau ditipu itu. Suara dari ponsel memanggil lagi : halo, halo, gimana, kalau ndak mau ya sudah. Sambungan ditutup.

Singkat cerita transaksi tidak terjadi. Dan malam itu seorang pengemudi gojek batal terkena penipuan dari orang jahat. Seorang petugas security dengan perbuatan baiknya berhasil mencegah terjadinya sebuah penipuan.

Alangkah indahnya kalau kehidupan ini penuh dengan perbuatan baik. Sebab kejahatanlah yg akan menang, jika orang baik hanya berdiam diri.

Memang, untuk bisa berbuat baik orang tidak harus menjadi umat Kristus terlebih dulu. Tapi kalau seorang menjadi umat Kristus, ia HARUS RAJIN BERBUAT BAIK.

Amin.


[11/3 06.54] Titin Wngr: Amin. 🙏🏻 om bagaimana Kalo kita sudah berbuat baik tapi orang salah paham sebaliknya ?
[11/3 07.49] Drs Handoyo: Secara garis besar ada 2 macam sikap :
1. Seperti ibu Teresa. Ini sikapnya maju terus pantang mundur. Asalkan tindakan kita memang benar. Tugas kita kan melakukan perbuatan baik, bukan yang lain
Memang untuk sikap spt ini dibutuhkan mental baja.

2. Sikap yg kedua lebih fleksibel. Intinya kita tdk berhenti, tetap jalan terus tapi barangkali dengan cara dan gaya yg berbeda.
Dlm hal ini saya ingat, bahkan Tuhan Yesus sendiri memberi alternatif, jikalau niat dan tindakan kita baik baik tapi “ditolak juga” ya sudah tinggalkan saja. Kebaskan debu di jubahmu.

Jadi intinya tindakan kita berayun di antara dua kutub itu.
[11/3 08.43] Titin Wngr: Terima kasih jawaban nya om. Nambah lagi ya 😃.. Kalau kebaikan kita disalahgunakan dalam artian malah dimanfaatkan orang bagaimana ? Apa masuk 2 jawaban tadi atau masih ada pilihan lagi no. 3 😊
[11/3 09.30] Drs Handoyo: Kalau urusannya sudah hal penyalah gunaan lebih hati hati lagi. Sebab kalau sampai yg menyangkut masalah hukum, kan kita bisa ikut terseret.
Jadi kalau mau aman ya hati hati. Kita diperintahkan rajin berbuat baik. Ternyata berbuat baik itu banyak kendalanya. Jadi ya cerdiklah seperti ular, yg penting tetap tulus seperti merpati.
[11/3 09.31] Kartika Padna Paramitha: jangan pernah berhenti berbuat kebaikan…nggih pak handoyo…?


[12/3 01.28] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Sadarlah dan berjaga jagalah ! Lawanmu, si iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari oràng yang dapat ditelànnya.
1 Petrus 5 : 8

Seoràng petuàlàng làut yàng sudah berulangkali mengarungi samudera, suatu hari menceritakan pengalamannyà.Di antara yg hadir kemudian ada yg bertànya.
“Saat yang paling bahayà dalam pelayaran itu saat apa ? Apakah ketika dàtang bàdài sangat kencang itu .”

Tidak bisa dipungkiri, badai dan àngin kencang mèmang mènimbulkan bahaya. Tapi biasanya làut yang demikian itu malàh melahirkan pelaut pelàut yang jempolàn.
Yàng sebetulnya lebih perlu diwaspadai adalah jika laut tenamg, angin semilir. Kàrena kondisi yg seperti itu bisa sekonyong konyong berubah menjàdi awàn hitam gelàp, bàdài menghempas, dan ombakpun tàk ketinggalan.
Demikianlah penuturan si petualang laut.

Sebenarnya seperti itu pulà tantangan kehidupan nyatab yang kita jàlani. Datangnya kesulitan, masalah, tantangan, justru menjadikan kita siàgà terus. Tapi angin semilir dan laut yang tenang justru bisa mengecoh kita. Karena kalau sekonyong konyong masàlah datang dan kita tidak siap celakalah kita.

Oleh karenà itu, seperti kata Firman Tuhan : Sadarlàh dan berjaga-jagàlàh.

Amin


[13/3 01.02] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali…..”
Amsal 24 : 16

Hal yang istimewa dari orang yg bernama Robert D Ballard adalah ketika orang lain sudah berhenti dan menyerah, Ballard tetap ingin maju sampai upayanya membuahkan hasil. Sering ia terlibat dalam ekspedisi laut dalam mencari “barang-barang hilang.” Yang pernah ia temukan adalah : bangkai kapal -Titanic. bangkai kapal Bismarck, kapal perang Jerman, dan 11 bangkai kapal perang lainnya.

Jangan dikira Ballard mendapatkan temuannya itu dengan sekali menyelam. Ia harus bisa mengalahkan kegagalan-krgagalannya dulu. Ujian yg harus Anda tundukkan adalah bukan Anda pernah gagal atau tidak, tetapi apakah Anda BANGKIT KEMBALI setelah mengalami kegagalan.

Kata kata kunci dalam ayat Amsal bacaan kita adalah : orang benar dan tujuh kali jatuh. Orang benar, maksudnya benar di hadapan Tuhan.
Tujuh kali maksudnya bukan nominal setelah enam dan sebelum delapan. Tapi maksud bilangan tujuh adalah sebuah kebulatan, keutuhan. Jadi dalam bahasa yg sederhana bunyi amsal itu adalah :

Sekalipun kegagalannya buat orang lain sudah menjadikan kapok. Buat mereka yang bersandar pada Tuhan, masih ada kekuatan untuvk mencoba lagi.

Amin.


[14/3 02.16] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Segala jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.
Mazmur 25:10

Seorang anak sedang bermain kapal dari kertas di sebuah kolam yang cukup luas. Kapal yang semula ià taruh di bàgian pinggir kolam itu, karena gerakan arus air di kolam akibat tiupan angin, makin lama makin ke tengah. Maka sedihlah hati anak itu. Ia pun berusaha menarik kapal itu ke tepi namun tak berhasil. Anak itupun dengan terisak melapor ke ayahnya.
Sang ayah segera mengambil beberapa butir batu kerikil, lalu mulai mrlempar ke arah kapal anaknya.
Melihat apa yang dilakukan ayahnya màkin bingung hati si anak. Bukankàh nanti kapalku akan makin menjauh dan tenggelam ? Tanyà si anak kepadà ayahnya. Baik kita tunggu saja, lihatlah apa yang terjadi.
Sejurus kemudian terjàdi geràkan àir karenà tertimpà lemparan kerikil tadi. Dan sejalan dengan itu goncangan air itu pelan-pelan justru membawa kapal tadi ke tepi ke arah mendekat tempat si anak.

Ayah dan anak itu sama sama tersenyum menyaksikan hal itu.

Seperti yang terjadi pada kapal kertas di kolam itu, begitu juga tindakan Tuhan ketika kita berseru kepada-Nya dalam menghadapi persoalan kita. Sepertinya Tuhan malah membiarkan persoalan jadi makin rumit. Padahal sebetulnya Ia sedang mengulurkan tangan-Nya. Dan membiarkan kita mengalami proses pertolongan-Nya.

Amin.


[15/3 01.31] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Sebab Tuhan ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kau buat tempat perteduhanmu.
Mazmur 91 : 9

Felix adalah seorang bangsawan Kristen. Pada masanya orang Kristen dikejar-kejar untuk dianiaya dan dibunuh.Sampai sampai Felix meninggalkan rumahnya dan mengungsi ke tempat yang jauh. Dalam pelariannya, Felix tiba di sebuah gua di kaki bukit. Gua itu masih tertutup rapat oleh rumah laba-laba, pertanda belum pernah dimasuki orang. Felix pun menerobos masuk lalu merebahkan diri. Karena suasana gua yang nyaman, dan tubuh yg amat penat, Felix segera terlelap.

Sesaat kemudian terdengar suara mendekati gua,
“Ini coba kita cari, siapa tahu ada di antara kaum salib itu yg bersembunyi di dalam.”
Temannya menyahut,
“Mana mungkin. Lihat itu sarang laba laba itu masih utuh. Belum ada orang melewatinya.”

Sementara dialog itu terjadi, di dalam gua Felix merebahkan diri ke tanah sambil berdebar debar.
Untunglah para pengejar itu segera menjauh. Baru Felix sadar akan keajaiban yg terjadi. Sarang laba laba yg robek ia terobos tadi ternyata dalam waktu singkat sudah kembali pulih oleh campur tangan Tuhan.

Tidak setiap kita punya pengalaman seperti Felix. Tapi kepada setiap kita Tuhan melakukan pemeliharaan dan perlindungan juga dengan cara yang berbeda beda. Sebab Dia mengasihi kita juga sebagai umat-Nya.

Amin.


[16/3 03.07] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“….dan domba-domba itu mengikuti Dia, karena mereka mengenal suara-Nya.
Yohanes 10:4

Alkisah pada suatu hari seseorang pergi ke pasar hewan bersama anaknya yang remaja, hendak membeli seekor kuda. Setelah didapat apa yang dicarinya, pulanglah mereka kembali ke desanya yang terletak tidak jauh dari kota.

Supaya mudah perjalanan mereka, sang ayah mengatur supaya anaknyalah yang naik kuda itu dan si ayah berjalan di sampingnya sambil pegang kendali.
Setelah berjalan beberapa ratus meter, mereka berpapasan dengan serombongan orang, tiba-tiba ada yang nyeletuk :
Dasar anak tak tahu diri, kasihan ayahmu, kau enak naik kuda, ayahmu kan capek mesti berjalan.
Mendengar perkataan itu, si anak segera melompat turun. Kemudian ganti ayahnya yang naik.
Belum genap 1 km mereka berjalan, kembali mereka berpapasan dengan serombongan orang. Kali ini ada yang berkata :
Yang tua mestinya ngalah. Biar yang masih remaja yang naik, biar tidak kecapekan.
Sang ayah pun menyuruh anaknya ikut naik. Dan…tidak berselang lama berpapasanlah mereka dengan serombongan orang lagi. Terdengar suara : Sungguh tidak berbelas kasihan, kuda masih muda ditunggangi berdua.

Ayah dan anak itupun bersepakat, mereka berdua berjalan kaki saja sambil memikul kuda itu.
Ternyata ketika brrtemu dengan rombongan orang kembali ada komentar : Kedua orang ini agak gila rupanya. Masak mereka malah memikul kuda.

Pelajaran dari kisah di atas adalah, itulah kalau orang selalu mendengar dan mau menuruti suara-suara dari dunia ini. Apapun bisa salah, apapun bisa betul.
Maka selalu dengarlah suara Sang Gembala, dan ikutilah langkah-Nya.

Amin.


[18/3 01.34] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak terang,”
Efesus 5 : 8

Inilah pelajaran sederhana dari seorang guru kebijaksanaan, tentang hidup dalam terang dan gelap.

Suatu ketika sang guru bertanya kepada murid muridnya :
“Di pagi buta, bagaimanakah caranya kita mengetahui bahwa malam sudah berakhir dan pagi sudah menjelang ?”
Murid menjawab :
“Ukurannya adalah ketika kita sudah bisa membedakan antara mana ayam mana bebek.”
“Bukan itu.” Kata sang guru.
“Lalu apa ukurannya, guru ?”
“Ukurannya adalah, ketika engkau melihat wajah orang lain dan engkau melihat bahwa mereka adalah saudara dan saudarimu yang harus kau kasihi. Itulah tandanya pagi atau terang telah datang bagimu. Tapi jika engkau tidak bisà melihat itu, sesungguhnya engkau masih tetap berada di malam yang gelap.”

Amin.


[19/3 03.03] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Janganlah terburu-buru dengan mulutmu, dan janganlah hatimu lekas-lekas mengeluarkan perkataan di hadapan Allah, karena Allah ada di sorga dan engkau di bumi; oleh sebab itu biarlah perkataanmu sedikit.”
Pengkhotbah 5 : 1

Alkisah seorang àhli filsafat yang terkenal pada zamannya, namanya Voltaire, pernah mengatàkan demikiàn :
Alkitàbnya orang Kristen itu ìsinyà hanyà dongeng. Bagi orang modern pasti terasa membosankan. Suatu saat nanti, karenà tergilas krmajuàn zaman Àlkitàb àkan màsuk ke dàlàm museum. Orang kalau màu membacanya tinggal pergi ke museum. Dan tinggallàh kenangan, bahwa dulu pernàh ada buku yang namanyà Àlkitab. Itu àdalah Kitàb Sucinya orang Kristen.

Waktu berjalan terus. Akhirnya Voltaire pun mati. Lima puluh tahun kemudian buku yang diramalkan Voltaire bakal masuk museum itu tetap ada tersedia di toko toko buku, tetap dicetak ulang dan dicetak lagi.
Bahkan rumah tempat tinggal Voltaire, tempat ia mengucapkan ramalannya bahwa Alkitab akan ditinggalkan orang itu dibeli oleh Lembaga Alkitab dan jadilah rumah itu kantor tempat Alkitab diterjemahkan dan dicetak ulang. Terus dan terus.

Sementara Voltaire mulai dilupakan orang. Alkitab tetap dicari orang.

Amin.


[20/3 00.48] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.”

Orang bijak mengatakan bahwa dengan uang kita bisa :
– membeli tempat tidur, tapi bukan tidur nyenyak.
– membeli buku, tapi bukan hikmat.
– membeli makanan, tapi bukan selera makan.
– membeli obat, tapi bukan kesehatan.
– membeli hiburan, tapi bukan damai sejahtera.
– membeli barang berharga, tapi bukan keselamatan.

Dari daftar tadi, yang disebut di depan bisa dibeli dengan uang, oleh karena itu bisa habis. Sedang yang disebut di belakang hanya bisa dibeli dengan iman, maka sifatnya kekal.

Yang kekal itulah semestinya harta kita yang sebenarnya. Dan di situlah hati kita senantiasa. Maka perbanyaklah.

Amin.


[21/3 01.19] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Lalu Yesus berkata : Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu ?”
Lukas 17 : 17

Ayat di atas adalah bagian dari kisah tentang 10 orang penderita kusta, yang berseru seru memohon belas kasihan Tuhan Yesus. Ketika kemudian disembuhkan, hanya 1 orang dari 10 itu yang ingat mengucap syukur. Maka Tuhan Yesus pun bertanya : mana yang sembilan ?

Sesungguhnya kondisi semacam itu masih acap terjadi juga sampai hari ini, tahu meminta tapi lupa mengucap syukur.

Di sebuah gereja diadakan bidston bagi mereka yang akan menghadapi ujian akhir. Yang datang banyak, bangku gereja penuh. Sebulan kemudian kembali diadakan bidston. Kali ini pengucapan syukur bagi mereka yang sudah mengalami penyertaan Tuhan, bahkan sudah diberi keberhasilan.
Yang hadir bisa dihitung dengan jari. Bangku gereja hanya terisi kurang dari separonya.
Tuhan Yesus pun kembali bertanya :
Di manakah yang separonya lagi ?

Amin.


[22/3 04.28] Drs Handoyo: Mohon maaf,
Hari ini Renungan Pagi tidak bisa hadir.


[23/3 01.37] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barang siapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
Yakobus 3 : 2

Socrates adalah seorang ahli filsafat dari Yunani yang hidup sudah sekian abad yang silam.
Ia tak pernah melihat benda yang bernama ponsel, maka iapun tak kenal apa itu facebook, twitter, WA, dsb. Tapi ia punya nasihat yang berguna buat kita yang hidup pada zaman gadget seperti sekarang ini.

Nasihatnya demikian :
Setiap kali kita menerima informasi, sebelum kita meneruskan informasi tadi ke orang lain lagi, pertama tama dan selalu biasakan mencek dengan filter berikut :
1. Apakah BENAR ?
2. Apakah MEMBAWA KEBAIKAN ?
3. Apakah BERGUNA ?

Jadi, setiap menerima informasi pertama tama cek dulu apakah benar. Kalaupun benar, apakah akan berakibat baik kalau diteruskan. Dan apakah memang ada gunanya informasi itu.

Perlunya selalu mencek dengan filter seperti itu karena, menurut rasul Yakobus, kita mudah melakukan kesalahan dalam hal menerima dan meneruskan informasi.

Karena itu, berhati hatilah.

Amin.


[25/3 00.48] Drs Handoyo: Renungan Pagi

…….”Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang -orang yang seperti itulah yang empunya
Kerajaan Allah.”
Markus 10 : 14

Di sebuah desa ada satu gedung gereja yang cukup besar dan pintunya tidak pernah ditutup.
Jadi setiap orang, baik yang tercatat sebagai anggota gereja itu maupun bukan, bebas sembarang waktu untuk ke luar-masuk gereja itu untuk keperluan tertentu.
Biasanya waktu sekitar tengah hari banyak orang datang ke gereja itu untuk bersaat teduh dan berdoa, sekaligus sejenak melepas lelah di waktu rehat siang.

Pada suatu siang, nampak seorang gadis kecil keluar dari gereja itu dengan wajah ceria dan penuh senyum
Seorang ibu yang melihatnya segera bertanya :
“Dari mana kau nak ?”
“Dari dalam gereja,” sahut anak itu.
“Oo, kau dari berdoa juga ya. Masalah apa yang sedang kau hadapi ?”
“”O, tidak tante. Aku tidak sedang menghadapi masalah. Aku berdoa karena aku sangat mencintai Tuhan Yesus. Aku ingin selalu dekat dengan-Nya.”

Alangkah jujur dan polos anak itu. Maka tak heran jika suatu ketika Tuhan Yesus pernah menyatakan bahwa : “orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.”

Amin.


[26/3 02.30] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“…Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.”
Wahyu 2:10

Mari kita perhatikan fakta berikut :

MATIUS akhir hidupnya di ujung pedang orang yang membunuhnya di wilayah Etiopia.

MARKUS, pernah diseret tubuhnya di jalanan kota Alexandria.

LUKAS, digantung di sebuah pohon zaitun di kawasan Yunani.

YOHANES pernah dimasukkan ke dalam kuali berisi minyak mendidih, tapi ia bisa lolos. Kelak ia mati tua ďalam pembuangan di pulau Patmos.

PETRUS, mati di salib yang dijungkirkan dengan kepala dibawah. Di Roma.

YAKOBUS, saudara dari Yohanes. Mati karena dipancung di Yerusalem.

FILIPUS, mati di gantung di tiang kota Hieropolis.

ANDREAS, disalibkan sampai mati.

TOMAS, mati oleh tombak yang menghunjam ke tubuhnya.

MATIAS, awalnya dirajam dengan batu, diakhiri dengan dipancung.

BARNABAS, dirajam sampai mati di Salonika.

YAKOBUS, dilempar dari atas bangunan dan dipukuli dengan tongkat.

PAULUS , dipancung di kota Roma.

Kita diminta memikul salib kita masing-masing.

Amin.
[27/3 01.25] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Peringatan-peringatan-Mu ajaib, itulah sebabnya jiwaku memegangnya.
Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertisn kepada orang-orang bodoh.”
Mazmur 119:129-130

Berikut ini adalah tips singkat dari Martin Luther buat orang yang ingin mendapatkan berkat dari pembacaan Alkitab.
Ia mengibaratkannya seperti orang mencari buah dari pohon.
Langkah-langkahnya adalah :

– GUNCANGKANLAH SELURUH POHON
Bacalah seluruh Alkitab seperti orang membaca buku biasa.
– GUNCANGKANLAH DAHAN – DAHANNYA
Pelajari kitab demi kitab dengan teliti.
– GUNCANGKANLAH RANTING-RANTINGNYA.
Pelajarilah tiap pasal dengan saksama.
– PERIKSA DENGAN TELITI DI BALIK DAUN-DAUN.
Pelajari tiap ayat dan kalimat dengan hati-hati.

Dengan menggunakan metode seperti itu, banyak berkat bisa kita nikmati dari pembacaan kita.

Amin.


[28/3 00.33] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidàk tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.”
Roma 8 : 26

Pada zaman dahulu, ketika kapal layar masih menjadi sarana transportasi penting di lautan, sebuah kapal layar besar hendak bertolak dari New York ke Liverpool (INGGRIS).

Seorang perevmpuan kaya menjadi salah seorang penumpang. Dengan angkuhnya sang penumpang perempuan itu bertanya kepada seorang awak kapal :
“Berapa lama perjalanan kita ini ?”
“Kalau semua lancar dan Tuhan mengizinkan dalam 14 hari kita akan tibà di tujuan.” Jawab seorang awak kàpal.

“Heh, kenapa kau perlu bilang bila Tuhan mengizinkan segala. Semua hal itu ķan serba kebetulàn sàja. Ditambah ketrampilan awak kapal.” Ujar perempuan itu.
Semua awak kapal tercenung, diam, tidak ada yang menanggapi.

Pada hari keempat perjalanan, tiba-tiba datang badai yg kuat. Semua penumpang tercekam ketakutan. Dan masing- masing mencari perlindungan. Perempuan kaya tadi terduduk sambil memeluk tiang utama kapal. Tiba -tiba dia nyeletuk : “Kenapa kalian tidak berdoa. Berdoalah untuk kita srmua”

Seorang awak menjawab : “Berdoa untuk apa. Bukankah semua itu kebetulan saja.” Dan perempuan itupun menyahut : “Ahh sudahlah. Aku sadar sekarang, aku salah. Sekarang berdoalah sekaligus mengajari kami bagaimana berdoa.”

Setelah sepanjang malam seluruh penumpang dan awak dicekam ketakutan. Datanglah fajar di ufuk timur, lautpun nampak tenang sekali. Beberapa hari kemudian kapal itu tiba di Liverpool.

Ada pelajaran buat semua. Utamanya si perempuan kaya itu : Jangan meremehkan doa. Sebab hanya doalah yang bisa kau andalkan dalam segala perkara.

Amin.


[28/3 06.02] Susilo Wng: Yesss…bahkan Tuhan pun nggak akan mengabaikan sebuah doa sederhana yg kita ucapkan skalipun dg kata2 yg pating penthalit bahkan mungkin kita mengucapkannya sambil berlari-lari. *YES..HE IS*


[29/3 01.07] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah, sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.
Mazmur 127 : 2

Putus asa di malam hari, dan harapan baru di pagi hari, seringkali batas antara keduanya hanyalah sebuah tidur nyenyak dibdalam Dia.

Demikianlah pesan yang terkandung dalam Mazmur bacaan kita jika dibahasakan dalam kalimat yang berbeda.

Maknanya, lebih jelasnya demikian.
Setiap malam, ketika kita berangkat tidur, ada banyak beban seperti : masalah, harapan, kesalahan atau kekeliruan yang sudah kita lakukan, semua memenuhi benak kita sepanjang tidur kita. Kalau kita biarkan begitu saja semua itu tadi bisa menjadi “sampah” yang hari demi hari semakin memberati hidup kita.

Adalah bijaksana kalau setiap menjelang tidur malam kita bawa dan kita serahkan beban atau bahkan “sampah” kehidupan kita itu kepada Allah kita, sebab hanya Dia lah yang mampu mengolah dan mengubah beban itu mrnjadi hikmat kehidupan. Dan bahkan beban yang ibarat “sampah” pun Dia mampu mengubahnya menjadi kompos (pupuk dari sampah) yang pada waktunya akan menghasilkan bunga bunga indah kehidupan.

Jadi, jangan bersikap tetap tidur dengan membawa masalah. Tapi bersikaplah tetap tidur walaupun ada masalah.
Karena kita serahkan semuanya kepada Allah. Dialah yang akan memprosesnya dan menjadikannya indah.

Amin.


[29/3 04.36] Kartika Padna Paramitha: siyap…pasrah kepada Tuhan.👌👌👌 lagi pula tidur dgn byk masalah itu ternyata malah membuat tidak bisa tidur….kurang tidur ternyata bisa membuat kita masuk angin…😊😊😊😊
[29/3 04.37] Kartika Padna Paramitha: matur nuwun santapan pagi nya, pak handoyo…🙏🙏


[30/3 00.28] Drs Handoyo: Renungan Pagi
….”Ia sendiri (Tuhan Yesus) telah mengatakan : Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima.”
Kisah 20 : 35

Sore itu Paul membawa mobil barunya ke sebuah supermarket kecil, tak begitu jauh dari rumahnya. Mobil Paul itu adalah pemberian kakaknya yang kaya raya.
Ketika Paul selesai berbelanja dan berjalalan ke arah mobilnya, Paul melihat seorang anak duduk di rerumputan sambil matanya terus menatap mengamati mobil Paul. Dan ketika Paul membuka pintu mobilnya, anak itu pun bertanya,
“Ini mobil bapak, masih baru ya pak ?”
“Ya, ini pemberian dari kakakku, ia orang kaya.”
“Akupun ingin………
Ketika anak tadi menyatakan, “akupun ingin…………….” Paul berpikir, ànak ini ingin meminta sesuatu.
Tapi di luar dugaan, anak itu ternyata mengatakan : “Aku juga ingin menjadi seperi kakakmu. Bisa memberi sesuatu yang baik kepada adiknya.”
Betapa terkejutnya Paul yang tadinya sudah berprasangka buruk kepada anak yang menyapanya, pasti ia akan meminta sesuatu, ternyata anak itu mengungkapkan suatu kerinduan yang baik, yaitu bisa memberi yang baik kepada orang lain.

Bila semua orang bisa begitu, alangkah indahnya kehidupan di dunia ini.
Bukan cuma mendapat sesuatu (menjadi penerima) itu menyenangkan.
Bisa memberi sesuatu (menjadi pemberi) itu juga menyenangkan.
Bisa menerima jawaban doa adalah hal yang menyenangkan.
Bisa menjadi jawaban doa juga hal yang tak kalah menyenangkannya.

Mau mencoba ?

Amin.


[30/3 05.29] Kartika Padna Paramitha: amin…siyap…👌👌di berkati untuk menjadi berkat bagi yang laen…matur nuwun pak handoyo untuk sarapan rohaninya…🍒
[30/3 06.30] Titin Wngr: Amin 🙏🏻terima kasih om Han masih setia membagi berkat rohani setiap hari 👍🏻📖

Older Posts »

Kategori