Oleh: dhony sucahyo | 29 April 2009

INVESTASI DI MASA DEPAN

Bacaan : Maleakhi 4
Setahun: Mazmur 55-57
Nas: Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan
orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang
yang tidak beribadah kepada-Nya (Maleakhi 3:18)

Judul:

INVESTASI DI MASA DEPAN

Suatu hari, tanpa sengaja saya mematahkan sebuah bangku milik sekolah.
Lalu saya berinisiatif untuk melaporkan hal itu kepada seorang guru.
Sebenarnya saya punya kesempatan untuk tidak melapor, karena tidak ada
seorang pun yang tahu saat bangku itu patah. Namun, karena ingin
berlaku jujur, saya secara sportif melaporkannya. Pada waktu saya
melaporkan kejadian tersebut, terjadilah hal yang tidak saya harapkan.
Saya terkena semprot kemarahan guru saya. Hati saya sangat dongkol
saat itu. Berbuat jujur, tetapi malah tidak mujur. “Huh … percuma
saya jujur, tahu gini mendingan tidak usah lapor.”

Kadang-kadang kita merasa bahwa berbuat baik itu tidak ada gunanya.
Bahkan yang lebih menguntungkan justru jika kita berbuat hal yang
tidak baik. Firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa hal tersebut bisa
saja terjadi dalam hidup kita. Kita bisa memandang bahwa menjadi orang
fasik lebih enak dibandingkan menjadi orang yang takut akan Tuhan.
Akan tetapi, semuanya akan benar-benar teruji pada hari ketika Tuhan
mengadakan penghakiman. Nabi Maleakhi menyatakan bahwa pada hari
tersebut orang-orang fasik yang tampak “beruntung” selama masa
hidupnya akan seperti jerami yang habis terbakar dalam murka Allah.
Sedangkan orang-orang yang takut akan Tuhan akan keluar dengan sorak-
sorai dan kegirangan (ayat 1,2).

Ternyata berbuat hal yang baik di dalam Tuhan itu tidak akan percuma.
Walaupun kelihatannya “rugi’, hal itu sesungguhnya adalah “investasi”
kita untuk hari penghakiman kelak. Pada hari terakhir, semuanya akan
terbukti —RY

JANGAN PERNAH MERASA “RUGI” BERBUAT BAIK
KARENA ITU AKAN MENGUNTUNGKAN KITA PADA MASA MENDATANG

Iklan

Kategori

%d blogger menyukai ini: