Oleh: dhony sucahyo | 15 Januari 2009

Proses Pengerasan Hati

Proses Pengerasan Hati

Hal apa yang menghalangi seseorang untuk percaya dan tunduk kepada

     Tuhan? Pikirannya yang rasional, yang hanya mau percaya dan

     menerima sesuatu yang bisa diterima oleh akal budinya? Ataukah

     gengsinya yang besar, yang menolak untuk tunduk kepada siapa pun,

     termasuk kepada Tuhan?

 

Apa yang menghambat Firaun untuk percaya dan tunduk pada kedaulatan

     Tuhan? Sekilas sepertinya Firaun masih sangat mengandalkan

     ilah-ilah yang selama ini dia sembah dan terbukti dapat

     diandalkan oleh bangsa Mesir. Itu sebab-nya ketika Musa

     memeragakan kedahsyatan Tuhan di ha-dapan Firaun dengan mengubah

     tongkat menjadi ular, Firaun segera memerintahkan para ahli sihir

     dan orang-orang berilmu untuk mendemonstrasikan kekuatan

     spiritual yang sama. Namun ular dari tongkat Harun ternyata

     menelan ular-ular jejadian Mesir (ayat 12). Terbukti bahwa Allah

     Israel lebih berkuasa daripada ilah-ilah Mesir.

 

Sayang sekali, Firaun tetap menolak memercayai Allah Israel. Firaun

     berkeras hati tidak mau mendengarkan Tuhan walau tanda

     kedahsyatan Tuhan menyolok di depan mata. Hal itu akan terus

     terulang dalam perjumpaan-perjumpaan berikut antara Musa-Harun

     dengan Firaun. Berbagai tulah yang kemudian menimpa Mesir

     menunjukkan bahwa ilah-ilah Mesir pada hakikatnya mati! Allah

     Israel adalah Allah sejati dan yang berkuasa atas segala hal di

     muka bumi ini. Masalah bagi Firaun adalah gengsinya sebagai raja,

     yang bagi kepercayaan Mesir adalah anak dewa. Gengsi inilah yang

     membawa pengerasan hati Firaun untuk tunduk dan mengakui Allah

     Israel.

 

Banyak orang terjebak gengsi. Mereka menolak mengakui diri

     membutuhkan Tuhan. Tanpa disadari mereka sedang mengeraskan hati

     dari belas kasih Tuhan yang nyata lewat serangkaian kesempatan

     berjumpa dengan Dia. Sungguh mengerikan bila suatu saat,

     pengerasan hati itu sekaligus menjadi penghukumannya!

Keluaran 7:8-13

 

  8. Dan TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun:

  9  “Apabila Firaun berkata kepada kamu: Tunjukkanlah suatu

     mujizat, maka haruslah kaukatakan kepada Harun: Ambillah

     tongkatmu dan lemparkanlah itu di depan Firaun. Maka tongkat itu

     akan menjadi ular.”

10  Musa dan Harun pergi menghadap Firaun, lalu mereka berbuat

     seperti yang diperintahkan TUHAN; Harun melemparkan tongkatnya di

     depan Firaun dan para pegawainya, maka tongkat itu menjadi ular.

11  Kemudian Firaunpun memanggil orang-orang berilmu dan

     ahli-ahli sihir; dan merekapun, ahli-ahli Mesir itu, membuat yang

     demikian juga dengan ilmu mantera mereka.

12  Masing-masing mereka melemparkan tongkatnya, dan

     tongkat-tongkat itu menjadi ular; tetapi tongkat Harun menelan

     tongkat-tongkat mereka.

13  Tetapi hati Firaun berkeras, sehingga tidak mau mendengarkan

     mereka keduanya–seperti yang telah difirmankan TUHAN.

 

 

Iklan

Kategori

%d blogger menyukai ini: