Renungan

‘Mukjizat 2010’, Tahun Pemulihan dan Kelimpahan

By: Timotius Hardono, MA.

Yohanes 10:10; “………..; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Di sepanjang sejarah dari awal penciptaan sampai dengan hari ini; iblis sang pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Yang terpenting saat ini, apakah Anda membiarkan pemulihan dan kelimpahan hidup Anda dicuri oleh iblis. Semua itu karena dosa, dan 2000 tahun lalu Yesus sudah bayar lunas di kayu salib. Dalam nama Yesus perintahkan dan percayalah, bersama Yesus Anda mampu melakukan 4 langkah menyongsong tahun 2010. Ada 4 langkah agar Anda memiliki mukjizat 2010 sebagai pemulihan dan kelimpahan setiap hari menurut Yohanes 10 : 1- 18 sbb :

1.Menjadikan Yesus Gembala hidup kita selamanya. Yohanes 10:11, ” Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.”

2.Menjadi domba yang mendengar suara Gembalanya. Yohanes 10:27, ¨Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku¨

3.Masuk dalam kandang-Nya. Yohanes 10:9, “Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput¨.

4.Selalu melekat kepada Gembalanya Yohanes 10:18, ¨Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku,………………..” Jika sebagai gembala yang baik Yesus rela memberikan nyawa-Nya bagi kita, maka peganglah janji Tuhan bahwa bersama Yesus 2010 adalah Tahun Pemulihan, dan Tahun Kelimpahan bagimu sekeluarga. Galatia 3:29, “Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.”

Sumber: Majalah Bahana, Januari 2010

“ Hidup Suci Sebagaimana Allah Itu Suci”

 

1. Wahyu 7 : 9 – 17                                        3. I Yohanes 3 : 1 – 3

2. Mazmur 34 : 1 10                                       4. Matius 5 : 1 – 12

 

            Negeri kita sering disebut sebagai “Negeri Bencana”, setelah bencana-bencana alam menerjang kehidupan masyarakat kita, mulai dari tsunami, gempa, tanah longsor, lumpur panas, sampai banjir dan kekeringan. Banyak orang cenderung meyakinisemuanya itu dari Tuhan, dan sudah menjadi kehendak-Nya. Dalam kesucian dan kerendahan hati didepan kebesaran dan kebaikan Allah, manusia tetap melihat Allah berkarya. Ia tidak tinggal diam dan membiarkan semuanya terjadi. Kesucian Allah tampak dalam totallitas kasih-Nya kepada manusia yang mengalami kesesakan hidup tak tertahankan. Hanya orang suci hatinya mampu melihat kesucian Allah itu.

 

            Menjadi suci sebagaimana Allah itu suci, bukanlah sesuatu yang mudah. Kita harus berjuang menjadi manusia yang memiliki pandangan yang sedemikian jernih, sehingga mau dan mampu melihat tangan Tuhan di balik segala sesuatu ( suka dan duka ). Dengan kata lain, kita harus berjuang untuk membersihkan hati kita dan debuatau kotoran yang membuat hati kita tidak suci. Yang membuat kita selama ini kurang atau tidak dapat melihat kehadiran Allah adalah ketidaksucian hati kita. Hati kita sering seperti cermin yang berdebu-debu ketakutan dan keputusasaan ketika duka melanda atau debu keangkuhan dan ketamakan ketika sukses diraih. Mari kita bersihkan cermin hati kita, sehingga kita dapat melihat Allah dan karya-Nya dalam segala sesuatu

Iklan
%d blogger menyukai ini: