Oleh: dhony sucahyo | 12 Juni 2019

Renungan Pagi_Juni 2019

[1/6 01.15] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“….semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ys Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.” Lukas 10:21

Dalam sebuah acara Pertemuan Gerejawi yang diikuti para Pendeta dan Penatua, terjadi diskusi yang hangat ketika acara Doa Pagi ďiadakan per kelompok menurut kamar. Pokok diskusi tentang Berdoa Setiap Waktu seperti dinasihatkan rasul Paulus kepada jemaat Efesus.

Pertanyaan yang masih menggantung adalah bagaimana mewujudkan berdoa setiap waktu itu ? Padahal kita masih harus bekerja, bermasyarakat, dsb.

Diskusi masih terjadi ketika mereka sudah berada di ruang makan. Maka ketika para petugas ruang makan pada membereskan meja, seorang Penatua berkata : Nah, seperti mas nya ini kesibukannya tiap
hari di dapur dan ruang makan. Bagaimana bisa berdoa setiap waktu ? Ya mas ?

Di luar dugaan, mas nya tadi menyahut :
Bisa Pak. Saya melakukan itu kok.
Bagaimana wujudnya ?

Pada pagi hari ketika bangun tidur saya berkata : Terimakasih Tuhan, engkau sudah membukakan mata jasmani saya. Bukakan juga mata rohani saya, agar saya bisa melihat kehendak-Mu.
Ketika saya memasak air untuk membuat minuman saya berkata : Air jasmani ini akan menghilangkan haus para peserta acara. Biarlah Firman Mu sendiri yang adalah Air Hidup itu yang akan menghilangkan dahaga dari hidup semua orang.

Ketika saya mulai mandi, saya berkata : Air ini akan membersihkan tubuh
saya tapi hanya darah Yesus yang mampu membersihkan dosa saya.

Begitu pak, dan seterusnya.

Bukan main….bukan main. Harusnya kamu jadi Pendeta mas. Jangan cuma jadi pelayan dapur.

Amin.

[3/6 01.11] Drs Handoyo: Mohon maaf, tgl. 3 – 8 Juni 2019 Renungan Pagi mohon ijin tidak bisa hadir.

[10/6 00.54] Drs Handoyo: Renungan Pagi

…..” Dan mereka disukai semua
orang.” Kisah 2:47

Namanya saja Kisah Para Rasul, maka bacaan yang ada dalam ayat kita di atas itupun merupakan bagian dari kisah tadi.

Hal ini perlu kita menhgerti dulu agar kita tidak salah dalam menyimpulkan atau mrenarik pelajaran.

Intinya yang mau disampaikan firman Tuhan adalah :
Setelah memahami pesan firman, dan memperoleh hikmat dan kekuatan dari Roh Kudus, semestinya kita segera memptaktikkannya dslam hidup nyata.

Lalu, hidup mempraktikkan firman itu kira kira wujudnya seperti apa ?

Alkitab hanya menggambarkan akibatnya yakni : hidup mereka disukai semua orang.

Hal inilah yang penting untuk kita pegang dan kita jadikan ukuran. Sebab berbìcara tentang praktik iman, pernah suatu ketika seorang pendeta senior mengatakan. Jangan sampai ketika katanya engkau mau mewujudkan imanmu, yang muncul adalah hal hal yang membuat orang lain bergidik ngeri dan ketakutan. Sebab yang nampak dan terdengar adalah: pedang berseliweran, senjata tajam lainnya.Bahkan senjata api. Bentakan bentakan keras dan kasar, kata kata kotor.

Itulah cara mengungkapkan iman ýang mengerikan. Kita tidak diajarkan seperti itu. Kita diajarkan, di manapun kita menjalani hidup, biarlah orang lain yang berinteraksi dengan kita merasakan nyaman, tenang, menyenangkan.

Amin.

[11/6 01.31] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“…Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua. hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya,….
Markus 3 : 28 – 29

Suatu ketika seorang mendengar bunyi firman seperti di atas, firman yang diucapkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Akibatnya, berhari-hari hati orsngg ini menjadi gelisah. Sebab muncul pertanyaan :
Mungkin tanpa sadar àku pernah berdosa dan menghujat Rooh Kudus. Padahal itu dosa yang tidak akan mendapat pengampunan. Kalau begitu sia-sia aku berdoa dan memohon pengampunan.
Bagaimana sih sebenarnya maksud firman itu ?

Pertama pahami dulu peran Roh Kudus dalam hidup orang percaya. Salah satunya adalah MENGINSAFKAN ORANG PERCAYA AKAN DOSA (Yohanes 16:8)

Jadi, manusia bisa sadar akan dosanya dan kemudian memohon pengampunan kepada Tuhan, itu semua karena peran Roh Kudus.

Maka, kalau manusia tidak peduli kepada Roh Kudus, tidak membuka hati, tidak menghormati, tidak mau dengar suaranya, dst, Roh Kudus tidak bisa berkarya dalam diri orang seperti itu.

Jadi, kalau Roh Kudus tidak bisa berkarya, bagaimans manusia bisa menyadari dosanya.
Kalau tidak menyadari dosanya, bagaimana memohon pengampunan.
Kslau tidak memohon pengampunan, bagaimana bisa diampuni.

Jadi semuanya itu akibat dari pilihannya sendiri kan. Maka, jangan pernah menutup pintu hati bagi Roh Kudus.

Dengar, Dia mengetuk dengan lembut. Dan menunggu dibukakan.

Amin.

[11/6 09.21] Ifan Wngr: Ko Handoyo……
Jadi bisa diartikan juga klo seorg percaya tahu klo dia melakukan sesuatu yg berdosa (misal : mencuri / korupsi / percabulan dsb) tapi masih tetap melakukan terus …. Apakah itu bisa disebut menghujat Roh Kudus ?
Mohon pencerahan
🙂
[11/6 09.37] Drs Handoyo: Jawaban buat Ifan.
Mungkin istilahnya lebih tepat MENGABAIKAN teguran.
Karena istilah MENGHUJAT artinya : menghina, menjelek jelekkan.
[11/6 09.44] Ifan Wngr: Jadi…kira2 apa dong contoh kongkret nya ?
Sebab selama ini yg sering saya dengar (dari pentakosta maupunnkharusmatik) adl salah satu bentuk hujat thd Roh Kudus adl dng tidak mau menerima / mengabaikan bahasa roh sbg salah satu karunia yg disebutkan dlm Alkitab.

Sebenarnya klo yg dijelaskan oleh ko Han diatas dlm renungan lebih mengena maknanya dibandingkan dng apabyg saya sampaikan (tidak menerima / mengabaikan bahasa roh).
Sebab menurut saya, kalau ayat ttg hujat thd Roh Kudus hanya diartikan sempit (menerima bahasa roh), maka umat Kristen pasti akan terbelah jadi 2 kubu….. Kayak yg tjd di negeri kita saat ini (cebong- kampret).
Mohon pencerahan
[11/6 09.55] Drs Handoyo: Contoh sederhana saja ya tindakan menghujat Roh Kudus. Dalam satu kesempatan mengaku dikuasai Roh sehingga bisa menubuatkan peristiwa yad. Atau pada saat itu juga berani memanifestasikan diri dikuasai Roh dengan berbicara bahasa roh. Atau melakukan penengkingan thd kuasa jahat, penyakit dst. Semua itu terjadi pada suatu kesempatan tapi pada kesempatan yg lain dari hidup orang itu ada hal hal : Suka omong kotor, menipu orang. Suka KDRT, pendek kata ada hal hal tercela.
[11/6 09.58] Drs Handoyo: Jadi kalau MENGABAIKAN TEGURAN itu pasif.
MENGHUJAT itu aktif.
[11/6 10.00] Ifan Wngr: Klo hal ini dibahas dng gol Pentakosta / Kharisnatik bakal jadi panjang n lebar yah….🙂
[11/6 10.01] Drs Handoyo: Panjang dan lebar. Tinggi dan dalam.
[11/6 10.06] Ifan Wngr: Tapi yg saya mau tahu….. Sebenarnya GKI dsb memposisikan ttg keberadaan 9 Karunia roh yg & juga buah roh ?
Karena selama ini (jujur) yg sering saya dengar adl pendapat dr kita yg lebih menekankan pada aspek Buah Roh saja……
Padahal saya yakin dan pasti bahwa setiap Firman Tuhan itu pasti punya maksud & tujuan ! Sehingga seharusnya ttg Karunia roh (salah satunya bahasa roh) itu juga pasti akan terjadi ! Apapun nti wujud / manifestasi karunia roh & juga vuah roh nya….CMIIW ..
[11/6 10.12] Ifan Wngr: Saya oernah diskusi ttg *jawaban* ini dng teman yg kharisnatik.
Dia bakas tanya ke saya…..
Apakah ada jaminan juga kita (GKI dsb) tidak melakukan dosa / tindakan2 seperti yg disebut diatas ? Zinah, KDRT, mabuk2 an dsb …….

Sebab kita tidak bisa menemukan seorangpun yg sempurna (kecuali Yesus) didunia ini…
Bahkan kebenaran kita pun dikatakan oleh Alkitab spt Kain cemar dimata Tuhan……
[11/6 10.13] Ifan Wngr: Maaf jadi pjg, lebar, dalam dan tinggi ya ko Han….🙂

[12/6 00.05] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.”
Matius 12:33

Ada seorang lelaki kaya, pemilik beberapa pabrik. Pabrik makanan, minuman, tekstil, sarana kebersihan, kosmetik, dsb.

Walaupun kaya raya namun ada yang kurang pada lelaki itu. Yakni ia belum menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Tapi ia percaya bahwa Tuhan itu ada.

Jika ditanya tentang hal itu jawabnya : Saya itu ya, dulu juga beragama. Tapi terus terang, saya kemudian kecewa kepada agama. Ajarannya bagus, tapi kehidupan umatnya tidak seperti itu.

Ada orang mengakunya beragama. Tapi dalam hidupnya banyak merugikan orang, meyusahkan orang, bahkan tidak peduli kepada orang lain. Jadi seberulnya agama itu tidak ada gunanya kan.

Suatu hari seorang pendeta bertandang ke rumah lelaki kaya itu. Kebetulan ia sedang berada di pabrik kosmetiknya.

Si lelaki kaya mengajak pak pendeta berkeliling. Tiba-tiba pak pendeta berkata : Sayang ya produk keantikan dan kebersihan ini diprpduksi begitu banyak tapi tdk ada gunanya.
Dengan nada terperanjat si lelaki ganti bertanya : Tidak ada gunanya bagaimana maksudnya ?
Pak pendeta menjawab : Ya tidak ada gunanya. Semua teronggok di sana. Buat kita yang berdiri di sini itu semua tak ada gunanya kan.
Jawab si lelaki : Tentu saja, barang barang itu baru ada gunanya jika kita pkai. Memakainyapun dengan benar.
Pak pendeta pun segera menyahut : Nah, seperti itu juga halnya dengan agama. Baru akan berguna jika kita mengenakannya. Mengenakannya pun dengan benar, bukan asal.
Si lelaki nampak tersenyum sambil menunduk. Sepertinya ia sedang meresapi kata-kata pak pendeta.

Amin.

[13/6 00.17] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Segala sesuatu yang berdasarkan perintah Allah semesta langit, harus dilaksanakana dengan tekun…..”
Ezra 7 : 23

Inilah kisah tentang Alkitab di sebuah keluarga Kristen.
Suatu hari pendeta bersama seorang penatua datang berkunjung ke rumah seorang anggota jemaat. Menjelang berpamitan pendeta itu berkata : Kami senang bertemu dengan keluarga di sini, semua dalam keadaan baik. Nah, sebelum kami pamit kami ingin berdoa untuk keluarga di sini. Tapi sebelum kita berdoa saya ingin membacakan satu ayat Firman Tuhan supaya bisa menjadi kekuatan bagi keluarga di sini. Maaf bisa kami pinjam Alkitabnya.

Begitu mendengar permintaan itu mulailah terjadi kesibukan pada seisi rumah. Ada yang mencari di dalam almari, di atas almari, di meja dekat tv, di dalam kamar, di luar kamar, di rak buku dst. Sampai beberapa saat belum ketemu juga Alkitab yang dicari. Ternyata sebuah permintaan sederhana, cukup membuat panik seisi rumah.

Sampai kemudian sang bapak membongkar kolong meja tamu. Satu persatu diangkat isinya. Ada koran bekas, majalah bekas, buku resep masak, buku mewarna. Bahkan ada juga tas tas kresek yang sudah dilipat, bekas bungkus kado yang sudah dilipat juga.
Dan……di tumpukan paling bawah diketemukanlah Alkitab yang dicari itu.
“Lega rasanya, akhirnya ketemu juga yang dicari.” Kata sang bapak.
Sang pendeta pun menyahut : “Rupanya di rumah ini Firman Tuhan diletakkan sebagai dasar dari segala sesuatu.”
Mendengar itu sang bapak pun tersipu-sipu.

Itulah kisah Alkitab di keluarga tadi. Kalau di rumah kita tidak begitu kan ?

Amin.
[13/6 00.34] dhony: Bentar om, agak telme ini om, apa hub. Ezra 7:23 sama alkitab?
[13/6 00.41] Drs Handoyo: Pada masa itu belum ada Alkitab yg berwujud buku.Tapi Firman Tuhan ada.
Maka nasihat nabi kpd umat : segala sesuatu harus berdasar FT dan hrs dilakukan dgn tekun.

[14/6 01.20] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.”
Matius 5 : 14

Ada 3 pesan kita dapatkan dari firman yang diucapkan Tuhan Yesus diatas.

1. Ini bukan perintah, juga bukan himbauan. Tapi7 sebuah penegasan atau peringatan. Yang, kalau dalam bahasa pergaulan, 6kira kira bunyinya :
He, ingat lho. sebagai pengikut-Ku, kamu itu ibarat penerang di tengah dunia ini.
2. Kalau kita mendengar peringatan yang bunyinya seperti itu, bagaimana semesti
nya respon kita ?

Periksalah apakah terang yang memancar dari hidup kita ini masih tetap memancar, mulai meredup, makun redup dan bahkan hampir padam.

3. Lalu apa yang mesti kita lakukan ?
Jaga dan pelihara agar kita punya kehidupan tetap dekat dengan Tuhan, supaya kita tetap terpapar sinar terang-Nya. Karena hanya Dia lah terang sejati.
Jika kemudian kita terpapar sinar terang-Nya kita pun juga memancarkan terang, maka terang itu ibarat terang dari sebuah kota di atas gunung. Tidak menyilaukan.justru indah Karena bukan pamer terang tapi dengan sendirinya muncul pamor terang.

Seperti itulah hidup setiap orang Kristen semestinya.

Amin.

[15/6 00.16] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Ku-katakan kepadamu.”
Yohanes 15 : 3

Namanya ibu Kristiani (biasa dipanggil bu Kris). Usianya sudah tidak muda lagi. Pekerjaannya berjualan arang.

Suatu siang, tim perkunjungan dari gereja datang berkunjung.

Setelah ngobrol sana-sini, seorang penatua anggota tim perkunjungan, melihat ada hal menarik di atas meja (satu-satunya meja) yang ada di tempat berjualan arang itu.
Hal menarik itu adalah, ada sebuah Alkitab yang kelihatan lusuh di atas meja itu.

Maka dengan penuh percaya diri sang penatua bermaksud menasihati : “Alkitab itu seharusnya jangan ditaruh di situ, biar. ndak kotor. Kita harus menghargai Alkitab kan.”

Dengan nada merendah bu Kris pun menjawab : “Seharian itu saya berada di sini. Pembeli arang kan tidak sebanyak pembeli sembako. Jadi saya punya banyak waktu luang. Saat seperti itu saya isi dengan membaca Alkitab. Maka kalau tiba-tiba ada pembeli tentu saya layani dulu. Setelah ada waktu lagi segera saya kembali ke Alkitab. Begitu sering terjadi berulang. Maka Alkitab saya pun jadi belepotan.”

Sang penatua menyahut :
“Tapi Alkitab kan harus dihargai. Jangan dibiarkan kotor.”

Bu Kris pun menjawab :
“Memang Alkitab saya jadi lusuh, kotor. Tetapi sebagai akibatnya, hati dan hidup saya menjadi semakin bersih. Kalau Alkitab itu saya jaga tetap bersih dengan menyimpannya terus dalam almari. Maka hati dan hidup saya yang justru akan tetap kotor. Jadi lebih baik yang mana ?

Amin.

[17/6 01.07] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Sebab Firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.”
Mazmur. 33:4

Ada kelompok orang yang menyebut dirinya sebagai “pemikir bebas.” Mereka menyebut Alkitab itu bukan Firman Tuhan, karena isinya banyak yang keliru dan tidak akurat.

Suatu kali, salah seorang dari mereka yakni kelompok pemikir bebas ini, yang namanya Sir William Ramsay, berasal dari Skotlandia, akan mengadakan sebuah. ekspedisi.

Ekspedisi dilakukan ke daerah Asia Kecil, Eropa Selatan dan sekitar Laut Tengah. Melalui ekspedisi ini
Ramsay hendak napak tilas jejak perjalanan penginjilan yang dilakukan rasul Paulus. Dan dalam ekspedisi nanti ia berharap bisa membandingkan antara apa
ditulis dalam kitab Kisah Para Rasul dengan kenyataan yang ia jumpai sekarang.

Dalam perjalanan penjelalajahannya Ramsay menjumpai
keterangan dan data yang disebut Lukas dalam kitab Kisah
Para Rasul ternyata sangat akurat.

Dan Ramsay pun terheran heran menyaksikan semua itu. Tapi yang lebih menarik lagi adalah, kemudian Ramsay pun menjadi pengikut Tuhan Yesus. Dan dari tangannya lahir banyak buku rohani
yang mengakui betapa benar dan tepatnya Alkitab.

Oleh karena itu, jangan pernah sekalipun meragukan Alkitab. Sebab buku itu memang tulisan manusia tapi karya Tuhan sendiri.

Amin.

[18/6 01.08] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“…..giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan !………”
1 Korintus 15:58

Seorang pendeta suatu hari bertemu dengan teman lamanya yang sudah bertahun-tahun tidak pernah berjumpa.

Mereka ngobrol sana-sini, saling bertanya tentang keluarga masing-masing, saling bertukar informasi tentang teman-teman mereka dulu pada berada di mana mereka sekarang.
Sampai akhirnya mereka berbicara tentang aktivitas sekarang.
Sang pendeta ditanya oleh temannya,
“Sudah berapa lama engkau menjadi pendeta di gerejamu sekarang ini.”
“Yah, kurasa sudah lebih dari 5 tahun.”
“Kalau begitu sudah cukup punya pengalaman dong.”
“Begitulah kira-kira.”
“Berapa banyak sih jumlah anggota gerejamu ?”
“Kira-kira hampir seribuan orang.”
“Wah, banyak juga kalau begitu. Apakah seribu orang itu semuanya aktif ?”
Dengan mantap sang pendeta menjawab.
“Ya, ya. Mereka semuanya aktif.”
Sang teman agak terperanjat. Maka segera menimpali.
“Hebat dong. Seribu orang semua
nya aktif.”
“Tidak hebat juga. Seribu orang semuanya aktif itu maksudnya :
60% aktif buat Tuhan
10% aktif buat usaha dan bisnisnya.
20% aktif buat hobbynya.
Nah, 10% lagi aktif buat lain-lainnya.”

Itu memang bukan cetita tentang gereja kita. Tapi kalau mau dijadikan bahan introspeksi boleh juga kok.

Kita sendiri termasuk dalam klasifikasi prosentase yang mana ?

Amin.

[18/6 07.00] Susilo Wng: Hehe…introspeksi sik. Amiin..syukur kepada Allah.🙏🏻✝🙏🏻
[18/6 07.30] Ifan Wngr: Koh Handoyo…….
Mau tanya lagi ya…saat ini ada begitu banyak versi Alkitab. Misal dlm versi bhs Indonesia ada TL, TB, BIS. Klo bhs Inggris ada KJV, NKJV, NIV, Message, Amplified dsb.
Dan kadang2 arti / makna ayat2 menjadi berbeda.
Pertanyaan saya :
– Mengapa bisa ada banyak versi, sedangkan sumbernya hanya
ada versi bhs Ibrani (PL) dan Yunani (PB) & mengapa bisa tjd spt hal ini ?
– Siapa / badan apa yg berhak menetapkan bahwa versi terjamahan tsb bisa diterima ?
Sebab saat ini sedang ada bbrp perdebatan ttg terjemahan The Passion Translation.
Jangan2 nti setiap org bisal / boleh membuat terjemahan Alkitab versi dhewe2….
Mohon pencerahan.
Thx sebelumnya ko Handoyo
[18/6 11.09] Drs Handoyo: Jawaban buat Ifan.
1. Pada dasarnya Firman Tuhan itu ditujukan untuk siapa saja. Terbuka bagi semua. Semua umur,
Semua bangsa bahkan semua suku bangsa.
2. Karena Firman itu bentuknya tertulis maka supaya bisa menjangkau semua, Firman itu harus datang dengan bahasa yang dimengerti orang yang mau dijangkaunya.

Jadi inilah dasarnya dilakukan penerjemahan Alkitab.

3. Kenapa utk satu bahasa saja bisa muncul berbagai versi. Inib upaya untuk lebih mendekat lagi kepada sasarannya.
Karena harus disadari hasil penerjemahan spt apapun tidak bisa di klaim bahwa hasilnya persis sama seratus prosen dgn yang dalam bahasa aslinya. Karena tiap bahasa itu punya kelebihan dan kekurangannya masing masing. Itulah sebabnya sdh diterjemahkan, masih dibuat lagi revisi setiap kurun waktu tertentu. Atau dibuat berbagai versinya tidak lain supaya tetap bisa menjangkau manusia siapapun dia, hidup pada zaman kapanpun dan di manapun.

Begitu Fan.

[19/6 01.52] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah
kita,”……..Ibrani 10:25

Inilah beberapa fakta menarik yang kita perlu tahu.

Dari hasil penelitian didapati bahwa orang yang tekun beribadah di gereja punya kesehatan lebih baik dibanding dengan yang tidak.

Mereka yang setia brribadah di gereja punya tekanan darah lebih baik.

Mereka yang secara teratur beribadah di gereja peluang terkena serangan jantung koroner 50% lenih rendah.

Pengunjung gereja aktif yang juga tidak merokok, bukan peminum, tidak mengkonsumsi obat bius, bukan pelaku seks bebas. Menjadikan diri mereka orang-orang yang lebih sehat.

Doa doa yang dinaikkan menambah ketenangan jiwa, yang pada gilirannya menetralisir hormon stress.

Itulah beberapa fakta yang perlu kita ketahui.

[19/6 05.47] Kartika Padna Paramitha: trus fakta jugak…rumah yang sering di pakek/ketempatan untuk persekutuan doa kelompok…pemahaman alkitab…dan sejenis nya. ternyata penghuni nya…suami istri anak2…lebih sehati dan kompak…
[19/6 05.48] Kartika Padna Paramitha: karena maaf…ada juga kejadian…keluarga yg tidak pernah mau ketempatan…menolak..krn tidak mau refot2….
[19/6 09.49] Ifan Wngr: Ok noted n thanks ko Handoyo😁

[20/6 01.36] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.”
Amsal 15:13

Alkisah, pada suatu hari setan menjual koleksi peralatannya. Di antara semuanya konon yang terampuh adalah alat yang berbentuk pahat kecil dan tajam. Karena ampuhnya alat ini maka harganya pun amat mahal.

Ketika ditanyakan kenapa harga alat yang satu ini amat mahal, jawabnya adalah :
Itu adalah senjata paling handal untuk mematahkan semangat manusia.

Berikan saja apapun yang diinginkan manusia. Setelah itu patahkan semangatnya. Dengan begitu kita bisa menguasai hati, pikiran, dan kemudian seluruh hidupnya.

Jadi, wahai manusia. Waspadalah senantiasa dengan siasat dan muslihat si jahat.

Amin.

[20/6 11.35] Susilo Wng: Berarti…ketika segala sesuatunya terasa *indah, nyaman, aman dan bahagia* tingkat kewaspadaan rohani harus semakin ditingkatkan ya, Om?
[20/6 12.48] Drs Handoyo: Betul mas Susilo.
Di zona nyaman tidak boleh kewaspadaan mengendur.

[21/6 03.35] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Ia telah memperkenalkan jalan-jalan
Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel.
Mazmur 103 : 7

Banyak orang Kristen lebih suka menghadiri KKR prnyembuhan ilahi daripada hadir di kebaktian biasa.
Penyebabnya adalah,
Melalui KKR Penyembuhan ilahi orang berharap bisa melihat bahkan bisa mengalami kehadiran Allah secara nyata. Bisa dirasakan melalui mengalami disembuhkan, dilepaskan dari persoalan yang membelit, dst.

Tapi mari perhatikan hal berikut. Setiap kali umat bertemu dengan Allah, selain umat bisa merasakan kehadiran-Nya diharapkan umat juga memberi perhatian kepada perintah-Nya.

Sayangnya umat yang memberi perhatian kepada perintah-Nya tak sebanyak umat yang ingin mengslami karya penyembuhan-Nya. Ini sudah terjadi semenjak jaman dahulu. Itu sebabnya ketika membandingkan dua sikap ini Daud, penulis mazmur yang kitacbaca tadi menyebutkan : kepada orang Israel (umat pada umumnya) Allah memperkenalkan PERBUATAN PERBUATAN NYA, tapi kepada Musa Allah memperkenalkan JALAN JALANNYA

Sesungguhnya Allah rindu setiap kita bisa mengalami karya Nya, tapi juga kemudian hidup menurut jalan-Nya.
Alangkah sedihnya hati Allah, jika kita hanya mau menikmati karya-Nya tapi kemudian tidak mau hidup menurut jalan- Nya.

Amin

[22/6 02.27] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“….Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kau kehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau kevtempat
[22/6 02.41] Drs Handoyo: yang tidak kau kehendaki.” Yohanes 21 : 18

Tidak ada kuda yang bisa dipakai sebelym ia diberi pelana.
Tidak ada uap atau gas yang bisa menggerakkan aoapun sebelum dimasukkan ke dalam ruang.
Tidak ada air Niagara yang bisa diubah menjadi cahaya dan daya sebekum ia dimasukkan dakam terowongan.
Tidak ada kehidupan seorang anak manusia bisa bertumbuh dan berkembang menjadi berkat dan memuliakan Allah sebelum ia mau dan taat dipusatkan, dibaktikan, dan bersedia diatur diarahkan.

Amin

[24/6 02.56] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“,,,,segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang dibrumahmu.
Lukas 19:5

Ada seorang kaya raya yang pada suatu hari membeli sebuah lukisan tentang Yesus Kristus. Lukisan itu sangat. bagus tapi juga sangat mahal.

Semenjak datangnya lukisan tadi berhari hari muncul kesibukan baru di rumah tadi, yakni kesibukan menakar, mematut-matut, serta mencoba, di mana dinding yang paling cocok untuk memasang dan memajang lukisan tadi.

Dicoba, dipatut di manapun selalu saja akhirnya ada penilaian, wah tidak patut kok dekat dapur. Wah kok dekat dekat kamar mandi. Wah kok dekat keranjang sampah. Selalu begitu. Dst. Dst.

Itu cuma mau menempatkan sebuah lukisan. Bayangkan betapa ribetnya Zakheus yang mesti menyambut Tuhan Yesus dalam wujud fisik-Nya.

Bagaimana pula dengan kita sendiri. Yang sewaktu-waktu harus menerima Dia dalam wujud Roh yang mau hadir di rumah rohani kita. Siap menyambut Dia ?

Amin.

[25/6 00.50] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!
Roma 10 : 15

Konon kabarnya, sebuah kawasan yang terletak di area pegunungan di Afrika Barat, masih dihuni masyarakat kanibal.

Tidak sedikit orang yang memberanikan diri mencoba menembus daerah itu, nyatanya tidak
pernah kembali juga. Ada dari kalangan ilmuwan, ada dari kalangan militer, ada juga para penjelajah atau bahkan masyarakat biasa yang cukup punya nyali dan ingin menguji nyalinya.
Hanya sayangnya, fakta menunjukkan bahwa di antara kelompok orang tsb. memang tak pernah ada yang kembali.

Hingga suatu ketika, kondisi yang menyimpan misteri ini menantang sekelompok misionaris untuk memecahkannya.

Setelah mempersiapkan diri sebaik mungkin, ķelompok misionaris inipun akan segera menembus hutan maut tersebut.

Dari tampilan fisik, hal yang mencolok nampak membedakan kelompokini dibanding lain-lainnya adalah kelompok ini tidak membawa senjata samasekali, senjata tajam apalagi senjata api.

Dan ternyata justru itu rahasianya yang membedakan nasib mereka dengan kelompok lainnya.

Singkat kata, karena kedatangannnya membawa persahabatan, kedamaian, kebaikan, dst. maka kedatangannyapun diterima tidak dengan permusuhan.

Dan prinsip ini berlaku di belahan dunia manapun.
Oleh karena itu, marilah kita menjadikan diri kita orang-orang yang kehadirannya selalu membawa kebaikan.

Amin.

[26/6 00.19] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan.”
Yesaya 29:13

Apa yang tergambar dalam ayat di atas adalah kondisi umat Tuhan pada masa pelayanan nabi Yesaya.

Melalui nabi Yesaya Allah mencela dan mengecam hidup kerohanian umat. Khususnya yang nampak dalam hidup peribadatan mereka :

– melalui mulutnya mereka berdoa kepada Allah, dan juga bernyanyi. Tapi ternyata hatinya jauh dari Tuhan.
– Mereka masih beribadah, tapi yang mereka lakukan sebenarnya hanyalah apa yang menyenangkan hati manusia.

Alkisah ada seorang Kristen yang dalam tidurnya bermimpi diajak oleh malaikat Tuhan melihat kondisi manusia di dunia ini.
Coba kau perhatikan itu. Demikian kata sang malaikat. Itu adalah suasana ibadah Minggu, tapi dirimu tak ada di sana karena kau bersamaku di sini.
Dengar dan perhatikan baik-baik.

Setelah sejenak memperhatikan, bertanyalah si orang Kristen. Kenapa bisa seperti itu?
Kadang kedengaran kadang tidak. Baik doa maupun nyanyi kadang terdengar semua bersuara, kadang terdengar hanya beberapa. Itu menunjukkan kadang semua melakukan itu dengan sepenuh hati , kadang hanya beberapa gelintir saja yang melakukan itu.
Nah, kondisi seperti itulah yang dilihat dan didengar Allah.

Maka melalui Yesaya Allah menegur umat-Nya dulu dan juga kita semua sekarang.

Amin.

[27/6 01.26] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“…aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku…..”
Galatia 2 : 20

Martin Luther punya kisah menarik untuk menggambarkan perjuangannya melawan si jahat yang setiap kali selalu menggodanya.

Ketika suatu kali ada orang menanyakan hal itu kepadanya, maka Luther pun menjawab :

Ketika iblis mulai mengetuk-ngetuk pintu hatiku minta supaya diijinkan masuk. Setiap kali terjadi demikian aku sadar siapa yang kuhadapi. Maka akupun segera berdiri di belakang Tuhan Yesus, berlindung di situ. Dan biarlah Tuhan Yesus yang akan maju, membukakan pintu dan menghadapi siapa yang ada di sana.

Suatu kali pernah kudengar iblis bertanya : Siapa tinggal di sini ?
Tuhan Yesus pun menjawab : Martin Luther memang dulu pernah tinggal di sini. Tapi sekarang sudah tidak lagi. Sekarang Aku yang tinggal di sini.

Dan ketika iblis melihat siapa yang ada di hadapannya, Dia yang di tangan-Nya ada luka bekas lubang paku, Iblis pun segera ngacir pergi.

Ternyata jurus ampuh yang dipakai Martin Luther.
Ayo kita ikuti.

Amin.

[28/6 01.23] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”
Matius 5 : 48.

Kalimat dalam ayat di atas adalah ucapan Tuhan Yesus sendiri. Isinya adalah tuntutan kpd kita semua supaya menjadi sempurna.

Sekali membaca tuntutan tsb. tak sedikìt orang Kristen yg responnya negatif.
Kita ini manusia biasa yang penuh kelemahan, mana bisa disuruh sempurna ?
Jadi, firman tadi mustahil dilaksanakan.

Betulkah begitu. Mari pahami dulu, apa sih makna sempurna.
Kata yang diterjemahkan sempurna itu aslinya teleios. Padan katanya memanģ sempurna. Tapi artinya kalau dikalimatkan panjang adalah: menjadi seperti yang diinginkan Bapa.

Nah, waktu Bapa menciptakan kita dulu standarnya adalah : menurut gambar dan rupa Allah.

Gambar dan rupa yang indah itu menjadi rusak oleh kuasa dosa. Maka oleh karya Kristus gambar dan rupa yg indah itu akan dipulihkan. Tentu butuh waktu untuk prosesnya.

Maka yang dituntut dari kita adalah kesediaan untuk taat kepada Kristus. Dan kesediaan untuk terus berjalan sambil memandang Dia. Agar kemudian gambar dan rupa Allah itu semakin nampak dalam diri kita. Dan kitapun menjadi teleios (sempurna).

Amin.

[29/6 00.11] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Sadarlah dan berjaga-jagalah ! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.”
1 Petrus 5 : 8

Peristiwa ini terjadi di sebuah kebun binatang. Hari itu pengunjung tak begitu ramai. Pada saat seperti itu, seorang petugas kebersihan membuka pintu kandang seekor singa, lalu ia masuk untuk melakukan tugasnya. Anehnya pintu kandang dibiarkannya terbuka.
Pengunjung yang mengetahui keadaan itu berusaha memberitahu. Dan sang petugaspun segera menggendong singa itu lalu menjelaskan,
” Singa ini sudah sangat jinak.”
Seorang pengunjung menyahut,
“Yah tapi sejinak apapun dia kan tetao singa yang sewaktu waktu bisa menggigit kita.”
“Ooo, tenang saja. Dia sudah agak tua. Sudah tidak bergigi alias ompong dan kuku kukunyapun sudah dipangkas supaya tidak membahayakan.”

Singa di kebun binatang bisa menjadi tua dan menjadi seperti itu. Namun “singa” si iblis tidak pernah menjadi tua, tidak pernah menjadi ompong, maka ia selalu berbahaya. Jangan pernah main main dengan dia.
Demikian nasihat rasul Petrus.

Nasihat penting lainnya mengatakan :

Perangkap iblis tidak akan mampu menjerat kita, dan si iblis pun tidak akan mampu menelan kita kecuali kita terpikat oleh umpannya.

Amin.

Oleh: dhony sucahyo | 11 Juni 2019

Renungan Pagi_Maret 2019

[1/3 01.19] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya se mua orang berbalik dan bertobat.
2 Petrus 3 : 9

Robert Ingersoll adalah seorang atheis. Suatu hari dalam sebuah acara pertemuan warga di lingkungan tempat tinggalnya, ia diberi kesempatan untuk tampil dan berbicara.
Dan ia pun memamerkan ke atheisannya sembari menantang Tuhan.Ia berkata : Saudara sekalian, saya akan buktikan bahwa Allah itu tidak ada. Saya tidak mengakui-Nya dan tidak akan pernah. Kalau memang Dia ada, dan Dia mendengar hujatan saya, tentu Dia akan murka kepada saya. Sekarang saya beri waktu 5 menit. Dan biarlah Allah menunjukkan kekuatan murka-Nya dengan membunuh saya. Mari kita tunggu dan kita lihat apa yang akan terjadi.
Ternyata 5 menit berlalu dan tidak terjadi apa apa. Lalu berkatalah Ingersoll memungkasi kekurangajarannya : Nah, saudara lihat sendiri kan, bahwa Allah tidak ada.

Ketika Pdt. Joseph Parker ditanya komentarnya tetang hal ini, ia mengatakan :
Kalau diperhatikan sepintas, secara logika nampaknya Ingersoll benar. Tapi saya juga bisa menunjukkan kebenaran lain. Yakni bahwa Allah yang kita kenal adalah sungguh Allah. Ia bukan pribadi yang tempramental, emosional, dan gampang marah. Maka tidak akan hanya dalam waktu 5 menit habis kesabaran-Nya. Sebab Ia panjang sabar.
Tapi, meskipun demikian jangan pernah sekalipun kita main-main dengan kesabaran Allah.

Amin.


[2/3 02.37] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“…..janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah….”
Efesus 4 : 30

Suatu ketika Roh Kudus datang kepada seseorang di masa kanak-kanaknya. Dan Roh Kudus pun bertanya dengan lembut : Bolehkah Aku masuk ke dalam hatimu ?

“Ah, aku masih terlalu muda. Kelak saja kalau aku sudah lebih dewasa.”
Demikian jawab bocah tadi.

Roh Kudus kembali ketika bocah tadi sudah menjadi remaja.
“Ah, aku masih menikmati masa remaja ku. Jangan ganggu dulu.”

Roh Kudus pun kembali ketika si remaja sudah menikah.
“Waah, aku masih mau menikmati kebahagiaan pernikahanku. Lain kali saja.”

Roh Kudus tak kenal menyerah. Ia datang lagi ketika pengantin baru itu sudah mulai bekerja.
“Aduuh, sekarang ini aku lagi sibuk sibuknya bekerja. Demi karier semua ini.”

Ketika orang itu sudah memasuki masa tuanya. Roh Kudus kembali datang.
“Aku sudah terlalu tua, aku sudah pensiun. Aku pengin menikmati masa tuaku. Jangan ganggu.”

Ketika kematian hampir menjemput, Roh Kudus kembali menjenguk. Nampak sekali orang tadi gelisah. Tangannya meraih ke atas sambil berbisik, tolong aku, tolong aku.
Dan Roh Kudus pun menjawab :

Maaf ya, sudah terlambat.

Amin.


[4/3 04.00] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat : enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan, Allahmu…..”
Keluaran 20 : 8-10

Adalah sebuah dongeng : Suatu hari seorang ibu pulang dari berbelanja di pasar. Di antara belanjaannya adalah 7 buah roti untuk oleh-oleh. Karena rumah ibu ini relatif tidak jauh dari pasar maka ibu ini berjalan kaki saja berangkat maupun pulang dari pasar. Sesudah berjalan beberapa puluh langkah dari pasar, di tepian trotoar ibu ini melihat seorang pengemis duduk sambil menengadahkan tangannya mengharap belas kasihan. Karena tergerak hatinya ibu inipun mengambil satu buah dari roti yang tadi dibelinya dan diulurkannya kepada pengemis tsb.

Kemudian ibu ini meneruskan perjalanannya. Tapi langkahnya melambat, rupanya pikirannya masih terganggu oleh pengemis tadi. Ibu ini berpikir. Kalau cuma makan satu apa bisa mengenyangkannya padahal ià tak punyà makanan lain, sementara aku di rumah meja makan dan almariku penuh dengan berbagai makanan. Maka ibu inipun berbalik langkah mendekati pengemis tadi, sambil membuka tasnya ia mengulurkan satu demi satu roti sambil berujar : bapak punya isteri ? Pengemis itupun mengangguk. Punya anak ? Kembali pengemis itu mengangguk sambil bergumam pelan : anak saya tiga, masih kecil kecil.
Maka ibu tadi menyerahkan 5 potong roti dari dalam tasnya sambil berkata : nih buat isteri dan anak bapak. Lalu ibu itu berbalik langkah kembali menuju ke arah pulang.

Sejurus kemudian si pengemis itu bangkit dari duduknya lalu mengejar ibu itu. Rupanya ia melihat ketika ibu tadi mengeluarkan roti dari dalam tasnya. Pertama satu, kemudian lima. Ketika itu sekilas nampak masih ada tertinggal satu di dalam tas. Pikir si ibu, sisakan satu buat oleh oleh anaknya yg terkecil. Tapi lain lagi pikiran si pengemis, kenapa tidak sekalian yg satu itu. Maka dengan kasar di tariknya tas belanjaan ibu tadi dan diambilnya roti yg tinggal satu itu.

Dongengnya berakhir sampai di situ. Saatnya untuk merenungi. Seperti ibu tadi 6 buah roti sudah diberikannya kepada pengemis. Demikian juga Allah sudah memberikan 6 hari untuk kita pakai menurut keinginan kita. Ibu tadi tinggal menyisakan 1 potong roti. Allah pun tinggal menyisakan 1 hari yang Ia minta untuk kita khususkan untuk memuliakan Dia.
Seperti pengemis tadi, yg 1 itu mau dirampasnya juga. Kitapun sering berlaku demikian, yg 1 itu mau kita rampas juga untuk kesenangan kita sendiri.

Alangkah keterlaluannya bukan ?

Amin.


[4/3 05.02] dhony: Om sama nggak pengertiannya dengan di kejadian Kejadian 3:2-3 (TB) Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”
[4/3 06.15] Kartika Padna Paramitha: amin…memang kita keterlaluan ya…dan serakah…. 🤦‍♀🤦‍♀ maturnuwun pak handoyo…firmanNya tiap hari mengingatkan kita semua…🙏🙏
[4/3 07.04] Drs Handoyo: Ada persamaan:
Sama sama menunjukkan serakahnya manusia.
Ada perbedaan :
Yg satu keserakahan dalam hal umum,
Yg satunya keserakahan khusus dalam menggunakan hari/waktu.
[4/3 07.17] dhony: satu lagi om, aku pernah dengar kalau hari sabat itu hari sabtu, bener nggak?
[4/3 07.21] Drs Handoyo: Betul, Dhon. Sabat itu padanannya skr ya Sabtu itu.
[4/3 07.26] dhony: tapi kok ibadah kita hari Minggu Om?
[4/3 07.39] Drs Handoyo: Sampai zamannya Tuhan Yesus, ibadah itu hari Sabtu. Tuhan Yesus sendiri menjalani itu.
Tapi setelah peristiwa kebangkitan-Nya yg betarti juga kemenangan-Nya, murid murid biasa berkumpul pada hari Minggu utk merayakan kemenangan itu. Dari kebiasaan ini akhirnya terlembaga bahwa ibadah umat PB itu hari Minggu.
[4/3 07.40] Drs Handoyo: Jd yg penting esensinya, ada satu hari yg dikhususkan untuk Tuhan.


[5/3 01.35] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yabg satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.”
Roma 8 : 12

Alkisah, ada seorang Kristen (warga GKI) suatu hari bermimpi ketemu malaikat. Malaikat itu menawarkan kepada si orang Kristen tadi untuk sekadar berjalan jalan melihat suasana sorga. Mendapat tawaran seperti itu, si orang Kristen pun menyambut gembira.

Ketika mereka sedang berjalan melintasi sebuah aula besar, si orang Kristen bertanya :
Itu mereka sedang apa ?
Oo, mereka sedang berlatih menyanyi.
Tanyanya lagi : Siapa saja mereka itu kok banyak sekali ?
Mereka itu penghuni sorga.

Hah, penghuni sorga ? Ada orang Katolik ?
Tidak ada.
Orang kharismatik ?
Juga tidak ada.
Naah, kalau orang GKI ?
Itu pun tidak ada.
Jadi mereka semua ini orang apa ?
Mereka adalah orang orang yang ketika masih di dunia percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat.

Di sorga tidak dibedakan lagi keanggotaan gerejanya.

Amin.


[5/3 09.57] Titin Wngr: Om .. bagaimana dengan pengikut ajaran agama2 lain juga Aliran kepercayaan ?
[5/3 10.43] Drs Handoyo: Sorry ya Tin, baru jawab skrg.
Tentang agama lain, termasuk Aliran kepercayaan, bahkan kalau boleh saya tambah, juga generasi orang orang sebelum Tuhan Yesus.
Bagi mereka semua ini yang dilihat apakah mereka menjalani kehidupan seperti yg diajarkan oleh Tuhan Yesus. Bukan cara menyembahnya, bukan cara ibadahnya. Sebab Tuhan Yesus sendiri mengatakan : Akulah JALAN dan KEBENARAN dan HIDUP. Jadi Dia itu JALAN. Maksudnya model kehidupan untuk ditiru. Dan lagi di hari penghakiman Dia akan berkata : Bukan setiap orang yang berseru Tuhan, Tuhan, yg akan diterima tapi mereka yg MENJALANKAN PERINTAH BAPA.
Begitu Tin.
[5/3 10.47] Titin Wngr: Terima kasih om Han. Jawaban nya .. 🙏🏻
[5/3 14.03] Iwan Pethak: Om Handoyo….. Mau tanya ttg peristiwa Tuhan Yesus transfigurasi / menampakkan kemukiaanbdlm Markus 9.
1. Kira2 apa yg sedang dibahas oleh Tuhan Yesus, Musa & Elia. Atau setidaknya peristiwa ini ingin menggambarkan apa ? Sebab rasanya gak mungkin hanya sekedar menunjukkan pertemuan / show off kepada murid2
2. Bgmn murid2 Yesus bisa mengenali bahwa yg bertemu dng Guru nya asl Musa & Elia. Padahal jarak waktu Musa / Elia dng murid2 Yesus itu sdh ratusan / lbh dr seribu thn ? Dan belum ada teknology fotografi / selfie pada saat Musa / Elia
Thx
[5/3 17.45] Drs Handoyo: Sorry ya Fan baru bisa jawab skrg.
Topik kita Peristiwa Transfigurasi. Yg punya acara di prstw itu Allah Bapa sendiri. Krn itu puncak acaranya ada pada pernyataan : Inilah Anak-Ku yang Ku-kasihi, DENGARKANLAH DIA.
Kenapa perlu didengarkan ? Krn Dia itu LEGITIMASINYA diakui HUKUM TAURAT dan PARA NABI.
Wujud pengakuan legitimasi itu adalah tampilnya 2 tokoh. Satu mewakili Hukum Taurat (MUSA). Satu lagi mewakili para Nabi (ELIA). Jadi tampilnya 2 tokoh itu bukan untuk ngobrol tapi utk meñunjukkan pengakuan, dan dgn demikian memberi legitimasi kpd TYK. Itu sebabnya Bapa kmd berkata : Dengarkanlah Dia.
Perihal murid kok bisa tahu siapa yg tampil itu, saya rasa tentu waktu itu ada narasinya.
Begitu Fan.


[6/3 01.45] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Kamu telah mendengar firman : Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata krpadamu : Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”
Matius 5:43-44

Firman yang kita renungkan pagi ini, adalah bagian kecil dari Khotbah Di Bukit. Tidak salah kalau ada orang mengatakan Khotbah Di Bukit itu sebuah pengajaran yang indah. Tapi jangan kaget juga kalau ada pula yang mengatakan, indàhnya di telinga saja, praktiknya nol besar. Betulkah seperti itu ? Tentu tidak. Sebab kalau Tuhan memberi perintah ternyata perintah-Nya itu mustahil untuk dilakasanakan, àlangkah tidak bijaksananya Tuhan.
Jadi munculnya rasa mustahil itu jangan jangan karena perintah-Nya belum dipahami benar maknanya. Kalau memang begitu, mari pahami dulu.

Dua kata kunci dalam perintah tadi adalah KASIH (MENGASIHI) dan BERDOA.

1. Yang dimaksud mengasihi di sini tentu tidak sama dengan tindakan kita mengasihi isteri, suami, orang tua, anak dll. Lalu ini jenis kasih seperti apa ? Contoh : Kita punya karyawan yg jujur, tapi berulangkali berbuat kesalahan. Sampai kesekian kalinya ia bersalah lagi, kita bilang : mestinya kamu sudah saya pecat, tapi masih tak EMAN, tak kasih kesempatan sekali lagi. Yang ati-ati.
Seperti itu lho jenis kasihnya. Terkandung pengertiannya dalam istilah TAK EMAN.

2. BERDOA. Orang yang hatinya panas terbakar emosi tdk mungkin bisa berdoa. Hanya dgn hati tenang dan kepala dingin, kita bisa berdoa. Jadi yg dimaksud Tuhan, buatlah suasana hati dan pikiran seperti itu lebih dulu (seperti orang mau berdoa) ketika kita mau memikirkan tindakan apa yang mau kita lakukan terhadap orang yang memusuhi kita. Supaya kita tidak menyesal sendiri nantinya.

Nah, apakah itu perkara perkara yang mustahil. Tidak kan. Kalau begitu, mari kita lakukan.

Amin.


[7/3 04.20] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;”
Yohanes 6 : 68

Beberapa dasawarsa yang lalu, pernah terjadi polemik melalui tulisan di Surat Kabar “British Weekly” yang terbit di London. Yang dipolemikkan adalah hal berikut : sebetulnya masih ada manfaatnya atau tidak sih setiap kali firman Tuhan diberitakan (secara tertulis maupun lisan). Karena kenyataannya, berapa kali pun berita firman kita terima, toh kita kemudian juga lupa lagi, lupa lagi. Ambil contoh misalnya, berita firman waktu ibadah tutup tahun yl. apa ? Berita firman waktu ibadah Tahun Baru apa ?
Umumnya kita semua sudah tidak ingat lagi. Jadi kesimpulannya, sia sia kan diberitakan.
Bagi yang setuju segera meng-iya-kan pendapat ini. Tapi bagi yang tidak setuju, menentangnya dengan argumen :
Memang dari sekian banyak berità firman yang sudah kita dengar umumnya kita sudah lupakan itu. Tapi ini tidak berarti bahwa semuanya lalu menjadi sia sia. Bandingannya spt ini lho : Kita makan 3 kali sehari, berarti srpanjang tahun 2019 sampai hari ini kita sudah makan sebanyak 195 kali. Nah, waktu makan di hari tahun baru lauknya apa ? Waktu makan di tgl. 1 Maret yl. Lauknya apa ? Ternyata kita tidak ingat. Apakah lalu bisa dibilang kalau begitu makan tiap hari 3 kali itu percuma, karena ternyata kita sdh pada tidak ingat apa yang kita makan. Bukan begitu kan ?

Apa yang sudah kita makan sehari, seminggu, sebulan yl. itu kita sudah lupa tidak mengapa. Karena semua itu toh sudah ikut membentuk tubuh kita menjadi seperti hari ini. Demikian juga firman. Semua yg sudah pernah kita dengar, mungkin kita sudah pàda tidàk ingat lagi. Tapi semua tàdi sudàh ikut membentuk rohani kita menjadi seperti hàri ini.
Jadi, tidàk ada yang sia sia.

Amin.


[8/3 05.30] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
1 Yohanes 1 : 8-9

Kita sudah memasuki masa Pra Paskah, yang ditandai dengan ibadah Rabu Abu. Dengan atau tanpa mengikuti ibadah Rabu Abu, dengan atau tanpa menjalani puasa, yang pasti kita sudah memasuki masa Pra Paskah.
Selama sebulan ke depan ini kita dianjurkan banyak introspeksi diri. Untuk kemudian melakukan pengakuan dosa di hadapan Tuhan, dan memohon belas kasih pengampunan-Nya.

Semoga kisah pendek ini menuntun kita dalam melakulan semua itu.

Raja Prusia Frederik Agung sering melakukan kunjungan blusukan untuk mengetahui kehidupan nyata dari rakyatnya. Salah satu yang ia kunjungi adalah penjara. Dari balik jeruji sel itu raja banyak mendengar gerutu, protes, bahkan ungkapan marah dari para narapidana. Intinya mereka tidak terima dengan hukuman sekarang harus mereka jalani itu. Alasannya, mereka melakukan perbuatannya itu karena khilaf, terpaksa, ikut ikutan teman, dsb. Pendek kata mereka merasa tidak bersalah atau kesalahan mereka itu kecil. Tidak sebanding dengan hukuman yang harus dijalani.

Sampai pada satu sel, nampak seorang anak muda yang terus menunduk. Raja bertanya : Hei anak muda, apa kamu juga korban penahanan yang salah ? Dengan tetap menunduk pemuda itu menjawab : Tidak baginda. Hamba betul betul orang bersalah, sepatutnya menerima hukuman seperti ini…….
Belum selesai pemuda itu dengan kata katanya, raja berteriak memanggil sipir : Sipir segera kemari. Ada yang keliru. Sel sel ini dipenuhi dengan orang baik rupanya. Kecuali satu orang ini yang mengaku bahwa dirinya memang jahat, patut dihukum. Segera keluarkan yang satu ini, dan bebaskan, supaya tidak mempengaruhi orang orang baik itu.

Jadi, seperti kata rasul Yohanes. Tak ada gunanya kita membela diri di hadapan Sang Raja yang Maha Tahu.
Justru akuilah dosa dan mohonlah pengampunan. Itu sikap terbaik.

Amin.


[9/3 02.50] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Tetaplah berdoa.”
1 Tesalonika 5:17

Berikut ini adalah beberapa kata-kata mutiara tentang “berdoa.” Nikmati keindahannya, rasakan kuasanya, alami keindahannya, dan …..tetaplah berdoa.

“Doa membuat orang berhenti berdosa. Atau dosa membuat orang berhenti berdoa.”

“Lebih baik engkau berdoa tanpa kata-kata tapi penuh kesungguh hatian daripada berdoa dengan melimpah kata kata tapi tanpa kesungguh hatian.”

“Hari yang lewat tanpa doa adalah hari yang lewat dengan sia-sia.”

“Berdoa tanpa bekerja tak bedanya dengan pengemis. Tapi bekerja tanpa berdoa tak bedanya dengan pekerja paksa.”

Amin.


[11/3 01.32] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“….Juruselamat kita Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang RAJIN BERBUAT BAIK.”
Titus 2 : 13 – 14

Pada Jumat malam yl. di gerai ATM CIMB yg letaknya di pelataran bank itu terjadi sebuah peristiwa, yg melibatkan seorang pengemudi gojek, petugas security bank tsb, dan beberapa pengunjung lainnya.
Peristiwanya, si pengemudi gojek lewat HP nya barusaja menerima order dari seseorang untuk dibelikan sesuatu. Nilai pembeliannya cukup besar, karena si pemberi order sempat mengatakan akan mentransfer sejumlah uang dulu. Tapi anehnya utk keperluan transfer ini si pengemudi gojek diminta selain menyebutkan no. rekg, no. PIN juga diminta mengisi sejumlah tertentu ke dalam rekeningnya sendiri. Dengan patuh si gojek melaksanakan perintah pengorder, kecuali yg terakhir yakni mengisi sejumlah nilai ke rekg. nya sendiri.
Si gojek dalam kebingungan, panggilan dari ponselnya berbunyi, ketika diterima terdengar suara keras : gimana saldonya ndak mencukupi, segera usahakan.
Melihat si gojek bingung dan gelisah, pak security tahu membaca gelagat. Ia segera mendekat dan berbisik kepada si gojek : disuruh nigisi uang to, jangan mau, bapak mau ditipu itu. Suara dari ponsel memanggil lagi : halo, halo, gimana, kalau ndak mau ya sudah. Sambungan ditutup.

Singkat cerita transaksi tidak terjadi. Dan malam itu seorang pengemudi gojek batal terkena penipuan dari orang jahat. Seorang petugas security dengan perbuatan baiknya berhasil mencegah terjadinya sebuah penipuan.

Alangkah indahnya kalau kehidupan ini penuh dengan perbuatan baik. Sebab kejahatanlah yg akan menang, jika orang baik hanya berdiam diri.

Memang, untuk bisa berbuat baik orang tidak harus menjadi umat Kristus terlebih dulu. Tapi kalau seorang menjadi umat Kristus, ia HARUS RAJIN BERBUAT BAIK.

Amin.


[11/3 06.54] Titin Wngr: Amin. 🙏🏻 om bagaimana Kalo kita sudah berbuat baik tapi orang salah paham sebaliknya ?
[11/3 07.49] Drs Handoyo: Secara garis besar ada 2 macam sikap :
1. Seperti ibu Teresa. Ini sikapnya maju terus pantang mundur. Asalkan tindakan kita memang benar. Tugas kita kan melakukan perbuatan baik, bukan yang lain
Memang untuk sikap spt ini dibutuhkan mental baja.

2. Sikap yg kedua lebih fleksibel. Intinya kita tdk berhenti, tetap jalan terus tapi barangkali dengan cara dan gaya yg berbeda.
Dlm hal ini saya ingat, bahkan Tuhan Yesus sendiri memberi alternatif, jikalau niat dan tindakan kita baik baik tapi “ditolak juga” ya sudah tinggalkan saja. Kebaskan debu di jubahmu.

Jadi intinya tindakan kita berayun di antara dua kutub itu.
[11/3 08.43] Titin Wngr: Terima kasih jawaban nya om. Nambah lagi ya 😃.. Kalau kebaikan kita disalahgunakan dalam artian malah dimanfaatkan orang bagaimana ? Apa masuk 2 jawaban tadi atau masih ada pilihan lagi no. 3 😊
[11/3 09.30] Drs Handoyo: Kalau urusannya sudah hal penyalah gunaan lebih hati hati lagi. Sebab kalau sampai yg menyangkut masalah hukum, kan kita bisa ikut terseret.
Jadi kalau mau aman ya hati hati. Kita diperintahkan rajin berbuat baik. Ternyata berbuat baik itu banyak kendalanya. Jadi ya cerdiklah seperti ular, yg penting tetap tulus seperti merpati.
[11/3 09.31] Kartika Padna Paramitha: jangan pernah berhenti berbuat kebaikan…nggih pak handoyo…?


[12/3 01.28] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Sadarlah dan berjaga jagalah ! Lawanmu, si iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari oràng yang dapat ditelànnya.
1 Petrus 5 : 8

Seoràng petuàlàng làut yàng sudah berulangkali mengarungi samudera, suatu hari menceritakan pengalamannyà.Di antara yg hadir kemudian ada yg bertànya.
“Saat yang paling bahayà dalam pelayaran itu saat apa ? Apakah ketika dàtang bàdài sangat kencang itu .”

Tidak bisa dipungkiri, badai dan àngin kencang mèmang mènimbulkan bahaya. Tapi biasanya làut yang demikian itu malàh melahirkan pelaut pelàut yang jempolàn.
Yàng sebetulnya lebih perlu diwaspadai adalah jika laut tenamg, angin semilir. Kàrena kondisi yg seperti itu bisa sekonyong konyong berubah menjàdi awàn hitam gelàp, bàdài menghempas, dan ombakpun tàk ketinggalan.
Demikianlah penuturan si petualang laut.

Sebenarnya seperti itu pulà tantangan kehidupan nyatab yang kita jàlani. Datangnya kesulitan, masalah, tantangan, justru menjadikan kita siàgà terus. Tapi angin semilir dan laut yang tenang justru bisa mengecoh kita. Karena kalau sekonyong konyong masàlah datang dan kita tidak siap celakalah kita.

Oleh karenà itu, seperti kata Firman Tuhan : Sadarlàh dan berjaga-jagàlàh.

Amin


[13/3 01.02] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali…..”
Amsal 24 : 16

Hal yang istimewa dari orang yg bernama Robert D Ballard adalah ketika orang lain sudah berhenti dan menyerah, Ballard tetap ingin maju sampai upayanya membuahkan hasil. Sering ia terlibat dalam ekspedisi laut dalam mencari “barang-barang hilang.” Yang pernah ia temukan adalah : bangkai kapal -Titanic. bangkai kapal Bismarck, kapal perang Jerman, dan 11 bangkai kapal perang lainnya.

Jangan dikira Ballard mendapatkan temuannya itu dengan sekali menyelam. Ia harus bisa mengalahkan kegagalan-krgagalannya dulu. Ujian yg harus Anda tundukkan adalah bukan Anda pernah gagal atau tidak, tetapi apakah Anda BANGKIT KEMBALI setelah mengalami kegagalan.

Kata kata kunci dalam ayat Amsal bacaan kita adalah : orang benar dan tujuh kali jatuh. Orang benar, maksudnya benar di hadapan Tuhan.
Tujuh kali maksudnya bukan nominal setelah enam dan sebelum delapan. Tapi maksud bilangan tujuh adalah sebuah kebulatan, keutuhan. Jadi dalam bahasa yg sederhana bunyi amsal itu adalah :

Sekalipun kegagalannya buat orang lain sudah menjadikan kapok. Buat mereka yang bersandar pada Tuhan, masih ada kekuatan untuvk mencoba lagi.

Amin.


[14/3 02.16] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Segala jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.
Mazmur 25:10

Seorang anak sedang bermain kapal dari kertas di sebuah kolam yang cukup luas. Kapal yang semula ià taruh di bàgian pinggir kolam itu, karena gerakan arus air di kolam akibat tiupan angin, makin lama makin ke tengah. Maka sedihlah hati anak itu. Ia pun berusaha menarik kapal itu ke tepi namun tak berhasil. Anak itupun dengan terisak melapor ke ayahnya.
Sang ayah segera mengambil beberapa butir batu kerikil, lalu mulai mrlempar ke arah kapal anaknya.
Melihat apa yang dilakukan ayahnya màkin bingung hati si anak. Bukankàh nanti kapalku akan makin menjauh dan tenggelam ? Tanyà si anak kepadà ayahnya. Baik kita tunggu saja, lihatlah apa yang terjadi.
Sejurus kemudian terjàdi geràkan àir karenà tertimpà lemparan kerikil tadi. Dan sejalan dengan itu goncangan air itu pelan-pelan justru membawa kapal tadi ke tepi ke arah mendekat tempat si anak.

Ayah dan anak itu sama sama tersenyum menyaksikan hal itu.

Seperti yang terjadi pada kapal kertas di kolam itu, begitu juga tindakan Tuhan ketika kita berseru kepada-Nya dalam menghadapi persoalan kita. Sepertinya Tuhan malah membiarkan persoalan jadi makin rumit. Padahal sebetulnya Ia sedang mengulurkan tangan-Nya. Dan membiarkan kita mengalami proses pertolongan-Nya.

Amin.


[15/3 01.31] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Sebab Tuhan ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kau buat tempat perteduhanmu.
Mazmur 91 : 9

Felix adalah seorang bangsawan Kristen. Pada masanya orang Kristen dikejar-kejar untuk dianiaya dan dibunuh.Sampai sampai Felix meninggalkan rumahnya dan mengungsi ke tempat yang jauh. Dalam pelariannya, Felix tiba di sebuah gua di kaki bukit. Gua itu masih tertutup rapat oleh rumah laba-laba, pertanda belum pernah dimasuki orang. Felix pun menerobos masuk lalu merebahkan diri. Karena suasana gua yang nyaman, dan tubuh yg amat penat, Felix segera terlelap.

Sesaat kemudian terdengar suara mendekati gua,
“Ini coba kita cari, siapa tahu ada di antara kaum salib itu yg bersembunyi di dalam.”
Temannya menyahut,
“Mana mungkin. Lihat itu sarang laba laba itu masih utuh. Belum ada orang melewatinya.”

Sementara dialog itu terjadi, di dalam gua Felix merebahkan diri ke tanah sambil berdebar debar.
Untunglah para pengejar itu segera menjauh. Baru Felix sadar akan keajaiban yg terjadi. Sarang laba laba yg robek ia terobos tadi ternyata dalam waktu singkat sudah kembali pulih oleh campur tangan Tuhan.

Tidak setiap kita punya pengalaman seperti Felix. Tapi kepada setiap kita Tuhan melakukan pemeliharaan dan perlindungan juga dengan cara yang berbeda beda. Sebab Dia mengasihi kita juga sebagai umat-Nya.

Amin.


[16/3 03.07] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“….dan domba-domba itu mengikuti Dia, karena mereka mengenal suara-Nya.
Yohanes 10:4

Alkisah pada suatu hari seseorang pergi ke pasar hewan bersama anaknya yang remaja, hendak membeli seekor kuda. Setelah didapat apa yang dicarinya, pulanglah mereka kembali ke desanya yang terletak tidak jauh dari kota.

Supaya mudah perjalanan mereka, sang ayah mengatur supaya anaknyalah yang naik kuda itu dan si ayah berjalan di sampingnya sambil pegang kendali.
Setelah berjalan beberapa ratus meter, mereka berpapasan dengan serombongan orang, tiba-tiba ada yang nyeletuk :
Dasar anak tak tahu diri, kasihan ayahmu, kau enak naik kuda, ayahmu kan capek mesti berjalan.
Mendengar perkataan itu, si anak segera melompat turun. Kemudian ganti ayahnya yang naik.
Belum genap 1 km mereka berjalan, kembali mereka berpapasan dengan serombongan orang. Kali ini ada yang berkata :
Yang tua mestinya ngalah. Biar yang masih remaja yang naik, biar tidak kecapekan.
Sang ayah pun menyuruh anaknya ikut naik. Dan…tidak berselang lama berpapasanlah mereka dengan serombongan orang lagi. Terdengar suara : Sungguh tidak berbelas kasihan, kuda masih muda ditunggangi berdua.

Ayah dan anak itupun bersepakat, mereka berdua berjalan kaki saja sambil memikul kuda itu.
Ternyata ketika brrtemu dengan rombongan orang kembali ada komentar : Kedua orang ini agak gila rupanya. Masak mereka malah memikul kuda.

Pelajaran dari kisah di atas adalah, itulah kalau orang selalu mendengar dan mau menuruti suara-suara dari dunia ini. Apapun bisa salah, apapun bisa betul.
Maka selalu dengarlah suara Sang Gembala, dan ikutilah langkah-Nya.

Amin.


[18/3 01.34] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak terang,”
Efesus 5 : 8

Inilah pelajaran sederhana dari seorang guru kebijaksanaan, tentang hidup dalam terang dan gelap.

Suatu ketika sang guru bertanya kepada murid muridnya :
“Di pagi buta, bagaimanakah caranya kita mengetahui bahwa malam sudah berakhir dan pagi sudah menjelang ?”
Murid menjawab :
“Ukurannya adalah ketika kita sudah bisa membedakan antara mana ayam mana bebek.”
“Bukan itu.” Kata sang guru.
“Lalu apa ukurannya, guru ?”
“Ukurannya adalah, ketika engkau melihat wajah orang lain dan engkau melihat bahwa mereka adalah saudara dan saudarimu yang harus kau kasihi. Itulah tandanya pagi atau terang telah datang bagimu. Tapi jika engkau tidak bisà melihat itu, sesungguhnya engkau masih tetap berada di malam yang gelap.”

Amin.


[19/3 03.03] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Janganlah terburu-buru dengan mulutmu, dan janganlah hatimu lekas-lekas mengeluarkan perkataan di hadapan Allah, karena Allah ada di sorga dan engkau di bumi; oleh sebab itu biarlah perkataanmu sedikit.”
Pengkhotbah 5 : 1

Alkisah seorang àhli filsafat yang terkenal pada zamannya, namanya Voltaire, pernah mengatàkan demikiàn :
Alkitàbnya orang Kristen itu ìsinyà hanyà dongeng. Bagi orang modern pasti terasa membosankan. Suatu saat nanti, karenà tergilas krmajuàn zaman Àlkitàb àkan màsuk ke dàlàm museum. Orang kalau màu membacanya tinggal pergi ke museum. Dan tinggallàh kenangan, bahwa dulu pernàh ada buku yang namanyà Àlkitab. Itu àdalah Kitàb Sucinya orang Kristen.

Waktu berjalan terus. Akhirnya Voltaire pun mati. Lima puluh tahun kemudian buku yang diramalkan Voltaire bakal masuk museum itu tetap ada tersedia di toko toko buku, tetap dicetak ulang dan dicetak lagi.
Bahkan rumah tempat tinggal Voltaire, tempat ia mengucapkan ramalannya bahwa Alkitab akan ditinggalkan orang itu dibeli oleh Lembaga Alkitab dan jadilah rumah itu kantor tempat Alkitab diterjemahkan dan dicetak ulang. Terus dan terus.

Sementara Voltaire mulai dilupakan orang. Alkitab tetap dicari orang.

Amin.


[20/3 00.48] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.”

Orang bijak mengatakan bahwa dengan uang kita bisa :
– membeli tempat tidur, tapi bukan tidur nyenyak.
– membeli buku, tapi bukan hikmat.
– membeli makanan, tapi bukan selera makan.
– membeli obat, tapi bukan kesehatan.
– membeli hiburan, tapi bukan damai sejahtera.
– membeli barang berharga, tapi bukan keselamatan.

Dari daftar tadi, yang disebut di depan bisa dibeli dengan uang, oleh karena itu bisa habis. Sedang yang disebut di belakang hanya bisa dibeli dengan iman, maka sifatnya kekal.

Yang kekal itulah semestinya harta kita yang sebenarnya. Dan di situlah hati kita senantiasa. Maka perbanyaklah.

Amin.


[21/3 01.19] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Lalu Yesus berkata : Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu ?”
Lukas 17 : 17

Ayat di atas adalah bagian dari kisah tentang 10 orang penderita kusta, yang berseru seru memohon belas kasihan Tuhan Yesus. Ketika kemudian disembuhkan, hanya 1 orang dari 10 itu yang ingat mengucap syukur. Maka Tuhan Yesus pun bertanya : mana yang sembilan ?

Sesungguhnya kondisi semacam itu masih acap terjadi juga sampai hari ini, tahu meminta tapi lupa mengucap syukur.

Di sebuah gereja diadakan bidston bagi mereka yang akan menghadapi ujian akhir. Yang datang banyak, bangku gereja penuh. Sebulan kemudian kembali diadakan bidston. Kali ini pengucapan syukur bagi mereka yang sudah mengalami penyertaan Tuhan, bahkan sudah diberi keberhasilan.
Yang hadir bisa dihitung dengan jari. Bangku gereja hanya terisi kurang dari separonya.
Tuhan Yesus pun kembali bertanya :
Di manakah yang separonya lagi ?

Amin.


[22/3 04.28] Drs Handoyo: Mohon maaf,
Hari ini Renungan Pagi tidak bisa hadir.


[23/3 01.37] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barang siapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
Yakobus 3 : 2

Socrates adalah seorang ahli filsafat dari Yunani yang hidup sudah sekian abad yang silam.
Ia tak pernah melihat benda yang bernama ponsel, maka iapun tak kenal apa itu facebook, twitter, WA, dsb. Tapi ia punya nasihat yang berguna buat kita yang hidup pada zaman gadget seperti sekarang ini.

Nasihatnya demikian :
Setiap kali kita menerima informasi, sebelum kita meneruskan informasi tadi ke orang lain lagi, pertama tama dan selalu biasakan mencek dengan filter berikut :
1. Apakah BENAR ?
2. Apakah MEMBAWA KEBAIKAN ?
3. Apakah BERGUNA ?

Jadi, setiap menerima informasi pertama tama cek dulu apakah benar. Kalaupun benar, apakah akan berakibat baik kalau diteruskan. Dan apakah memang ada gunanya informasi itu.

Perlunya selalu mencek dengan filter seperti itu karena, menurut rasul Yakobus, kita mudah melakukan kesalahan dalam hal menerima dan meneruskan informasi.

Karena itu, berhati hatilah.

Amin.


[25/3 00.48] Drs Handoyo: Renungan Pagi

…….”Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang -orang yang seperti itulah yang empunya
Kerajaan Allah.”
Markus 10 : 14

Di sebuah desa ada satu gedung gereja yang cukup besar dan pintunya tidak pernah ditutup.
Jadi setiap orang, baik yang tercatat sebagai anggota gereja itu maupun bukan, bebas sembarang waktu untuk ke luar-masuk gereja itu untuk keperluan tertentu.
Biasanya waktu sekitar tengah hari banyak orang datang ke gereja itu untuk bersaat teduh dan berdoa, sekaligus sejenak melepas lelah di waktu rehat siang.

Pada suatu siang, nampak seorang gadis kecil keluar dari gereja itu dengan wajah ceria dan penuh senyum
Seorang ibu yang melihatnya segera bertanya :
“Dari mana kau nak ?”
“Dari dalam gereja,” sahut anak itu.
“Oo, kau dari berdoa juga ya. Masalah apa yang sedang kau hadapi ?”
“”O, tidak tante. Aku tidak sedang menghadapi masalah. Aku berdoa karena aku sangat mencintai Tuhan Yesus. Aku ingin selalu dekat dengan-Nya.”

Alangkah jujur dan polos anak itu. Maka tak heran jika suatu ketika Tuhan Yesus pernah menyatakan bahwa : “orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.”

Amin.


[26/3 02.30] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“…Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.”
Wahyu 2:10

Mari kita perhatikan fakta berikut :

MATIUS akhir hidupnya di ujung pedang orang yang membunuhnya di wilayah Etiopia.

MARKUS, pernah diseret tubuhnya di jalanan kota Alexandria.

LUKAS, digantung di sebuah pohon zaitun di kawasan Yunani.

YOHANES pernah dimasukkan ke dalam kuali berisi minyak mendidih, tapi ia bisa lolos. Kelak ia mati tua ďalam pembuangan di pulau Patmos.

PETRUS, mati di salib yang dijungkirkan dengan kepala dibawah. Di Roma.

YAKOBUS, saudara dari Yohanes. Mati karena dipancung di Yerusalem.

FILIPUS, mati di gantung di tiang kota Hieropolis.

ANDREAS, disalibkan sampai mati.

TOMAS, mati oleh tombak yang menghunjam ke tubuhnya.

MATIAS, awalnya dirajam dengan batu, diakhiri dengan dipancung.

BARNABAS, dirajam sampai mati di Salonika.

YAKOBUS, dilempar dari atas bangunan dan dipukuli dengan tongkat.

PAULUS , dipancung di kota Roma.

Kita diminta memikul salib kita masing-masing.

Amin.
[27/3 01.25] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Peringatan-peringatan-Mu ajaib, itulah sebabnya jiwaku memegangnya.
Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertisn kepada orang-orang bodoh.”
Mazmur 119:129-130

Berikut ini adalah tips singkat dari Martin Luther buat orang yang ingin mendapatkan berkat dari pembacaan Alkitab.
Ia mengibaratkannya seperti orang mencari buah dari pohon.
Langkah-langkahnya adalah :

– GUNCANGKANLAH SELURUH POHON
Bacalah seluruh Alkitab seperti orang membaca buku biasa.
– GUNCANGKANLAH DAHAN – DAHANNYA
Pelajari kitab demi kitab dengan teliti.
– GUNCANGKANLAH RANTING-RANTINGNYA.
Pelajarilah tiap pasal dengan saksama.
– PERIKSA DENGAN TELITI DI BALIK DAUN-DAUN.
Pelajari tiap ayat dan kalimat dengan hati-hati.

Dengan menggunakan metode seperti itu, banyak berkat bisa kita nikmati dari pembacaan kita.

Amin.


[28/3 00.33] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidàk tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.”
Roma 8 : 26

Pada zaman dahulu, ketika kapal layar masih menjadi sarana transportasi penting di lautan, sebuah kapal layar besar hendak bertolak dari New York ke Liverpool (INGGRIS).

Seorang perevmpuan kaya menjadi salah seorang penumpang. Dengan angkuhnya sang penumpang perempuan itu bertanya kepada seorang awak kapal :
“Berapa lama perjalanan kita ini ?”
“Kalau semua lancar dan Tuhan mengizinkan dalam 14 hari kita akan tibà di tujuan.” Jawab seorang awak kàpal.

“Heh, kenapa kau perlu bilang bila Tuhan mengizinkan segala. Semua hal itu ķan serba kebetulàn sàja. Ditambah ketrampilan awak kapal.” Ujar perempuan itu.
Semua awak kapal tercenung, diam, tidak ada yang menanggapi.

Pada hari keempat perjalanan, tiba-tiba datang badai yg kuat. Semua penumpang tercekam ketakutan. Dan masing- masing mencari perlindungan. Perempuan kaya tadi terduduk sambil memeluk tiang utama kapal. Tiba -tiba dia nyeletuk : “Kenapa kalian tidak berdoa. Berdoalah untuk kita srmua”

Seorang awak menjawab : “Berdoa untuk apa. Bukankah semua itu kebetulan saja.” Dan perempuan itupun menyahut : “Ahh sudahlah. Aku sadar sekarang, aku salah. Sekarang berdoalah sekaligus mengajari kami bagaimana berdoa.”

Setelah sepanjang malam seluruh penumpang dan awak dicekam ketakutan. Datanglah fajar di ufuk timur, lautpun nampak tenang sekali. Beberapa hari kemudian kapal itu tiba di Liverpool.

Ada pelajaran buat semua. Utamanya si perempuan kaya itu : Jangan meremehkan doa. Sebab hanya doalah yang bisa kau andalkan dalam segala perkara.

Amin.


[28/3 06.02] Susilo Wng: Yesss…bahkan Tuhan pun nggak akan mengabaikan sebuah doa sederhana yg kita ucapkan skalipun dg kata2 yg pating penthalit bahkan mungkin kita mengucapkannya sambil berlari-lari. *YES..HE IS*


[29/3 01.07] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah, sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.
Mazmur 127 : 2

Putus asa di malam hari, dan harapan baru di pagi hari, seringkali batas antara keduanya hanyalah sebuah tidur nyenyak dibdalam Dia.

Demikianlah pesan yang terkandung dalam Mazmur bacaan kita jika dibahasakan dalam kalimat yang berbeda.

Maknanya, lebih jelasnya demikian.
Setiap malam, ketika kita berangkat tidur, ada banyak beban seperti : masalah, harapan, kesalahan atau kekeliruan yang sudah kita lakukan, semua memenuhi benak kita sepanjang tidur kita. Kalau kita biarkan begitu saja semua itu tadi bisa menjadi “sampah” yang hari demi hari semakin memberati hidup kita.

Adalah bijaksana kalau setiap menjelang tidur malam kita bawa dan kita serahkan beban atau bahkan “sampah” kehidupan kita itu kepada Allah kita, sebab hanya Dia lah yang mampu mengolah dan mengubah beban itu mrnjadi hikmat kehidupan. Dan bahkan beban yang ibarat “sampah” pun Dia mampu mengubahnya menjadi kompos (pupuk dari sampah) yang pada waktunya akan menghasilkan bunga bunga indah kehidupan.

Jadi, jangan bersikap tetap tidur dengan membawa masalah. Tapi bersikaplah tetap tidur walaupun ada masalah.
Karena kita serahkan semuanya kepada Allah. Dialah yang akan memprosesnya dan menjadikannya indah.

Amin.


[29/3 04.36] Kartika Padna Paramitha: siyap…pasrah kepada Tuhan.👌👌👌 lagi pula tidur dgn byk masalah itu ternyata malah membuat tidak bisa tidur….kurang tidur ternyata bisa membuat kita masuk angin…😊😊😊😊
[29/3 04.37] Kartika Padna Paramitha: matur nuwun santapan pagi nya, pak handoyo…🙏🙏


[30/3 00.28] Drs Handoyo: Renungan Pagi
….”Ia sendiri (Tuhan Yesus) telah mengatakan : Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima.”
Kisah 20 : 35

Sore itu Paul membawa mobil barunya ke sebuah supermarket kecil, tak begitu jauh dari rumahnya. Mobil Paul itu adalah pemberian kakaknya yang kaya raya.
Ketika Paul selesai berbelanja dan berjalalan ke arah mobilnya, Paul melihat seorang anak duduk di rerumputan sambil matanya terus menatap mengamati mobil Paul. Dan ketika Paul membuka pintu mobilnya, anak itu pun bertanya,
“Ini mobil bapak, masih baru ya pak ?”
“Ya, ini pemberian dari kakakku, ia orang kaya.”
“Akupun ingin………
Ketika anak tadi menyatakan, “akupun ingin…………….” Paul berpikir, ànak ini ingin meminta sesuatu.
Tapi di luar dugaan, anak itu ternyata mengatakan : “Aku juga ingin menjadi seperi kakakmu. Bisa memberi sesuatu yang baik kepada adiknya.”
Betapa terkejutnya Paul yang tadinya sudah berprasangka buruk kepada anak yang menyapanya, pasti ia akan meminta sesuatu, ternyata anak itu mengungkapkan suatu kerinduan yang baik, yaitu bisa memberi yang baik kepada orang lain.

Bila semua orang bisa begitu, alangkah indahnya kehidupan di dunia ini.
Bukan cuma mendapat sesuatu (menjadi penerima) itu menyenangkan.
Bisa memberi sesuatu (menjadi pemberi) itu juga menyenangkan.
Bisa menerima jawaban doa adalah hal yang menyenangkan.
Bisa menjadi jawaban doa juga hal yang tak kalah menyenangkannya.

Mau mencoba ?

Amin.


[30/3 05.29] Kartika Padna Paramitha: amin…siyap…👌👌di berkati untuk menjadi berkat bagi yang laen…matur nuwun pak handoyo untuk sarapan rohaninya…🍒
[30/3 06.30] Titin Wngr: Amin 🙏🏻terima kasih om Han masih setia membagi berkat rohani setiap hari 👍🏻📖

Oleh: dhony sucahyo | 10 Juni 2019

Renungan Pagi_Mei 2019

[1/5 03.08] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati.”
Amsal 15:4

Alkitab mengajarkan lidah merupakan organ tubuh yang amat penting. Dari organ yang satu ini bida muncul hal yang baik, misalnya : perkataan yang menghibur, pujian yang membangkitkan motivasi, pernyataan yang mencerahkan.
Namun bisa muncul juga hal yang buruk seperti : perkataan yang menyakiti hati, fitnah, caci maki, sùmpah serapah, kata kata kotor.

Seturut dengan firman Tuhan itu, seorang ahli filsafat dari Tiongkok pun mengatakan hal yang
sama.

Ahli filsafat itu suatu ketika berkesempatan berbicara di depan umum. Ia mengawali
pembicaraannya dengann membuka mulutnya lebar lebar sambil bertanya kepada audiens.
– Saudara perhatikan ìsi mulut saya. Masih sdakah gigi di sana ?
= Masih ada tapi tinggal beberapa .
– Masih adakah lidah saya di sana ?
= Masih utuh.
Tahukah Saudara, kenapa sebabnya bisa demikian. Baiklah saya ceritakan.

Gigi itu pada dasarnya keras, bahkan ada yang tajam. Kerjanya menggigit, mencabik-cabik, dan baru ada kalanya tampil bersama teman-temannya betdiri berderet menyampaikan salan senyum.
Tapi pada dasarnya selalu berpenampilan keras dan mengerikan. Itulah maka umurnya pendek.
Sedangkan lidah pada dadarnya lemah, bahkan lembut. Kerjanya merangkul, memeluk, meraih, menjangkau.
Tidak pernah menyakiti siapapun. Itulah maka umurnya
panjang.

Anda ingin seperti lidah atau gigi ??

Amin.


[2/5 01.03] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“…Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang.”…….
1 Timotius 2 : 1

Ada sementara orang Kristen punya pandangan demikian :
Saya tidak punya talenta apa apa jadi saya juga tidak bisa ikut dalam berbagai pelayanan.
Alhasil jadilah dia orang Kristen minimalis.

Berbeda dari pandangan tadi, mari kita perhatikan fakta berikut. Ada seorang ibu tua yang punya berbagai keterbatasan. Usianya sudah melewati 70, kesehatannya, pendidikannya, semuanya bisa menjadi kendala dalam menjalani kehidupan pribadi apalagi untuk bergiat dalam pelayanan. Tapi tengok apa yang ia lakukan. Ia menyediakan waktu khusus setiap harinya untuk mendoakan hal hàl yang ia pandang perlu. Baik hal yang ada dalam kehidupan anak cucunya. dalam gerejanya, dalam negaranya, dsb.

Ia sediakan satu buku tulis untuk menuliskan pokok doa tersebut. Bagian kiri buku berisi pokok pokok tersebut dan tanggal mulai berdoa. Kemudian bagian kanan mencatat hasil perkembanganya.
Sampai kemudian ia berganti pokok doa lain.

Ketika ibu ini meninggal dunia, di dalam almari di kamarnya diketemukan belasan buku catatan doa seperti itu.

Dengan segala keterbatasan ibu tadi masih bisa melakukan pelayanan. Masak kita kalah ?

Amin.


[3/5 01.10] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” Ibrani 11:1

Alkitab memuat banyak kisah hidup orang beriman. Mereka bukan setengah dewa atau semi malaikat. Mereka manusia biasa, sama seperti kita. Hanya saja mereka bersungguh-sungguh dalam menjalankan hidup berimannya. Sehingga Alkitab mencatatnya, dan karena itu kita bisa melihat ciri menonjol dari kisah iman tokoh itu, dan yang lebih penting kita bisa meneladaninya.
Siapa dan bagaimana mereka ;
– ABRAHAM – percaya penuh kepada Allah.
– MUSA – lebih suka menderita daripada menikmati kesukaan sesaat karena dosa.
– KALEB dan YOSUA – tidak gentar menghadapi musuh karena percaya Tuhan menyertai.
– YUSUF – berani menolak godaan jahat walaupun karenanya dia mesti dipenjara.
– DAUD – selalu rindu memuji dan bersekutu dengan Tuhan.
– HENOKH – setiap hari bergaul erat dengan Allah.
– DANIEL – rajin berdoa kepada Tuhan.

Itu baru beberapa, tapi cukuplah untuk membuka wawasan iman kita.

Amin.


[4/5 00.52] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara oràng mati, sebagai yang sulung dari orang -orang yang telah meninggal.”
1 Korintus 15 : 20

Paskah tahun ini sudah dua minggu berlalu. Kebangkitan dan kemenangan Kristus, berarti krbangkitan dan kemenangan kita yang percaya kepada-Nya juga. Jangan sampai berita sukacita yang pernah menggemparkan dunia itu belum masuk ke hati dan hidup kita. Maka, perhatikan dengan jelas beritanya.
Hampir seabad yl. dalam pertempuran di Waterloo tentara Inggris yang dipimpin Jendral Wellington berhasil mengalahkan musuh. Dipandang perlu untuk segera menyampaikan berita kemenangan itu ke London agar seluruh negeri mendengar. Maka dengan cara berantai disiarkanlah berita itu dan dengan menggunakan sarana komunikasi seadanya. Diawalilah dengan mengirim berita itu ke pantai Selatan Inggris memakai perahu layar. Dari situ berita diteruskan dengan morse dan semafor. Di London berita itu dituliskan dengan cat dengan huruf-huruf raksasa di atas bukit di tengah kota, agar cepat terbaca oleh khalayak.

Pagi-pagi benar ketika udara masih diselimuti kabut tebal, penduduk kota membaca berita dari atas bukit, bunyinya : WELLINGTON KALAH……
Akibat berita itu, sepanjang pagi hingga siang suasana murung menyelimuti kota.

Menjelang sore, kabut mulai menghilang. Tulisan tadi terpampang lebih utuh bunyinya : WELLINGTON KALAHKAN MUSUH. Ketika penduduk kota menbaca itu, sorak gembira pun membahana.

Di bukit Golgota ketika kabut duka masih menyelimuti, terpampang tulisan : YESUS KRISTUS KALAH…….
Tapi ketika kabut itu telah sirna terbacalah tulisan : YESUS KRISTUS KALAHKAN MUSUH.

Jangan biarkan kabut masih menyelimuti penglihatan kita. Bacalah dengan utuh dan jelas berita dari Golgota dan bersukacitalah.

Amin.


[6/5 01.26] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Mengucap svukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus
bagi kamu..
1 Tesalonika 5 : 18

Alkisah ada sebuah dongeng tentang Allah, malàikat dan manusia yang isinya demikian. :

Setiap hari, di pagi buta ketika manusia masih pada terlelap dalam tidurnya, Allah telah mengirim malaikat-malaikat-Nya untuk turun ke bumi dan mendampingi manusia dalam menjalani hidupnya..Dan para malaikat itu akan kembali ke sorga ketika malam sudah larut. Ketika para manusia yang ia dsmpingi itu telah kembali terlelap dalam tidurnya.

Yang unik dari para malaikat itu adalah masing masing membawa dua buah keranjang besar dengan tulisan yang berbeda. Yang satu tulisannya PERMOHONAN. Yang satunya lagi tulisannya UCAPAN SYUKUR .

Tiap pagi ketika para malaikat itu turun ke bumi semua keranjang tadi dalam keadaan kosong. Malam harinya ketika para malakat itu kembali ke sorga ada keranjang yang tetap kosong atau hanya terisi sedikit. Dan ada juga keranjang yang selalu penuh.

Dari hasil evaluasi kerja bulanan diketahui bahwa ;
– keranjang yang selalu terisi penuh adalah keranjang yang di dindingnya bertuliskan PERMOHONAN

– dan keranjang yang sering terisi sedikit atau bahkan sering kosong melompong adalah keranjang yang di dindingnya bertuliskan UCAPAN SYUKUR

Maka Tuhan pun bertanya. Kenapa keranjang PERMOHONAN selalu penuh, dan keranjang UCAPAN SYUKUR selalu kosong.
Tak satu malaikatpun bisa menjawab kecuali mengatakan : nanti Tuhan, kalau kami ketemu manusia akan kami tanyakan.

Jadi, nanti kalau ada malaikat yang tanya tolong dikasih tahu jawabnya.

Amin.


[7/5 00.37] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar………..”
Matius 5 : 11

Ada 3 hal penting yang perlu diperhatikan dari pernyataan Tuhan Yesus di atas.

1. Kalimat itu bukan permintaan atau perintah. Maka bunyinya bukan “Hendaklah kamu menjadi.” atau “Jadilah kamu.”
Kalimat tsb. kalimat PENEGASAN. Maksudnya untuk mengingatkan atau menyadarkan. Maka jangan direspon dengan : wah itu tidak mudah. Mudah atau tidak mudah, tidak mengubah hakikat bahwa kamu adalah garam.

2. Lalu, apa maknanya ? Dalam dunia Perjanjian Lama kita mendapati istilah Perjanjian Garam (Bilangan 18:19). Yang dimaksud adalah, pada zamam itu perjanjian penting selalu disegel dengan garam. Jadi garam merupakan lambang atau simbol keteguhan, kesetiaan.

3. Jadi, kesimpulan dari pengajaran Tuhan Yesus adalah :
Jika engkau betul pengikut Kristus maka di mana saja kehadiranmu pasti akan memberi rasa, itu karena keteguhan hati dan kesetiaan sikapmu.

Amin.


[8/5 04.23] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.”
Ulangan 6:8-9

Kepada umat-Nya dulu, Allah menyampaikan firman-Nya melalui Musa. Dan Allah mewanti-wanti agar firman itu diperhatikan dan dilaksanakan.
Agar firman itu sungguh dilaksanakan, Allah mengajarkannya melalui metode simbol atau lambang yang menarik.

– Ikatkan sebagai tanda pada tangan.
Makna simbolik yang mau disampaikan adalah : Tangan nerupakan alat kerja kita yang utama. Firman diikatkan pada tangan artinya : Apapun yang kita kerjakan hendaknya firman Tuhan mengikat kita, artinya : menuntun, mengendalikan dan mengarahkan kita.
– Jadikan lambang di dahi. Makna simboliknya : dahi mecerminkan tempat pikiran kita. Jadi hendaknya pikiran kita selalu dikuasai dan diwarnahi firman Yuhan.

– Tuliskan pada tiang pintu rumah dan pintu gerbang. Makna simboliknya, baik kita keluar maupun masuk rumah selalu bawalah firmanl. Agar firman itu kemudian mewarnai hidup kita di rumah maupun di luar rumah.

Kalau kita perhatikan metode simbolik yang diajarkan Tuhan sendiri kepada umat-Nya dulu, masih tetap aktual dan mengena bagi umat-Nya sekarang.

Amin.


[9/5 01.16] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.”
Amsal 14:30

Iri hati sebagai satu perbuatan dosa nampaknya kecil, remeh dan sepele. Tapi awas jangan menganggap enteng dosa yang satu ini. Pembunuhan pertama yang dikisahkan Alkitab, yang dilakukan Kain terhadap Habel berawal dari iri hati.

Sebuah legenda Yunani kuno mengisahkan. Zaman dulu walaupun orangnya masih hidup tapi karena prestasinya tak jarang sudah dibuatkan patungnya. Karena merasa iri temannya banyak patungnya di mana mana, sebab memang dia banyak prestasinya, seorang pemuda melampiaskan iri hati dan kebenciannya kepada beberapa patung.
Hasilnya beberapa patung pecah dan hancur tapi tangan si pemuda juga terluka. Bahkan tragisnya, salah satu patung merubuhi dirinya sampai melukai kepalanya dan menyebabkan kematiannya.

Jadi, awaslah dengan iri hati. Bisa mencelakakan orang lain, bisa juga menghancurkan diri sendiri. Maka begitu muncul, segeralah minta tolong kepada Tuhan untuk bisa mengalahkannya.

Amin.


[10/5 00.38] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Kamu adalah garam dunia………Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.” Matius 5 : 13

Tiga hari yl. Tuhan Yesus memperingatkan kita bahwa sebagai pengikut-Nya hakekat kita di dunia ini adalah ibarat garam. Yang maknanya adalah, di manapun kehadiran kita harus memberi rasa.

Pertanyaan yang kembali muncul adalah : Mesti berapa besar kehadiran kita sehingga benar-benar “krasa?”
Kembali ambil pelajaran dari garam. Untuk kuah se panci, berapa banyak dibutuhkan kehadiran garam supaya terasa ? Perlu sepanci juga ? Atau minimal setengah panci ? Tidak bukan. Cukup hanya sesendok kecil sudah akan terasa.

Maknanya buat kita, jangan hanya selalu mengeluhkan tentang jumlah kita yang sedikit, kita kan minoritas dst.
Tuhan Yesus tahu itu. Maka Ia akan mengatakan : Untuk sepanci kuah juga hanya dibutuhkan garam sedikit kok, dan itu sudah akan terasa kehadirannya meski tidak nampak.

Biar minoritas tapi kehadirannya memberi rasa.

Amin


[11/5 00.21] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Kemolekan adalah bohong dsn kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan Tuhan dipuji-puji.”
Amsal 31:30

Sebuah keluarga memiliki dua anak gadis remaja yang usianya hampir sebaya. Mereka kakak beradik, selisih usia mereka dua tahun. Sì kakak wajahnya lebih cantik dibanding adiknya.

Yang lebih cantik sehari harinya selalu berlama-lama di depan cermin, bahkan ketika adiknya sedang di depan cermin, si kakak yang lebih cantik selalu ikut ikutan berdiri di sampingnya, seolah mau mengatakan : lihat tuh, aku lebih cantik kan.
Hal ini menyebabkan persoalan dalam hubungan sehari-hari kakak beradik ini.

Maka suatu hari ayahnya memanggil kedua mereka lalu menasihati :

“Kalian berdua itu kakak beradik, hiduplah saling rukun, saling mengasihi satu sama lain. Tidak usah berebut adu lebih cantik satu sama lain

Setiap kali kalian berdiri di depan cermin,

– Yang merasa lebih cantik, INGAT, jangan kau rendahkan kecantikanmu dengan perilaku yang tidak baik seperti sombong, suka merendahkan orang lain dsb.

– yang merasa kurang cantik, INGAT, kecantikan itu tidak hanya di wajah saja. Tapi juga di hati dan perilaku.”

Nasihat ayah bijaksana itu patut menjadi perenungan kita juga.

Amin.


[13/5 01.28] Drs Handoyo: Renungan Pagi

Renungan Pagi hari ini mengajak kita merefleksi tentang kehidupan doa. Seseorang membagikan pengalaman hidup doanya untuk kita. Semoga menjadi berkat.

Aku meminta kepada Allah agar penderitaanku disingkirkan.
Allah menjawab,
Itu bukan untuk Ku singkirkan, tetapi untuk kau kalahkan.

Aku meminta kepada Allah agar tubuhku sempurna.
Allah menjawab, jiwalah yang akan sempurna ksrena tubuh hanyalah sementara.

Aku meminta kepada Allah agar memberiku kesabaran.
Allah menjawab, kesabaran adalah hasil dari ketekunan. Itu bukan hadiah tapi harus dipelajari.

Aku meminta kepada Allah agar memberiku kebahagiaan.
Allah menjawab, Aku memberimu berkat. Kebahagiaan tergantung kepadamu.

Aku meminta kepada Allah agar menumbuhkan rohku.
Allah menjawab, kau harus menumbuhkannya sendiri. Tetapi aku akan memangkasnya supayavkamu berbuah lebat.

Aku meminta kepada Allah segala hal, supaya aku dapat menikmati hidup.
Allah menjawab, Aku akan memberimu hidup, supaya kamu dapat menikmati segala hal.

Aku meminta kepada Allah agar menolongku bisa mengasihi orang lain seperti Ia mengasihiku.
Allah menjawab,
….Nah, akhirnya kau mengerti anak-Ku.
Hari ini milikmu. Jangan kau sia siakan.

********


[14/5 01.08] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur,…….
Mazmur 119 : 7

Sebuah kisah menarik yang memberi pelajaran kepada kita tentang bersyukur.

Hari ini di halte bus kulihat seorang gadis cantik.
Aku iri melihatnya, karena ia nampak begitu sempurna.
Tiba tiba ia terhuyung huyung ketika ia bergeser posisi berdirinya.
Ternyata ia hanya memiliki satu kaki.
Ia tersenyum manis ketika melihatku.
O Tuhan, ampuni aku kalau aku sering mengeluh.
Aku punya dua kaki.
Dunia ini milikku.

Aku berhenti untuk membeli setangkai bunga.
Pemuda penjualnya nampak simpatik.
Wajahnya selalu ceria. Betah aku berlama lama ngobrol dengan dia.
Ketika aku mau melangkah pergi ia berkata,
Terimakasih engkau sudah begitu baik kepadaku, menghargai aku, lihat aku buta.
O Tuhan, ampuni aku kalau aku sering mengeluh.
Aku punya dua mata.
Dunia ini milikku.

Lalu aku melihat,
seorang bocah tampan berdiri termangu.
Sementara teman temannya bermain.
Aku berhenti sejenak,
lalu bertanya pada bocah itu
Dia memandang ke depan, tetap diam tanpa bersuara.
Baru aku tahu, ternyata dia tak bisa mendengar.
O Tuhan, ampuni aku kalau aku sering mengeluh.
Aku punya dua telinga yang bisa mendengar.
Dunia ini milikku.

Dengan dua kakiku aku bisa ke mana saja.
Dengan dua mataku aku bisa melihat segala yang indah di alam ini.
Dengan dua telingaku aku bisa mendengar apapun yang ingin kudengar.
O Tuhan ampuni aku kalau aku sering mengeluh.

Amin.


[15/5 01.03] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“…….supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadansn dengan panggilan itu. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut,…….”
Efesus 4 : 1-2

Sebuah dongeng berkisah tentang 2 buah jam. Yang satu, jam kecil yang biasa disebut jam meja. Yang satunya lagi jam raksasa yang biasa dipasang di atas tugu kota.

Jam kecil selalu merasa tidak puas dengan keadaannya. Ia merasa orang tidak menghargai dirinya, sehingga ia hanya ditaruh di atas meja di sebuah kamar.

Jam kecil selalu berpikir, andai ia ditaruh di atas tugu di tengah kota, alanigkah gagahnya. Setiap hari banyak orang yang berlalu-lalang akan mengagumi dirinya.

Dan, kata dongeng ini, akhirnya keinginan jam kecil itu terkabul juga. Sekarang jam kecil itu ditaruh di atas tugu di tengah kota.

Apa yang terjadi kemudian ? Tak seorang pun mengaguminya. Bahkan tak pernah ada orang membicarakan keberadaannya, karena tidak nampak. Tugunya begitu tinggi dan besar. Sedangkan jam itu kecil saja. Alhasil, keberadaannya di sana menjadi sia-sia saja.

Itulah makna nasihat dalam firman hari ini. Hendaklah setiap kita hidup berpadanan/sesuai dengan panggilan kita. Tak usah kita ingin menjadi orang lain. Karena itu memanig bukan panggilan kita.

Pertanyaannya barangkali, bagaimana kita bisa mengerti panggilan kita ?
Berdasar minat tapi juga yang bersesuaian dengan bakat dan pendapat orang tentang diri kita. Jangan lupa, konsultasikan senantiasa dengan Tuhan. Dan tetaplah rendah hati (tidak takabur) serta lemah lembut (tidak grusa-grusu).

Amin.


[16/5 00.40] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.” Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.

Suatu hari para petinggi iblis sedang berrapat membahas strategi baru mengalahkan manusia. Hasil penelitian mereka menyimpulkan adanya 3 cara, yaitu :
– menimbulkan ketakutan pada manusia dengan bencana, peperangan, kekacauan, dsb.
– membuat manusia menjadi ragu terhadap firman.
– meninabobokkan manusia dengan kebiasaan menunda.

Setelah tiga strategi baru itu diuji cobakan, hasilnya adalah strategi nomor tiga yang paling ampuh.

Ajarkan dan bujuk msnusia untuk selalu terbuka pada setiap firman. Jangan ditolak, jangan disanggah. Selalu iyakan, selalu aminkan. Tapi pada gilirannya mesti melakukan firman itu, nanti dulu, jangan buru buru, toh masih banyak waktu.

Kita melihat strategi ketiga ini banyak dipraktikkan orang Kristen. Mendengar
berita INJIL, tidak menolak. Tapi pada saatnya mesti menentukan sikap kepada Kristus, jawabnya : nanti dulu, tak pikir pikir dulu.
Atau setelah menjadi orang Kristen. Sikapnya selalu : Saya mau kok jadi Majelis, saya mau kok ikut pelayanan, saya mau kok….saya mau kok………Tapi jangan sekarang ya, nanti nanti dulu.

Itulah yang disebut kebiasaan menunda (bahasa Yunaninya : selalu SEMAYA).
Apa salahnya menunda atau semaya, toh tidak menolak. Memang betul, tidak menolak. Tapi selalu menunda atau selalu semaya seringkali berujung tidak samasekali.

Maka firman Tuhan mengatakan, sekaranglah waktunya. Hari inilah saatnya.

Amin.


[17/5 00.46] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“…..pergunakanlah waktu yang ada, karena hari hari ini adalah jahat.”
Efesus 5 : 16

Suatu ketika sedang berlangsung ujian bagi mahasiswa Teologia. Dosen penguji memberikan soal yang berbun yi demikian :

Waktu yang tersedia bagi kalian adalah 60 menit, alias 2 kali 30 menit. Maksudnya, dalam 30 menit yang pertama tuliskan segala hal yang kalian tahu tentang ROH KUDUS. Lalu dalam 30 menit berikutnya tuliskan segala hal yang kalian tahu tentang IBLIS.

Setelah waktu berakhir, ketika seorang mahasiswa mengumpulkan pekerjaannya, ternyata kertas pekerjaannya itu 2 halaman penuh hanya berisi tentang Roh Kudus. Maka bertanyalah sang dosen : mana yang tentang iblis ?

Di luar dugaan, mahasiswa itu menjawab : maaf pak, SAYA TIDAK ADA WAKTU UNTUK IBLIS.

Tak dinyana, jawaban itu membuat tertegun beberapa orang yang mendengarnya, termasuk sang dosen sendiri.

Maka berkomentarlah sang dosen : Ya, jawabanmu barusan memang ternyata mengandung kebenaran yang dalam. Seharusnya hidup semua orang Kristen seperti itu. Andaikata seriap orang Kristen hidupnya berprinsip : TIDAK ADA WAKTU UNTUK IBLIS.
Alangkah senangnya hati Tuhan.

Amin.


[18/5 01.03] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Yesus berkata kepada mereka : Memang, kamu AKAN meminum cawan yang HARUS Ku minum dan AKAN dibaptis dengan baptisan yang HARUS Ku terima.”
Markus 10:39

Meskipun sekarang kita sudah berada di masa Paskah, tak ada jeleknya kalau kita menengok kembali sejenak ke masa Pra Paskah. Masa ketika Tuhan Yesus mulai memberitahukan kepada para murid tentang keharusan Nya menderita demi karya penebusan Nya.

Dalam suasana dijelaskan tentang penderitaan, ada 2 orang murid Nya yang justru meminta kedudukan kelak jika Tuhan Yesus sudah dimuliakan.

Uniknya, Tuhan Yesus tidak marah menghadapi permintaan seperti itu. Ia justru menyadarkan para murid dengan mengatakan bahwa untuk mencapai kemuliaan itu ada hargavyang harus dibayar. Apakah mereka juga sanggup membayar harga itu. Dan dengan gegabahnya para murid menjawab : kami dapat.

Sekali lagi, Tuhan Yesus tidak marah.
Kali ini Ia mengatakan semacam nubuat yang isinya ada dalam ayat bacaan kita.

Inti nubuat itu adalah tentang meminum cawan (artinya : menanggung penderitaan karena kebenaran). Dan menerima baptisan (artinya : mengosongkan diri).

Yang dinubuatkan Tuhan Yesus adalah, bagi Dia menanggung penderitaan dan mengosongkan diri itu sesuatu yang HARUS. Sedang bagi para murid hal itu disebutkan AKAN. Akan itu artinya bisa jadi bisa tidak.
Alangkah benarnya apa yang Ia katakan itu. Sampai hari ini.

Mari kita periksa dalam hidup kita.
Buat Tuhan Yesus, mengasihi manusia, termasuk kita semua, itu HARUS. Bagi kita, membalas kasih Nya itu baru AKAN.
Buat Tuhan Yesus, melaksanakan perintah Bapa itu HARUS. Buat kita, rajin mendalami Alkitab itu baru AKAN.
Dan, seringkali yang kita sebut AKAN itu terus tetap sebagai…akan….akan…… akan, tapi ora tekan tekan.

Amin.


[20/5 00.41] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.”
Yohanes 10 : 4

Tiga kata penting dalam ayat di atas adalah :
– ia (gembala) berjalan di depan.
– domba domba itu mengikuti dia dari belakang.
– karena mereka mengenal suaranya.

Suatu hari dalam sebuah rombongan Holy Land Tour, seorang turis melihat ada beberapa orang yang nampaknya para gembala. Tapi mereka menampilkan adegan yang berbeda. Beberapa orang ini masing masing dengan tongkatnya menggiring kawanan domba berjalan beriringan menuju ke suatu tempat.

Jadi, domba domba di depan, orang orang bertongkat di belakangnya.
Melihat ini turis tadi bertanya kepada pemandu wisata :
Ini keadaannya kok berbeda dengan yang dikisahkan dalam Injil ?

Sang pemandu wisata pun menjawab :
Memang ini keadaan yang berbeda. Yang digambarkan dalam Injil itu domba domba mengikuti gembalanya dari belakang. Domba nampak penuh kesukaan karena tahu oleh sang gembala mereka akan dibawa ke padang rumput luas dan mata air sejuk.
Sedang yang barusaja kita lihat itu domba domba berlarian mengikuti arahan orang yang membawa tongkat. Tapi domba nampak stress dan gelisah, sebab yang menggiring mereka itu bukan gembala tapi para pedagang ternak yang sudah membeli mereka dan sekarang akan memindahkan ke kandang lain, atau ke pasar ternak, bahkan mungkin akan mengirim mereka ke tempat pembantaian hewan.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah di atas adalah :

Kita adalah ibarat domba domba itu. Mari kenali dan dengar hanya suara Sang Gembala, untuk kita ikuti. Jangan terkecoh dengan tampilan dan panggilan seperti gembala tapi ternyata pedagang ternak. Kita akan dijerumuskannya ke tempat pembantaian.

Amin.


[21/5 03.09] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.”
1 Petrus 2 : 25

Hubungan kita dengan Tuhan acap digambarkan ibarat dimba dan gembala. Halnya Sang Gembala selalu baik dan setia. Tidak selalu demikian ihwal para domba.
Ada saja yang karena ulahnya, sampai berakibat terpisah dari kawanannya.

Dan ini berarti menjadikan mereka tersesat atau terhilang. Sudah barang tentu kondisi seperti ini amat membahayakan bagi si domba, karena sewaktu waktu serigala siap menerkamnya.

Karena yang diibaratkan sebagai domba itu tak lain adalah diri kita, maka perlu kita mengetahui hal hal aoa saja yang bisa menyebabkan domba itu terpisah dari kawanannya.

Ternyata hal hal itu adalah :
– Terlalu asyik. Ini mencakup terlalu asyik dengan apa saja. Dengan rumput yang dimakan, dengan binatang atau serangga kecil yang beterbangan dsb.

– Tidak terlalu peduli dengan suara atau panggilan Sang Gembala.

– Mencari senangnya sendiri.

Wahai para domba. Selalu dengar dan taatilah suara Sang Gembala, sebab kita berada di tengah dunia yang penuh dengan serigala.

Amin.


[22/5 00.55] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka mellihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapa-mu yang di sorga. Matius 5 : 16

Tiga hal penting kita petik sebagai pelajaran dari fitman tsb.

1. Hidup kita bisa memancarkan terang kepada dunia ini karena kita sudah lebih dulu menerims terang dari Tuhan Yesus. Sang Terang sejati.

2. Yang dianggap memancar sebagai terang adalah : Perbuatan-perbuatan kita yang baik.
Perkataan-perkataan kita yang mencerahkan.

3. Jika hidup kita selalu dekat dengan Dia, maka praktik hidup beriman kita pun akan menjadi hal yang menyenangkan bagi banyak orang, bukan hal yang menakutkan.

Ingat ! Kamu adalah terang dunia.

Amin.


[23/5 00.47] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“,,,,dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.”
1 Yohanes 1 : 7

Ada jenis golongan darah yang agak langka. Yaitu golongan darah A-OB, yang disebut juga darah Bombay, karena pertamakali ditemukan di kota Bombay.

Golongan darah ini tergolong langka, karena di seluruh dunia pemiliknya hanya ada 26 orang.

Karena langkanya itu maka ketika ada salah seorang pemiliknya, yakni Kabitman Saki yang tinggal di Kuala Lumpur, Malaysia membutuhkan pendonor ketika dirinya mengalami kecelakaan lalu lintas, sulitnya bukan main untuk menemukan pendonor. Untunglah akhirnya diketemukan, sehingga nyawa Saki tertolong.

Ada lagi golongan darah istimewa sekaligus langka. Sedunia hanya satu orang yang memilikinya. Tapi anehnya darah itu cocok bagi semua orang yang membutuhkannya.

Itulah darah Yesus yang bisa menyelamatkan jiwa manusia. Hargailah dan hormatilah. Karena oleh-Nya kita sudah diselamatkan.

Amin.


[24/5 02.10] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“,,,,tiga kali sehari ia (Daniel) berlutut, berdoa serta memuji Allah-Nya seperti yang biasa dilakukannya.
Daniel 6 : 11

Catatan :
Ayat ini intinya mau melukiskan kebiasaan Daniel berdoa secara teratur setiap harinya. Daniel mengekspresikannya dengan sikap berlutut. Ini pilihan Daniel. Artinya : sikap orang percaya ketika berdoa itu tidak harus hanya satu posisi saja yakni selalu berlutut
Tapi sikap berlutut cukup lazim dipakai untuk menggambarkan sikap orang berdoa.

Suatu hari seorang Pendeta bertemu dengan seorang seniman pahat batu yang sedang bekerja di sanggarnya. Setelah mengamati sekian lama apa yang sedang dilakukan seniman itu, berkomentarlah sang Pendeta :
Sesungguhnya batu itu kan keras.Tapi di tangan seorang seniman nampak seperti empuk. Sehingga bisa dibentuk menjadi apa saja. Dalam tugas pelayanan saya, saya sering bertemu dengan orang yang hatinya lebih keras dari batu, susah sekali membentuknya.

Tak diduga, sang seniman menyahut :
Ada satu rahasia pak, agar saya bisa membentuk batu yang keras ini menjadi bentuk yang saya inginkan, saya harus banyak berlutut (arti sebenarnya). Bapak pun demikian. Kalau ingin menjadikan hati yang sekeras batu bisa dibentuk menjadi indah, jangan lupa, banyaklah berlutut (maksudnya berdoa).

Alangkah benarnya nasihat sang seniman.

Amin.


[25/5 02.00] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkann firman Allah dan yang memeliharanya.”

Dalam sebuah acara Pemahaman Alkitab yang diadakan mahasiswa Teologia terjadi dialog berikut ini, ketika pembahasan mereka sampai pada satu ayat yang terasa sulit.
A : Menurutku terjemahan bahasa sehari hari cukup jelas tentang ayat ini.
B : Kalau menurut aku terjemahan bahasa Jawa lebih jelas.
C : Coba tengok terjemahan Bahasa Inggris King James juga jelas kok.
D : Kalau menurut aku, ayat ini maknanya menjadi jelas sekali dalam Alkitab terjemahan ibuku.
A+B+C : Haah, memangnya ibumu menerjemahkan Alkitab. Diterbitkan dan dijual di mana ?
D : Alkitab terjemahan ibuku tidak dijual di mana mana. Ia menerjemahkannya dalam hidupnya sehari hari.

Amin.


[27/5 00.15] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”
2 Korintus 5 : 17

Sudah hampir tiga bulan berjalan ini nampak ada hal yang berbeda pada diri bapak X. Pria setengah baya ini setiap Rabu sore sebelum pk.17.00 pasti sudah hadir di gereja dengan membawa tas berisi Alkitabnya.
Rupanya bapak X ikut bergabung dengan kelas katekisasi yang diselenggarakan di gereja itu.

Sehubungan dengan ikut katekisasinya bapak X itu tak sedikit orang orang yang mengenalnya merasa antara percaya dan tidak. Bahkan ada yang mengungkapkannya dengan nada meledek.
Ý : Wah, kamu sekarang ikut katekisasi. Mau jadi orang Kristen ya ?
Kamu ya sudah hafal Pengakuan Iman Rasuli, atau Doa Bapa Kami, atau Sepuluh Perintah Tuhan ?
X : Yah, pernah mencoba moenghafal, tapi sudah pada lupa lagi. Mungkin karena sudah terbawa umur ya, jadi gampang lupa.
Y : Kalau nama nabi, nama murid Yesus, nama nama kitab dalam Alkitab hafal apa tidak ?
X : Lagi-lagi, pernah menghafal, tapi ya itu tadi, terus lupa lagi.
Y : Gimana kamu ini. Katanya mau jadi orang Kristen, tapi ini ndak hafal itu ndak hafal. Terus apa yang kamu tahu ?

X : Memang semua tadi aku belum hafal. Tapi satu hal yang aku tahu. Dulu aku ini orang bejad. Suami dan ayah yang tak bertanggungjawab, menelantarkan keluarga. Suka berjudi, minum, main perempuan. Tapi sejak mulai belajar tentang Yesus Kristus, semua tadi aku tinggalkan. Dan aku mau terus dengan pertolongan Dia sungguh sungguh bisa meninggalkan itu semua. Itu saja yang aku tahu. Apa masih kurang ?

Amin.


[28/5 00.45] Drs Handoyo:
Renungan Pagi

“Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara yang besar, lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.”
Yakobus 3:5

Berbicara tentang perkara kecil dan perkara besar, sudah lazim orang memakai dalil bahwa perkara besarlah yang harus lebih diperhatikan, sedang perkara kecil sering dianggap sepele sehingga diabaikan.
Tapi tidak demikian dengan nasihat firman Tuhan, utamanya yang berkaitan dengan kesalahan dan kerusakan yang ditimbulkan. Dalam hal ini seringkali hal kecil diabaikan atau diremehkan padahal ternyata bisa mengakibatkan kerusakan besar.

Kisah berikut memberikan contohnya. Seorang yang suka bertualang suka mengadakan perjalanan dari satu kota ke kota lain. Perjalanannya, khususnya siang hari, ditempuhnya dengan berjalan kaki.

Ketika orang ini ditanya, hal apa yang paling mengganggu perjalanannya, alangkah mengjutkan jawabannya : pasir-pasir kecil yang seringkali masuk ke dalam sepatu.

Ya, batu besar bisa dihindari atau bahkan disingkirkan. Tapi pasir-pasir kecil yang masuk ke dalam sepatu sering menjadikan kaki tetluka dan itu menyusahkan.

Maka, untuk yang berkaitan dengan dosa, jangan pernah remehkan hal-hal yang seringkali dianggap kecil, sepele. Sebab hal-hal seperti itu yang pada waktunya bisa menimbulkan masalah besar. Maka berhati hatilah.

Amin.


[29/5 00.40] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“….: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga,….”
Matius 5:44-45

Dalam sebuah acara Pemahaman Alkitab, seorang ibu menuturkan demikian :
Suatu hari ada seorang bertanya tentang Tuhan Yesus kepada saya. Lalu sebisa saya, saya menjelaskan.
Tadinya percakapan kami terasa menarik, bahkan menantang bagi saya. Karena saya harus menjelaskan tentang iman, keselamatan, dan Juruselamat.
Tapi lama kelamaan, orang itu selalu menyanggah setiap jawaban saya. Bahkan tak jarang menyalah-nyalahkan dan mengolok-olok jawaban saya. Sampai akhirnya dengan sengaja menyerang dan menghina Tuhan Yesus.

Kalau sudah begitu saya harus bagaimana pak ?

Sang pemimpin PA pun menjawab :

Apa yang Saudara lakukan sudah benar. Orang bertanya ya, harus dijawab. Tapi kalau kemudian tiap jawaban mesti disanggah, apalagi diserang. Kita disalahkan dan diolok, ini sudah bukan orang bertanya lagi. Maka berhentilah menjawab. Karena dijawab seperti apapun tidak akan pernah selesai. Orang seperti itu memang niatnya buruk. Bukan ingin tahu tapi ingin mempermalukan kita.

Maka kalau kita ketemu situasi seperti itu, katakan saja :
Ok. Aku sudah tidak bisa menjawab pertanyaanmu lagi. Aku doakan saja ya agar Tuhan sendiri yang akan memberi pengertian kepadamu.

Tuhan Yesus mengasihi engkau kok.

Amin.


[31/5 00.50] Drs Handoyo: Renungan Pagi

….”Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”
Lukas 17:10

Seorang Pendeta Afrika suatu ketika berkata : Sebagai manusia biasa, saya juga penuh keterbatasan. Setelah setiap Minggu saya berkhotbah tentang Tuhan Yesus Kristus, saya mengalami kebuntuan pikiran alias mentok. Apalagi yang harus saya khotbahkan ?

Ketika saya merenung dan berdoa, saya memperoleh hikmat yang mengatakan : perhatikanlah segala sesuatu yang ada di sekeliling Yesus, itu semua juga punya nilai untuk dikhotbahkan. Sejenak kemudian saya teringat peristiwa ketika Tuhan Yesus masuk kota Yerusalem dengan mengendarai KELEDAI. Ya, saya tertarik dengan figur keledai itu.

Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari keledai itu ?
1. Ia seekor keledai beban yang masih muda. Kondisi ini memungkinkannya untuk menjadi binal atau liar tidak terkendali. Tapi ketika Tuhan Yesus yang memakainya, ternyata ia taat dan terus patuh menjalankan tugasnya sampai selesai.

2. Setelah selesai menjalankan tugasnya, keledai itu diam-diam menarik diri dan kemudian dipulangkan kepada pemiliknya. Dan tak pernah terdengar lagi kisahnya. Namanya pun tak seorang tahu.

Pelajaran buat kita,
Selagi kita masih di usia muda, potensi besar tersimpan dalam diri kita. Dan potensi yang besar itu semestinya bisa dipakai oleh Tuhan.
Persoalannya adalah, bersediakah kita menyerahkannya kepada Tuhan. Dan kemudian kita taat dan terus patuh kepada-Nya.
Dan tidak kalah pentingnya kemudian, setelah satu tugas terselesaikan dengan berhasil, kita tidak jumawa dan menepuk dada. Tapi dengan rendah hati kita berkata, aku hanyalah hamba yang tidak berguna, aku hanya melakukan apa yang memang seharusnya aku lakukan. Biarlah hanya nama Tuhan yang dimuliakan.

Keledai tadi bersikap seperti itu. Masakan kita kalah dengan keledai.

Amin.

Oleh: dhony sucahyo | 10 Juni 2019

Renungan Pagi_April 2019

[1/4 04.50] Drs Handoyo: Renungan Pagi

….”bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya.”..
Lukas 12 : 7

Seorang teman bercerita, suatu kali ketika sedang memasang paku di dinding dengan menggunakan palu.
Karena kurang hati hati maka terpukullah ibu jari (jempol) tangan kirinya. Dan karena hantaman palu cukup kuat, memarlah jempol itu dan sedikit terluka.

Hari pertama merasakan nyeri dan sakit pada jempol itu menjadikannya merenung dan menghitung. Dari sejak bangun tidur pagi sampai menjelang tidur kembali malam, berapa kali ia merasakan nyeri ketika jempol kirinya dipaksanya ikut beraktivitas seperti biasa, seperti : memencet odol, mrmbuka handel pintu, mengangkat gelas, memegang sisir, dsb.
Ternyata, dalam sehari, seluruhnya ada 257 aktivitas yang melibatkan jempol tangan kiri.

Apa pelajaran berharga bisa kita petik dari peristiwa macam itu ?
Sesungguhnya, setiap hari tak kurang dari 250 kali aktivitas yang melibatkan jempol tangan kiri kita. Itu baru mengenai 1 organ tubuh, bagaimana dengan organ organ yang lain.

Ketika semua organ itu dalam baik baik saja, kita tidak sungguh sungguh merasakan pentingnya, bahkan terkadang meremehkannya. Baru kalau ada masalah kita disadarkan pentingnya organ tsb.

Mari kita belajar menghargai dan mensyukuri seluruh tubuh pemberian Tuhan ini. Sebab Tuhan sendiri begitu memperhatikannya. Itulah makna perkataan Tuhan Yesus yang berbunyi rambut kitapun terbilang jumlahnya di tangan Tuhan.

Amin.

[2/4 05.05] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui ?”
Matius 7 : 3
Catatan : selumbar adalah serpihan hasil dari kayu diserut.
Bahasa Jawanya : tatal.

Karena kebanyakan orang sukanya melihat adanya kekurangan pada pihak orang lain. Dan tak pernah merasa ada kekurangan juga pada diri sendiri.
Maka, marilah kita merenungkan kisah ini.

Dua orang sedang berjalan menyusuri trotoar jalanan kota.
Sampai di sebuah toko satwa berizin dua orang itu berhenti. Toko ini menjual satwa yang sudah diformalin maupun yang masih hidup. Di antaranya ada yang dipajang di ruang etalase. Di depan kaca etalase itulah kedua orang tadi berhenti. Mereka sama sama para taksidermis. (Taksidermis adalah ahli mengeringkan satwa yang kemudian diisi dengan kapas sehingga badan satwa itu menggembung dan nampak hidup).

Para taksidermis tadi berdiri di depan etalase. Lalu mulailah mereka saling mengomentari apa yang terlihat di dalam.

“Lihat burung hantu itu, cara meletakkannya kurang bagus, mestinya di dahan yang lebih besar.”
“Iya. Matanya juga kurang nampak hidup. Bulu sayapnya kurang tebal.”

Baru berhenti ucapan sang taksidermis, burunghantu yang jadi sasaran kritik dan dikira sudah dikeringkan itu sekonyong konyong mengepakkan sayapnya lalu pindah ke bagian lain dari ruang etalase itu.

Eehh, ternyata masih hidup.
Itulah makanya jangan bisanya hanya mencari kekurangan orang lain, dan tidak pernah menyadari kekurangan diri sendiri.

Amin.

[4/4 03.06] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang : Penasihat Ajaib,……”
Yesaya 9 : 5

Firman yang kita baca itu berbicara tentang Juruselamat yang dianugerahkan Bapa untuk kita.
Tentang identitas sang Juruselamat itu salah satunya disebutkan : namanya disebutkan orang : Penasihat Ajaib.

Apa maknanya disebut Penasihat Ajaib ? Maknanya adalah : Pribadi sang Juruselamat itu, kisah hidup-Nya, ajaran-Nya, dst. Mengilhami dan memberi inspirasi kepada para seniman, sastrawan, apalagi para rohaniwan.

Dan inilah buktinya, dalam karya-karya Shakespeare kita bisa temukan tidak kurang dari 550 kutipan yang mengacu kepada Alkitab.
Dalam karyanya Richard II ada 40 kutipan.
Richard III ada 49 kutipan.
Hamlet ada 80 kutipan.
Tidak ada satu ksryanyapun yang tidak menggunakan kutipan atau acuan ke Alkitab.

Amin

[5/4 00.42] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“…..Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.”
1 Korintus 14:15

Ada orang Kristen yang terlalu menekankan peran roh dalam menjalani kehidupan di dalam Tuhan. Berdoa dalam
roh, menyanyi dalam roh, memberitakan firman dalam roh.

Sementara di sisi lain
ada yang menekankan akal budi saja.
Mana yang benar di antara keduanya itu ?

Coba perhatikan contoh keadaan berikut ini.
Ketika menyanyi, nampak antusias sekali, tapi nadanya, iramanya pada salah belepotan.
Doanya tampak khusyuk, tapi kata katanya hanya muter diulang itu lagi itu lagi.
Firman dibawakan dengan berapi api, tapi penjelasan dan pengenaannya asal asalan.

Tentunya tidak seperti itu. Maka rasul Paulus memberi nasihat yang jelas kepada jemaat Korintus :
Seimbangkanlah antara keduanya, antara roh dan akal budi.

Seorang bijaksana memberi nasihat berikut :
Jika kamu hanya mengandalkan roh tanpa akal budi, kamu akan habis.
Jika kamu mengandalkan akal budi tanpa roh, kamu akan kering.
Jika kamu bisa memadukan keduanya, kamu akan segar dan bertumbuh.
[6/4 01.11] dhony: [6/4 00.30] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Umat-Ku tadinya seperti domba-domba yang hilang; mereka dibiarkan sesat oleh gembala-gembalanya, dibiarkan mengembara di gunung-gunung, mereka berjalan dari gunung ke bukit sehingga lupa akan tempat pembaringannya.”
Yeremia 50 : 6

Topik perenungan kita adalah tentang domba yang hilang. Yang perlu kita renungkan adalah :
– Seperti apa yang dimaksud HILANG ?
– Apa yang bisa MENYEBABKAN hilang ?
– Bagaimana supaya tidak terhilang ?
Ini semua menjadi penting karena sesungguhnya diri kitalah yang digambarkan sebagai domba itu.

1. Apa yang dimaksud hilang ?
Lepas dari kendali sang Gembala.

2. Mengapa bisa terhilang ?
Di antara domba yang banyak itu ada yang terlalu asyik merumput, bermain sendiri dsb.
Jadi kata kuncinya adalah KEASYIKAN.
Keasyikan bisa menyebabkan menjauh, makin jauh dan akhirnya terlepas dari kendali Tuhan.
Contohnya : Keasyikan bekerja, berhobby, mencari uang, dsb. Ini semua diam-diam bisa membawa kita menjauh dan makin jauh dari Tuhan.
Oleh karena itu : hati hati dan waspadalah.

Ketika akhirnya sang gembala bisa menemukan dombanya yang hampir hilang, maka domba-domba itu mestilah taat dan mau digendong pulang. Demikian juga kita, setelah Tuhan berhasil menemukan keberadaan kita,, kita mesti bersedia digendongnya dan dibawanya pulang.

Amin.

[8/4 00.51] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Roma 8 : 28

Kita tahu sekarang, kata Paulus. Tahu apa ? Tahu bahwa ALLAH TURUT BEKERJA DALAM SEGALA SESUATU, dalam hidup orang percaya. Pengetahuan ini begitu berharganya dalam hidup Paulus, berharga juga dalam hidup setiap orang percaya. Karena dengan pemahaman seperti itu berarti tidak ada istilah gagal berarti tamat dalam hidup orang percaya. Karena ketika satu kegagalan terjadi, itu berarti Allah sedang menutup satu pintu, tapi pada saat yang sama Ia sedang membukakan pintu yang lainnya.

Tahukah Anda, orang orang berikut ini pernah mengalami yang disebut gagal dalam hidupnya. Tapi itu tidak menjadikan hidup mereka tamat.

NAPOLEON pernah gagal ketika berusaha menjalani hidup sebagai seorang penulis. Kita mengenalnya kemudian sebagai KAISAR PRANCIS.
WILLIAM SHAKESPEARE pernah gagal ketika menjadi pedagang bulu domba. Kita mengenalnya sekarang sebagai PUJANGGA BESAR.
ABRAHAM LINCOLN pernah gagal ketika menjadi penjaga toko. Kita mengenalnya kemudian sebagai PRESIDEN AS.

Dan hal seperti itu tidak hanya bisa terjadi pada mereka. Pada kita juga bisa terjadi.

Amin.

[9/4 01.19] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Ya Tuhan, apakah manusia itu, sehingga Engkau memperhatikannya, dan anak manusia, sehingga Engkau memperhitungkannya ? Mazmur 144 : 3

Sudah semenjak zaman dahulu kala pemazmur mengajak seorang manusia bisa memahami berapa sesungguhnya nilai sesosok tubuhnya ?

Sesosok badan manusia dewasa mengandung unsur kapur yang kira kira setara dengan yang bisa dipakai untuk mencat sebuah kurungan ayam.
Unsur berikutnya lemak yang bisa untuk membuat beberapa batang sabun. Potasium yang cukup untuk membuat petasan mainan. Cukup banyak sulfur yang bisa dipskai untuk mengusir kutu di tubuh anjing.
Fosfor yang bisa menghasilkan sekotak korek api. Cukup banyak unsur ferum (besi) bisa menghasilkan 12 batang paku kecil. Cukup banyak gas. Dan sisanya air.

Nah kalau dikalkulasi berapa itu nilainya.
Itulah makhluk ciptaan-Nya yang bernama manusia, yang amat dikasihi-Nya. Itulah kita.

Amin.

[10/4 00.35] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel.”
Kejadian 29 : 20

Kisah cinta Yakub seperti dikisahkan Alkitab sebetulnya panjang dan sedikit berliku. Yang kita baca tadi hanyalah sepenggal kecil saja dari kisah itu.
Namun penggal kecil ini berisi kesimpulan menarik yang bisa menjadi pelajaran buat kita.

Yakub amat mencintai Rahel. Namun untuk mendapatkan cinta Rahel, Yakub perlu “mengabdi” bekerja pada orangtua Rahel, yakni Laban, yang sebetulnya adalah paman Yakub sendiri. Pengabdian sekaligus penantian itu tujuh tahun lamanya.
Menariknya waktu yang tujuh tahun itu dikatakan serasa beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel.

Jadi itulah kata kuncinya. Maka jika kita melayani Tuhan, kok kita merasakan berat, tidak menyenangkan, membosankan, pengin segera lepas dari beban itu, semua itu jangan jangan karena kita kurang sungguh sungguh mencintai Dia.

Mari kita periksa diri, seberapa besar kasih kita kepada-Nya.

Amin.

[11/4 00.47] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.”
Yohanes 3 : 30

Demikianlah pernyataan Yohanes Pembaptis mengenai posisi dirinya di hadapan Yesus Kristus. Meskipun dia tampil lebih dulu, punya murid atau pengikut lebih dulu. Tapi setelah Yesus tampil maka Yesuslah yang harus makin di depan, dan semua yang lain, siapapun itu, harus semakin surutbke belakang. Sebab Yesuslah Juruselamat yang dijanjikan Bapa, bukan yang lain.

Kalau Yohanes Pembaptis, sang perintis dan pembuka jalan saja menyadari itu, betapa lagi kita semua. Harus selalu menyadari dan menjalani itu.

Setelah kita mengenal dan menerima Yesus, tugas kita adalah mengenalkan Yesus kepada dunia. Setelah dunia mengenal Yesus, panggilan kita adalah surut, mundur, dan semakin ke belakang. Agar Dia yang semakin nyata hadir dan dimuliakan.

Ingatlah hukum aritmatika. Angka 1 itu Tuhan, angka 0 itu kita. Kalau kita yang makin di depan, dan Yesus semakin kita ke belakangkan. Kehadiran kita makin tidak ada artinnya. Dilambangkan bilangan yang makin kecil : 0,00000001
Sebaliknya kalau Yesus yang semakin kita ke depankan, dan kita semakin ke belakang, makin besarlah nilai kehadiran kita. Ibarat nilai bilangan : 1000.000.000.000.

Amin.

[12/4 02.48] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Lalu Yesus bertanya kepada mereka : “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini ?”
Matius 16 : 15

Dalam perjalanan bersama dengan para murid-Nya, suatu ketika Yesus tiba di suatu tempat yang bernama Kaesarea Filipi.

Penyebutan nama tempat ini tidak hanya sekadar mau menunjukkan tempat namun juga mau memberi bingkai/konteks atau setting tempat terjadinya peristiwa yang dikisahkan kemudian.

Tempat yang bernama Kaisarea Filipi, itu dibangun sebagai bentuk penghormatan kepada kaisar. Yang membangun adalah raja wilayah yang bernama Filipus.

Dengan konteks latar belakang seperti tu, dibangunlah kota yang diberi nama Kaisarea Filipi.

Maka bisa diduga bahwa di kota itu bertebaran tulisan, simbol, lambang yang merupakan penghormatan kepada kaisar maupun raja wilayah.

Karena itulah Tuhan
Yesus bertanya dengan pertanyaan berlapis dua,

Pertama,
Kata orang, siapakah Aku ini ?
Kedua,
Kalau menurut katamu, siapakah aku ini ?

Makna pertanyaan seperti ini adàlah supaya setiàp kità itu memiliki pengenalan umum maupun pengenalan khusus/pribadi terhadap Tuhan kita

Sekarang , Dia bertanya kepada setiap kita. Menurut kamu, siapakah Aku

Amin.

[13/4 00.31] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.”1 Korintus1: 18

Pada suatu hari Minggu, seorang anak ikut ayah dan ibunya berkebaktian di ibadah umum/dewasa di gerejanya. Dalam hari hari itu, dalam pelajaran aritmatika di sekolahnya anak itu sedang dikenalkan oleh gurunya dengan tanda-tanda aritmatika : × ÷ + -.
Maka ketika mereka mulai memasuki ruang ibadah, ada sesuatu yang rupanya menarik perhatian si anak. Sehingga kemudian anak itu bertanya : “Yah, di mana-mana kok banyak tanda tambah (+) apa maksudnya sih ?
Di sekolah aku diajarkan tanda itu × ÷ + – tapi di sini cuma ada tanda + saja. Apa maksudnya ?”

Setelah berpikir sejenak, sang ayah beroleh hikmat untuk memahami pertanyaan si anak dan memberikan jawabnya.

“Ooo, tanda itu namanya tanda salib nak. Tapi benar juga kalau disebut tanda tambah karena salib itu menjadikan hidup manusia punya nilai tambah.”

“Tanpa salib hidup manusia akan binasa sia sia. Tapi dengan salib hidup manusia jadi punya arti dan bahkan makin bertambah-tambah.”

“Engkau belum bisa memahami semua itu sekarang nak. Nanti pada waktuniya Tuhan akan mengajarkan itu kepadamu.”
Demikian kata si ayah mengakhiri penjelasannya.

Amin

[16/4 03.08] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat !”
Filipi 4 : 5

Alfred Nobel sang penemu bahan peledak : DINAMIT saat itu sudah menjadi kaya raya akibat penemuannya itu. Dunia mengenalnya sebagai jutawan penemu bahan peledak, produsen senjata pemusnah, dst.

Di tahun 1888 pada suatu pagi, surat kabar yang terbit hari itu semua memuat di halaman depannya berita kematian Alfred Nobel.

Penulis berita, komentator, politisi, tokoh dunia yang berkomentar berkenaan dengan kematian Alfred umumnya menggelarinya sebagai sang raja dinamit, produsen alat pembunuh, pedagang kematian, dst.

Uniknya, Alfred Nobel sendiri yang masih segar bugar, sehat wal afiat membaca semua berita dan tulisan di koran itu.
Dan ia termenung lama sambil menunduk.

Ternyata sebetulnya terrjadi kesalahan informasi. Yang meninggal itu saudara laki laki Alfred. Tapi akibat dari kesalahan tadi Alfred jadi tahu bagaimana dunia memandang dirinya sekarang ini. Bukan sebagai orang yang berjasa ikut memelihara perdamaian dunia tapi justru sebagai orang yang punya andil ikut menjadi penghancur dunia.

Maka saat itu juga Alfred Nobel menulis surat wasiat yang menyatakan bahwa harta benda kekayaannya yang diperolehnya dari penemuan dinamitnya itu kelak dijadikan dana abadi untuk memberi hadiah kepada mereka yang berjasa dalam mengupayakan perdamaian dunia.

Bertahun kemudian nama Alfred Nobel selalu dikaitkan dengan upaya perdamaian dunia.

Amin.

Renungan Khusus

“Ketika sebuah bangsa memilih pemimpin (raja) bagi dirinya.”

“Dari kambing dombamu akan diambilnya sepersepuluh, dan kamu sendiri akan menjadi budaknya. Pada waktu itu kamu akan berteriak karena rajamu yang kamu pilih itu, tetapi Tuhan tidak akan menjawab kamu pada waktu itu.”
1 Samuel 8 : 17 – 18

Pelajaran pentingnya adalah :

– Ketika sebuah bangsa memilih seorang raja (pemimpin) bagi dirinya. Ingatlah, bahwa pemimpin itu bisa menjadi serakah, menindas, memperbudak dan menyengsarakan kita yang sudah memilihnya.(ayat 17)
– Maka ingat baik baik, libatkan Tuhan dalam menentukan pilihan itu.
– Supaya, jangan sampai terjadi, ketika kemudian pemimpin pilihan kita itu ternyata malah menyengsarakan kita, lalu kita berseru kepadaTuhan, Tuhan tidak menjawab kita, karena waktu kita memilih pemimpin itu dulu kita tidak melibatkan Tuhan.(ayat 18)
– Jadi pilihlah pemimpin yang kita tahu hidup dalam takut akan Tuhan.

Bawa dalam doa apa yang menjadi pilihan kita.

Setelah terpilih. Tetap dan terus doakan agar sang pemimpin tetap hidup takut akan Tuhan.

Amin.

[22/4 01.16] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Semuanya ini Ku-katakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku.”
Yohanes 16:1-3

Sementara di berbagai belahan dunia umat Kristen dengan khidmat mengikuti rangkaian acara Paskah, di kawasan dunia yang bernama Sri Lanka kekhidmatan itu terkoyak-koyak. Bom beruntun meledak di Gereja, di Hotel, dan di tempat lain. Suasana sukacita Paskah pun terenggut berganti duka amat mendalam. Saat renungan ini ditulis korban jiwa sudah melampaui jumlah 200 orang.

Tragedi semacam itu bukan yang pertama tapi juga bukan yang terakhir. Karena itu Tuhan wanti-wanti mengingatkan kita supaya kita tahu apa yang mesti kita lakukan :

1. Tuhan Yesus yang
bangkit di hari Pas
kah, sudah menja
lani hidup yang
menderita. Siapa
yang menyebab
kan penderitaan
itu ? Merekà yang
menyebut dirinya
beragama : para
tua-tua, imam-
imam kepala,
ahli-ahli Taurat.
(Matius 16:21)

2. Hal yang sama akan dialami pengikut-Nya. Seperti pernàh Ià kàtàkan ketika Ià màsih hidup di dunia. (Yoh 16:1-3)

3. Semuà itu diperkenankan terjadi oleh Tuhan untuk memurnikan iman orang percaya agar jangan pernah main main dengan agama. Beriman hanya di mulut.

Amin

[24/4 01.17] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” 1 Petrus 5:7

Adalah hal yang umum dan manusiawi bahwa tiap orang punya kekuatirannya masing-masing. Tapi menjadi tidak umum kalau hidup seseorang terlalu dipenuhi dengan berbagai kekuatiran. Itu sebabnya firman Tuhan pun tidak melarang samasekali adanya kekuatiran. Justru firman Tuhan mengajarkan kelola lah kekuatiran itu, caranya : serahkan kepada Nya, sebab Dialah yang memelihara kita.

Ada kisah unik tentang orang mengelola kekuatiran dalam hidupnya. Dialah J. Arthur Rank seorang produser film Inggris. Ia pernah sering kuatir dalam hidupnya. Lalu ia siasati itu dengan cara demikian. Ia khususkan dalam seminggu itu hari untuk memikirkan kekuatiran hanya hari Rabu. Maka segala kekuatiran yang muncul pada hari selain Rabu ia catat lalu ia masukkan kotak untuk dibuka dan dipikirkan pada hari Rabu. Dari pengalaman, biasanya ketika datang hari Rabu dan kotak itu dibuka, ternyata banyak hal hal yang menjadi kekuatiran itu sudah beres. Ada yang tidak terbukti, ada yang sungguh terjadi tapi tidak seperti yang dibayangkan, dst. Lalu kalau ternyata masih tersisa beberapa kekuatiran lagi, tutup kotak itu untuk dibuka kembali Rabu mendatang.

Setelah menjalani metode ini beberapa waktu, Arthur merasa ia lebih bisa mengendalikan kekuatirannya bukan seperti sebelumnya, dikuasai dan direcoki kekuatirannya sendiri.
Amin.

[25/4 01.43] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”
Matius 6:33

Ketika tiba hari Minggu berduyun duyun orang datang ke gereja. Tindakan ini biasa di sebut berbakti. Tapi sebenarnya apa yang mereka cari ? Pertanyaan ini penting bagi setiap orang yang pergi berbakti karena dalam hidup di dunia ini konon berlaku sebuah dalil : Apa yang kau cari dalam hidup ini, itulah yang akan kau temukan.

Perhatikan contoh berikut : Pada suatu Minggu pagi Pak A dan Pak B sudah tiba di Gereja. Masing-masing duduk di bangku pilihannya.

– Belum 5 menit Pak A duduk, dari mulutnya sudah keluar komentar : Aaah AC nya kurang dingin.
– Ketika ibadah sudah mulai : Organisnya baru belajar ya.
– Ketika Firman diberitakan : Khotbahnya ndak mudengke, ngantuki.

Sementara di deretan bangku lain duduk Pak B
– Walaupun ndak dingin masih lumayan ada AC nya.
– Namanya baru belajar organ ya maklum belum lancar.
– Wah nanti sampai di rumah Firman tadi perlu tak baca dan baca lagi biar mudeng.

Dengan dua sikap yang berbeda itu, tak aneh kalau Pak A pulang dari kebaktian dengan hati jengkel dan uring-uringan. Karena ia pergi ke kebaktian mencari persoalan.
Sedang Pak B pulang dengan membawa sukacita dan berkat rohani lainnya. Karena ia pergi ke kebaktian mencari Tuhan.

Amin.

[26/4 05.33] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya : “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang itu sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta ?”
Yohanes 9 : 3

Kebiasaan buruk yang dilakukan banyak orang adalah kebiasaan suka mencari kambing hitam.

Dalam menjalani hidup bersama, entah itu di keluarga, sekolah, gereja, sampai ke masyarakat, jika suatu ketika diketemukan sesuatu yang tidak beres. Orang segera mencari siapa ini yang dapat dipersalahkan. Tentu hal seperti itu baik karena kemudian jelas siapa yg mesti dituntut pertanggungjawaban.
Tapi manakala pencarian kambing hitam (siapa yang salah) menjadi terlalu mengasyikkan, akhirnya orang hanya akan berhenti sampai pada mencari kambing hitam, dan tidak beranjak mengatasi masalahnya.

Pelajaran hari ini :
Jangan biasakan diri suka mencari kambing hitam, karena tidak nenyelesaikan masalah. Tuhan
Yesus pun tidak suka begitu. Lalu, apa yang Ia ajarkan ? Kita lihat dalam renungan besok.

Amin.

[27/4 00.39] Drs Handoyo: Renungan Pagi

Jawab Yesus : Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.
Yohanes 9 : 3

Kebiasaan suka mencari kambing hitam rupanya ada pada setiap orang, tak terkecuali murid murid Tuhan Yesus.

Maka ketika menjumpai suatu keadaan dan pikiran para murid ke sana, Tuhan Yesus segera mencegahnya. “Bukan, bukan itu.” kata Tuhan Yesus.

Tindakan suka mencari kambing hitam tidak baik karena :
– Tidak mengubah keadaan, jadi tidak menyelesaikan masalah.
– Justru berpotensi menimbulkan masalah baru karena sudah menghàkimi orang.

Maka Tuhan Yesus mencegah murid-Nya ber “kambing hitam ria”. Dia justru mengajak murid-Nya berpikir, kalau ada kondisi seperti ini apa yang bisa kità lakukan supaya nama Allah dimuliakan.
Kalau menemukan ide, lakukan. Tapi kalau tidak menemukan ide apapun, ya lebih baik diam saja, daripada membuat masalah baru.

Amin.

[29/4 01.17] Drs Handoyo: Renungan Pagi

“……..Latihlah dìrimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baiknuntuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.”
1 Timotius 4:7-8

Kita sering mengukur atau menilai ibadah
itu menurut selera kita. Apakah musiknya menarik, apakah nyanyian-nyanyiannya menarik,
apakah khotbahnya menarik, dst
Lalu dari situ kita simpulkan, misalnya, ibadah kemarin itu bagus atau tidak bagus.

Sikap seperti itu sebetulnya tidak pada tempatnya
Sebab ibadah, istilah lainnya berbakti atau kebaktian, siapa yang berbakti ? Kita.
Kepada siapa kita berbakti ? Kepada Tuhan. Jadi satu-satunya yang berhak mengukur atau menilai ibadah itu ya Tuhan sendiri.

Dan jika Tuhan yang menilai, Ia akan mendasarkan penilaian tadi pada yang nampak (jasmani) maupun yang tidak nampak) rohani.

Maka seperti diajarkan rasul Paulus kepada Timotius . ?
Beribadahlah dengan jasmani (tubuh) kita dan dengan rohani ( roh) kita.

Maka, perlu latihan ibadah agar ada keseimbangan antara yang jasmani dan yang rohani. Sebab seringkali yang jasmanilah yang lebih dominan sehingga menjadi ukuran penilaian manusia. Tapi Tuhan melihat keduanya.

Amin.

[30/4 00.42] Drs Handoyo: Renungan Pagi
“Karena yang diucapkan MULUT meluap dari HATI.”
Matius 12:34
“Karena dari HATI timbul segala PIKIRAN jahat.”
Matius 15:1
“Jagalah HATIMU dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan.”
Amsal 4:23

Dua kalimat kutipan Injil di atas adalah ucapan Tuhàn Yesus sendiri. Dari kedua kalimat itu kita memperoleh gambaran kekuatan apa yang setiap hari menggerakkan dan digerakkan manusia sehingga mewarnai kehidupan manusia. Kekuatan itu ada pada tiga organ tubuh penting setiap manusia yakni HATI, PIKIRAN, MULUT.

Bayangkan,
Alangkah tidak nyamannya kalau setiap hari kita bergaul dengan orang yang ucapannya selalu menyakiti hati.
Alangkah tidàk nyamannya juga kalau setiap hari kita mendengar dari teman bergaul kita pembicaraan, rencana dan ide yang jahat.
Ucapan yang menyakiti hati, dan pikiran yang jahat menurut Tuhan Yesus keduanya bersumber pada hati yang penuh kejahatan.

Kita tahu sekarang, betapa perlunya kita menjaga hati. Yakni supaya suasana kehidupan di dunia ini menjadi indah dan nyaman untuk dijalani.

Itulah sebabnya di setiap akhir ibadah Minggu kita selalu mendengar kalimat pengutusan : ARAHKANLAH HATIMU KEPADA TUHAN.

Itulah yang harus kita lakukan dalam hidup nyata. Agar, ibarat antena televisi penangkapan sinyal atau pancaran siar tertuju ke pemancar yang baik yaitu Tuhan sendiri. Sehingga tampilan audio dan visual (perkataan dan tingkah laku) yang muncul kemudian adalah hal yang indah, bukan menakutkan apalagi mengerikan.

Amin.

Oleh: dhony sucahyo | 10 Juni 2019

Renungan pagi

[10/6 00.54] Drs Handoyo: Renungan Pagi

…..” Dan mereka disukai semua
orang.” Kisah 2:47

Namanya saja Kisah Para Rasul, maka bacaan yang ada dalam ayat kita di atas itupun merupakan bagian dari kisah tadi.

Hal ini perlu kita menhgerti dulu agar kita tidak salah dalam menyimpulkan atau mrenarik pelajaran.

Intinya yang mau disampaikan firman Tuhan adalah :
Setelah memahami pesan firman, dan memperoleh hikmat dan kekuatan dari Roh Kudus, semestinya kita segera memptaktikkannya dslam hidup nyata.

Lalu, hidup mempraktikkan firman itu kira kira wujudnya seperti apa ?

Alkitab hanya menggambarkan akibatnya yakni : hidup mereka disukai semua orang.

Hal inilah yang penting untuk kita pegang dan kita jadikan ukuran. Sebab berbìcara tentang praktik iman, pernah suatu ketika seorang pendeta senior mengatakan. Jangan sampai ketika katanya engkau mau mewujudkan imanmu, yang muncul adalah hal hal yang membuat orang lain bergidik ngeri dan ketakutan. Sebab yang nampak dan terdengar adalah: pedang berseliweran, senjata tajam lainnya.Bahkan senjata api. Bentakan bentakan keras dan kasar, kata kata kotor.

Itulah cara mengungkapkan iman ýang mengerikan. Kita tidak diajarkan seperti itu. Kita diajarkan, di manapun kita menjalani hidup, biarlah orang lain yang berinteraksi dengan kita merasakan nyaman, tenang, menyenangkan.

Amin.

Oleh: dhony sucahyo | 31 Mei 2019

Renungan pagi

Oleh Bp Handoyo dari KOREM GKI Wonogiri 90 an

Oleh: dhony sucahyo | 31 Mei 2019

Prambanan

Oleh: dhony sucahyo | 31 Mei 2019

[31/5 00.50] Drs Handoyo: Renungan Pagi

….”Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”
Lukas 17:10

Seorang Pendeta Afrika suatu ketika berkata : Sebagai manusia biasa, saya juga penuh keterbatasan. Setelah setiap Minggu saya berkhotbah tentang Tuhan Yesus Kristus, saya mengalami kebuntuan pikiran alias mentok. Apalagi yang harus saya khotbahkan ?

Ketika saya merenung dan berdoa, saya memperoleh hikmat yang mengatakan : perhatikanlah segala sesuatu yang ada di sekeliling Yesus, itu semua juga punya nilai untuk dikhotbahkan. Sejenak kemudian saya teringat peristiwa ketika Tuhan Yesus masuk kota Yerusalem dengan mengendarai KELEDAI. Ya, saya tertarik dengan figur keledai itu.

Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari keledai itu ?
1. Ia seekor keledai beban yang masih muda. Kondisi ini memungkinkannya untuk menjadi binal atau liar tidak terkendali. Tapi ketika Tuhan Yesus yang memakainya, ternyata ia taat dan terus patuh menjalankan tugasnya sampai selesai.

2. Setelah selesai menjalankan tugasnya, keledai itu diam-diam menarik diri dan kemudian dipulangkan kepada pemiliknya. Dan tak pernah terdengar lagi kisahnya. Namanya pun tak seorang tahu.

Pelajaran buat kita,
Selagi kita masih di usia muda, potensi besar tersimpan dalam diri kita. Dan potensi yang besar itu semestinya bisa dipakai oleh Tuhan.
Persoalannya adalah, bersediakah kita menyerahkannya kepada Tuhan. Dan kemudian kita taat dan terus patuh kepada-Nya.
Dan tidak kalah pentingnya kemudian, setelah satu tugas terselesaikan dengan berhasil, kita tidak jumawa dan menepuk dada. Tapi dengan rendah hati kita berkata, aku hanyalah hamba yang tidak berguna, aku hanya melakukan apa yang memang seharusnya aku lakukan. Biarlah hanya nama Tuhan yang dimuliakan.

Keledai tadi bersikap seperti itu. Masakan kita kalah dengan keledai.

Amin.
[31/5 01.48] dhony: Semoga tidak kalah…😞

Oleh: dhony sucahyo | 24 Juni 2018

Baptis Sidi Jorell

Semoga setia sampai akhir anakku Jorell Ara VS.

Terima kasih Tuhan berkatmu.

Oleh: dhony sucahyo | 4 April 2018

DMZ

Memahami Firewall DMZ

Firewall DMZ – memberikan suatu segmentasi jaringan jika anda perlu hosting public resources seperti web server dengan aman

Pendahuluan

Untuk menghubungkan jaringan private / business kita dengan jaringan public seperti jaringan Internet, tentulah kita harus mengatur aliran traffic paket dengan menggunakan perangkat Firewall yang diperkuat dengan policy keamanan. Dengan firewall, semua traffic dipaksa melalui satu check point tunggal yang terkosentrasi dimana semua traffic di kendalikan, di-authentikasi, di filter, dan di log menurut policy yang diterapkan pada firewall tersebut. Dengan cara ini, kita bisa mengurangi secara significant akan tetapi tidak menghilang kan traffic yang tidak kita harapkan yang akan mencapai jaringan private kita.

Keamanan public resources

Kemudian bagaimana kalau kita akan meletakkan beberapa public resources (seperti server web) yang memang disediakan untuk bisa diakses oleh user umum dari internet dengan aman? Kita bisa menyediakan fasilitas web-server atau mail-server yang bisa diakses oleh public tanpa harus membiarkan mereka bisa leluasa masuk atau mengakses jaringan private corporate kita dengan jalan memberikan segmentasi pada system firewall kita dengan suatu jaringan perimeter atau lebih dikenal dengan Firewall dengan DMZ (Demilitarized Zones). Lihat juga firewall external – standard.

Apa itu DMZ

Firewall DMZ (Demilitarized Zone) – atau jaringan perimeter adalah jaringan security boundary yang terletak diantara suatu jaringan corporate / private LAN dan jaringan public (Internet). Firewall DMZ ini harus dibuat jika anda perlu membuat segmentasi jaringan untuk meletakkan server yang bisa diakses public dengan aman tanpa harus bisa mengganggu keamanan system jaringan LAN di jaringan private kita. Perimeter (DMZ) network didesign untuk melindungi server pada jaringan LAN corporate dari serangan hackers dari Internet.

Gambar berikut ini menunjukkan diagram dari firewall yang menggunakan dua jaringan DMZ.

Firewall dengan dua DMZ

Jika ada kebutuhan untuk menggunakan jaringan segmentasi, anda bisa menerapkan beberapa jaringan DMZ dengan kebijakan tingkat keamanan yang berbeda. Seperti terlihat pada diagram diatas, anda membangun aplikasi untuk keperluan extranets, intranet, dan web-server hosting dan juga gateway untuk keperluan remote akses.

Perhatikan diagram DMZ diatas, traffic user dari internet hanya dapat mengakses web-server yang diletakkan pada jaringan DMZ2. Mereka tidak bisa mengakses server SQL yang diletakkan pada jaringan DMZ1. Akan tetapi kedua server baik web-server (yang ada di DMZ2) dan SQL-server (yang ada di DMZ1) mempunyao alses untuk bisa saling berkomunikasi. User dari internet tidak boleh mengakses SQL sever maupun mengakses jaringan internal / private kita. Maka anda harus menerapkan kebijakan keamanan pada firewall yang memenuhi kebutuhan tersebut.

Implementasi

Firewall DMZ dapat diimplementasikan tepat pada border corporate LAN yang lazim mempunyai tiga jaringan interface:

  1. Interface Internet: interface ini berhubungan langsung dengan Internet dan IP addressnyapun juga IP public yang terregister.
  2. Interface Private atau Interface intranet: adalah interface yang terhubung langsung dengan jaringan corporate LAN dimana anda meletakkan server-server yang rentan terhadap serangan.
  3. Jarinagn DMZ: Interface DMZ ini berada didalam jaringan Internet yang sama sehingga bisa diakses oleh user dari Internet. Resources public yang umumnya berada pada firewall DMZ adalah web-server, proxy dan mail-server.

Older Posts »

Kategori