Oleh: dhonysucahyo | 2 Februari 2013

backup BB 9300

BlackBerry Curve 9300

Kali ini saya akan mencoba posting cara untuk merestore data atau mengembalikan data BlackBerry yang sebelumnya sudah kita BackUp.

Untuk proses restore ini bisa juga dilakukan untuk melakukan Change Device atau jika anda ingin memindahkan data BlackBerry lama anda ke BlackBerry yang baru.Tidak perlu mengerti bahasa pemrograman atau pakar dalam bidang komputer dalam melakukan restore data BlackBerry ini, yang diperlukan hanya ketelitian anda.

Apa saja yang perlu di persiapkan? Anda hanya perlu menyiapkan Kabel data BlackBerry, Laptop / PC , dan software BlackBerry Dektop Manager yang sebelumnya kita gunakan untuk memback up data BlackBerry kita.

Langkah-langkahnya tidak terlalu sulit, tapi memang jika kita belum pernah melakukan terasa sulit karna kita belum mengetahui caranya.. Dan berikut ini adalah cara untuk merestore data BlackBerry anda:

  • Buka software BlackBerry Desktop
  • Sambungkan BlackBerry ke PC/Laptop dengan Kabel data USB
  • Pastikan Driver BlackBerry anda sudah terinstall
  • Jika di BlackBerry Desktop Software sudah keluar gambar BlackBerry anda, klik pada menu Perangkat
  • Kemudian pilih Kembalikan
  • Pilih nama file BackUp yang sebelumnya anda simpan di PC/ Laptop anda
  • Pilih Semua jika anda ingin merestore semua data, atau pilih Pilih setelan dan data perangkat jika anda ingin merestore beberapa data sesuai keinginan
  • Kemudian klik Kembalikan. maka akan keluar konfirmasi ‘Data Anda saat ini akan diganti’ pilih Yes/Ya
  • Tunggu hingga proses restore selesai
  • Cabut BlackBerry anda dari PC/ Laptop
  • Selesai

Selesai sudah kita merestore data BlackBerry. Cara ini juga dapat dilakukan untuk memindahkan data kita sebelumnya ke Device BlackBerry yang baru. Jadi kita tidak perlu invite ulang PIN teman-teman atau kontak di BlackBerry kita.

Oleh: dhonysucahyo | 29 Januari 2013

Karya Adik dan mbak Sekar

Karya Adik

Karya Adik

Karya Adik

karya Adik

Sekar pakai baju china

Sekar pakai baju china

Oleh: dhonysucahyo | 14 Januari 2013

Kalender

kalender

Oleh: dhonysucahyo | 13 Desember 2012

Virus, Malware, Worm, & Trojan: Apa Sih Bedanya?

- Apa perbedaan malware, trojan, virus, worm, dan spyware. Soalnya kadang suka bingung membedakannya?

Jawaban [Vaksincom] :

Ini pertanyaan yang menarik karena selama ini umumnya kebanyakan orang menggunakan istilah virus jika terjangkit oleh kode jahat (malware).

Secara definitif jika kita membicarakan kode jahat istilah yang digunakan adalah malware (malicious software / software jahat / kode jahat). Karena malware adalah kode jahat, maka ia mencakup worm, trojan, virus, spyware / adware, rootkit, bots, exploit, backdoor dan lainnya.

Namun dalam praktek sehari-haripun Vaksinis (teknisi Vaksincom) dalam berhadapan dengan malware di customer tidak mau terlalu terpaku kalau customer ngotot dia kena virus (walaupun mungkin worm), yang penting dibantu saja dulu selesaikan masalahnya. Daripada sibuk berdebat dan tidak menyelesaikan masalah :p.

Namun supaya tidak terlalu panjang kita bahas yang paling umum saja: virus, worm, spyware, trojan seperti yang kamu tanyakan. Dan sedikit mengenai vulnerability (celah keamanan), patch dan service pack.

Malware

Malicious Software adalah software yang diciptakan untuk tujuan jahat. Pada dasarnya malware adalah software / program komputer, yang membedakan malware dengan software adalah tujuan dan aksinya yang merugikan komputer korbannya seperti mengubah (menghapus, mencuri atau menyembunyikan) data, mengkonsumsi bandwidth atau sumber daya lain tanpa seizin pemilik komputer atau aksi lain yang merugikan.

Virus

Malware yang untuk menginfeksi komputer membutuhkan bantuan / intervensi pihak ke tiga (biasanya sih manusia) untuk menjalankan dirinya dan tidak bisa berjalan secara otomatis menginfeksi komputer. Supaya manusia mau menjalankan dirinya, virus memalsukan dirinya sebagai program baik-baik seperti .doc, .jpg atau folder yang jika di klik akan menjalankan virus.

Dalam banyak kasus, supaya makin meyakinkan manusia untuk mengklik dirinya, virus memalsukan diri (icon, ekstensi) sebagai gambar porno, file crack atau hal lain yang akan menarik orang melakukan klik.

Worm

Malware yang dapat secara otomatis menginfeksi komputer tanpa bantuan pihak ke tiga. Jadi sekali worm ada di komputer / jaringan, ia akan secara otomatis menyebarkan dirinya ke komputer lain tanpa bantuan atau bahkan tanpa dapat dicegah oleh para pemilik komputer lain dalam jaringan.

Tentunya ada pertanyaan, kalau worm bisa menyebarkan dirinya secara otomatis, lalu mengapa orang tidak membuat worm semua, kok malah membuat virus yang membutuhkan bantuan orang untuk mengaktifkan dirinya. Jawabannya: origami adalah … oops, salah.

Supaya worm dapat menginfeksi komputer secara otomatis ia harus mengeksploitasi celah keamanan (vulnerability) software (bisa Windows, Office, Adobe Acrobat atau software apapun yang umumnya populer yang menjadi sasaran).

Jadi jika celah keamanan yang dieksploitasi/dimanfaatkan oleh worm untuk menyebarkan dirinya secara otomatis sudah ditambal (patch) maka worm tersebut menjadi memble dan tidak memiliki kemampuan menginfeksi sistem lagi. Jadi dalam sistem yang terpatch, virus malah lebih mudah menginfeksi sistem dibandingkan worm.

OOT

Untuk mencegah eksploitasi pada celah keamanan (vulnerability) vendor software mengeluarkan tambalan (patch) setiap kali muncul celah keamanan. Kumpulan patch-patch itulah yang dinamakan ‘service pack’, jadi sekarang kamu tahu mengapa setiap kali instal OS harus menginstal ‘service pack’.

Salah satu tujuan utama adalah supaya celah-celah keamanan dan bug lain yang ditemukan selama bertahun-tahun sebelumnya dapat ditambal semuanya dan komputer aman dan lancar jaya dijalankan dan menjelajah jaringan / internet.

Pada sistem OS yang terbaru penambalan celah keamanan terjadi secara otomatis dimana setiap kali komputer dinyalakan dan terhubung ke internet ia akan mengecek patch terbaru dan secara otomatis melakukan update sehingga terhindar dari eksploitasi.

Trojan

Sama seperti film Troy, trojan adalah kuda troya yang akan berpura-pura sebagai program berguna baik crack, game atau program lain yang secara diam-diam menginstalkan dirinya pada sistem dan menjalankan kegiatan mata-mata seperti mencuri data, merekam ketukan keyboard dan mengirimkan ke alamat yang telah ditentukan oleh pembuatnya.

Spyware

Seperti film 007, spyware adalah program untuk memata-matai komputer korbannya. Pada awalnya spyware diciptakan untuk memata-matai profil pengguna komputer dan salah satu pemanfaatannya adalah menampilkan adware (software penampil iklan / ad) sesuai dengan profil / minat pengguna komputer dimana setiap kali iklan tampil di komputer korbannya akan memberikan keuntungan finansial langsung bagi pembuat adware ini (pay per click).

Setelah hal ini diberangus, kemudian beredar rogue antivirus (antivirus palsu) yang merupakan metamorfisis adware yang awalnya mengharapkan keuntungan finansial dari pemasang iklan saat tampil di komputer korbannya, karena banyaknya ad-blocker maka ia berkembang menjadi rogue antivirus yang jika berhasil aktif di komputer korbannya ia akan menakuti korbannya dengan menampilkan pesan palsu seakan-akan komputer korbannya terinfeksi oleh banyak sekali malware berbahaya dan pesan dirancang sedemikian rupa untuk mengganggu dan hanya bisa dibersihkan jika membeli aplikasi antivirus pada link yang disediakan.

( jsn / ash )
Alfons Tanujaya Alfons Tanujaya mantan bankir yang merintis karir di dunia IT sejak tahun 1998, tahun 2000 mendirikan PT. Vaksincom dan aktif mendedikasikan waktu untuk memberikan informasi dan edukasi tentang malware dan sekuriti bagi komunitas IT Indonesia melalui mailing list vaksin@yahoogroups.com. Alfons juga aktif menjadi nara sumber bagi media nasional dan menulis artikel malware dan sekuriti pada media IT terkemuka di Indonesia sampai saat ini. Penggemar kuliner ini dapat dihubungi di alfons@vaksin.com, Facebook dan Twitter @alfonstan.

Oleh: dhonysucahyo | 3 Agustus 2012

ALTERNATOR, STATER DAN AC

Klik masing masing judul dibawah

.SEPUTAR ALTERNATOR  ALTERNATOR SC    JENIS POLI ALTERNATOR

STARTER MOTOR

AC

FUNGSI

Oleh: dhonysucahyo | 29 Juli 2012

sekar jordan

Oleh: dhonysucahyo | 19 Juli 2012

MITSUBISHI

Oleh: dhonysucahyo | 19 Juli 2012

CHOKE (JEPITAN)

CHOKE (JEPITAN)

Choke atau jepitan berfungsi sebagai pengatur laju aliran fluida dari sumur menuju pipa salur dan separator. Umumnya sumur-sumr sembur alam dilengkapi dengan jepitan, terutama apabila sumur tersebut mempunyai produktivitas yang melampaui yang telah dialokasikan.

Choke juga merupakan regulator yang memberikan minyak mengalir ke flow line dengan rate tertentu.

Besarnya laju alir ditentukan berdasarkan analisa nodal dimana terdapat studi performansi sumur berdasarkan kurva ipr dan kombinasi tubing serta choke yang akan digunakan.

Banyak istilah yang digunakan dalam penyebutan alat ini yaitu choke, bean, well head choke, surface choke, production choke, flow nipple, flow plug atau bean. Dalam hal ini pertamina mengistilahkan jepitan.

Terdapat  dua tipe choke

1. Adjustable Choke

Adalah choke dimana untuk merubah diameternya sangat mudah yaitu hanya dengan jalan memutar handelnya.

A. Multiple Orifice Valve

Peralatan ini merupakan valve yang mengandung choke dan dapat mengatur pembukaan diameter tanpa menutup aliran dari sumur.

Choke ini terdiri dari dua porcelain disc yaitu back disc dan front disc yang didudukan pada steel seat dimana salah satu disc pada posisi statis sedangkan lainnya dapat berputar / berrotasi sampai posisi yang tepat untuk mengontrol aliran.

Choke jenis ini sangat riskan terhadap erosi sehingga tidak dapat dipakai pada sumur pasir.

Operator lapangan bertugas mengecek secara rutin indicator posisi untuk meyakinkan bahwa tidak terjadi perubahan akibat getaran atau dipindah posisi oleh orang lain. Petugas juga mengecek kerusakan yang mungkin terjadi untuk melakukan perbaikan atau penggantian disc yang rusak.

B. Rotary Choke

Choke ini menggunakan indexing disc dengan sejumlah ukuran yang berbeda yang dapat diganti untuk menghasilkan laju aliran yang tetap.

Besar bukaan dipilih sesuai dengan kapasitas produksi dari sumur.

2.  Positive Choke

Adalah choke dimana untuk merubah diameternya harus mengganti chokenya dimana diameter choke nya tetap.

SAFETY OPERATION

Safety factor pada operasi pekerjaan di well head harus benar-benar diperhatikan, selain mengikuti SOP (Standard Operational Procedure)  yang telah ditentukan, operator produksi pelaksana dilapangan wajib mengetahui JSA (Job Safety Analisis) yang telah ada sehingga mereka bisa mengetahui kemungkinan-kemungkinan resiko yang bisa terjadi dilapangan. Hal ini karena mereka bekerja pada area bertekanan tinggi, fluida yang panas dan gas-gas yang mudah terbakar dan beracun.

Pada saat bekerja membuka choke atau bagian dari X’mas tree harus diperhatikan dan make sure bahwa tekanan didalam system sudah diturunkan  dan minyak atau gas telah dikeluarkan dan juga ketika memindahkan choke housing harus dipindahkan secara berlahan karena sangat berat juga untuk mencegah kerusakan dari peralatan tersebut.

Oleh: dhonysucahyo | 19 Juli 2012

MACAM MACAM FISHING

2.1.            Jenis Fish

Ada bermacam-macam jenis ikan (fish) yang terdapat didalam lubang bor. Jenis, ukuran, kekuatan atau compression stress dan tension failure alat-alat yang akan dipancing tersebut serta bentuknya dapat bermacam-macam bergantung dari situasi serta penyebab dari adanya ikan tersebut :
1.                  Pipa bor (DP) atau pahat (Bit) terjepit
2.                  Pipa bor (DP) lepas atau patah
3.                  Pahat  terlepas seluruhnya atau sebagian terjatuh kedalam lubang bor
4.                  Pipa selubung (casing) terjepit, pecah atau lepas
5.                  Kabel swab, kabel logging atau kabel REDA yang putus
6.                  Peralatan atau benda-benda lainnya yang terjatuh kedalam lubang bor
            Jenis, ukuran, bentuk ikan, situasi dan kondisi lubang bor. Pada prosesfishing tersebut, akan banyak menentukan cara pemancingan serta alat yang diperlukan.
2.2.            Identifikasi Permasalahan Pemboran
Sebelum kita mulai operasi pembersihan lubang bor dari ikan atau “fish” yang tertinggal maka kita harus menentukan dulu perincian serta cirri-ciri dari “ikan”`tersebut serta kajian kenapa fish tersebut bisa terjadi kejadian seperti itu.
            Sebagai contoh, pipa bor terjepit sebelum atau dalam pembebasan, perlu diketahui ukuran pipa, ukuran lubang bor, tempat jepitan, sebab pipa bisa terjepit dan seterusnya. Contoh lain, pipa bor patah dan tertinggal dalam lubang bor maka perlu diketahui ukuran pipa, ukuran lubang bor, serta berapa yang tertinggal, bagaimana bentuk patahan, lokasi terjadinya patahan, apakah lubang bor miring dan lain sebagainya.
2.3.            Penyebab terjadinya Fishing Job :
1.                  Faktor Manusia (Human Error).
2.                  Open Hole Testing.
3.                  Kegagalan Mekanis (Mechanical Failures).
a.       Kegagalan pompa (pump failures).
b.      Kegagalan peralatan pengangkat.
c.       Kegagalan peralatan bawah permukaan.
4.                  Faktor Formasi.
5.                  Faktor Deviation, Dogleg dan Crooked hole.
2.3.1.Faktor Manusia ( Human Error)
Contoh yang umum dari kesalahan manusia adalah menjatuhkan hammer, crowbar, tong jar, petol wrench atau beberapa peralatan-peralatan kecil lainnya kedalam lubang sumur. Hal ini jelas menjadi penyebab pekerjaan memancing (fishing job).
2.3.2.      Open Hole Testing
            Open Hole Testing mempunyai resiko terbesar dari terjepitnya pipa dan berakhir dengan pekerjaan memancing (fishing job) selama dilakukan pengujian sumur lubang terbuka (open hole testing). Di tempat itu, dimana pengetesan alat-alat dapat / bisa tertinggal dan pada formasi yang sedang dilakukan pengujian untuk waktu yang cukup lama dapat mengakibatkan peralatan-peralatan pemboran menjadi terjepit.
2.3.3.      Mechanical Failures (kegagalan mekanis)
2.3.3.1.            Pump Failures (kegagalan pompa)
Pada umumnya masalah mekanis yang banyak terjadi adalah kegagalan pompa. Hal ini banyak menimbulkan masalah dalam proses operasi pemboran sehingga kemungkinan untuk dilakukannya fishing job besar sekali.
2.3.3.2.            Kegagalan Peralatan Pengangkatan (Hoisting Equipment Failures)
Salah satu masalah mekanis serius yang banyak terjadi adalah kegagalan peralatan pengangkat. Salah satu contoh dari masalah-masalah tersebut adalah putusnya drilling line, gagalnya crown block atau traveling block, sistem pengereman dari drum draw works. Hal-hal tersebut sangat membahayakan, karena dapat mengakibatkan jatuhnya peralatan pemboran ke dalam sumur yang dapat berakhir dengan pekerjaan memancing (fishing job) dan menimbulkan resiko yang sangat besar bagi para pekerja. There is no excuse for dropping the blocks.
2.3.3.3.            Kegagalan Bawah Permukaan ( Down Hole Failures)
Kegagalan bawah permukaan mencangkup hilangnya cone dari bit,putusnya pipa pemboran, kegagalan pipa mekanis peralatan-peralatan bawah permukaan, washed out tools joints, cracked pins dan split boxes. Semua perlengkapan rig seharusnya diberikan perawatan dengan hati-hati sekali, kekurangan-kekurangannya harus di inspeksi dan dilengkapi dan mengoperasikan perlengkapan-perlengkapan rig harus pada batas design yang telah dianjurkan.
Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya fishing job karena disebabkan oleh kondisi di bawah permukaan. Cara-cara pengoperasian peralatan bawah permukaan perlu diperhatikan ketika melakukan pemboran pada formasi yang bermasalah.
2.3.4.      Formation Factor
Shale sangat penting dan special karena lebih dari 50% pemboran berada di lapisan shale ini. Kemungkinan persentase terbesar penyebab hole problem danfishing jobs biasanya terjadi karena formasi ini. Seperti masalah sloughing shale danswelling clay.
2.3.5.      Deviation, Dogleg dan Crooked
Masalah yang paling sulit biasanya disebabkan oleh pembelokan lubang,dogleg, dan kondisi lubang yang berbelok-belok (crooked hole) selama pemboran. Masalah yang terjadinya biasanya key seats, wall sticking, meningkatnya drag dantorqueaccidental side tracking, pembersihan lubang, stabilitas lubang, kesulitan pada saat running drill string dan cementing casing dan pengunaan casing ketika pemboran dalam.
Masalah juga bisa terjadi selama proses produksi sumur, termasuk casing,tubing dan penggunaan rod pada peralatan pengangkatan buatan (artificial lift).
Oleh: dhonysucahyo | 19 Juli 2012

ALAT PISHING

Alat pancing  secara keseluruhan dapat dikelompokkan  dalam alat pancing itu sendiri dan alat-alat pembantu untuk melaksanakan operasi pemancingan, termasuk juga alat keselamatan agar rangkaian pemancing tersebut tidak terjepit dengan sendirinya.

1.      Alat pancing pipa seperti overshoot, taper tap.
2.      Alat pancing benda-benda kecil seperti junk basket, fishing magnet.
3.      Alat pancing kabel (cable spear).
4.      Alat pemukul seperti : bumper sub, bumber jar dan rotary jar.
5.      Alat pemotong seperti : inside / internal cutter dan outside / external cutter.
6.      Alat pancing (safety joint).
3.1.            Alat pancing (fishing tools)
1.                  Alat pancing pipa, seperti : Drill pipe, casing, tubing dan Drill collar.
2.                  Alat pancing barang jatuhan (junk).
3.                  Wire rope atau kabel.
3.1.1.      Alat pancing pipa
Alat pancing pipa berdasarkan cara mengambilnya, juga terbagi atas dua cara yaitu :
1.                  Dari luar
2.                  Dari dalam
3.1.1.1.      Alat pancing pipa dari luar
1.                  Mati, seperti Die collar
2.                  Hidup, seperti Releasable overshot
3.1.1.1.1.      Die Collar
Merupakan alat pancing mati, alat pancing jenis ini apabila telah dipasang pada “ikan” (pipa yang dipancing) maka alat tersebut tidak dapat dilepas lagi. Jika memancing dengan alat jenis ini harus dilengkapi dengan alat bantu yang disebut“safety joint”.
3.1.1.1.2.      Releasable Overshot
Merupakan alat pancing luar yang hidup. Alat pancing jenis ini apabila telah dipasang pada “fish” (pipa yang dipancing) dan usaha melepaskan dari ikan yang terjepit tidak berhasil maka alat pancing dapat dilepas lagi untuk kemudian pemancingan bisa dimulai lagi.
                  Releasable Overshot mempunyai dua jenis grapple, yaitu :
1.      Spiral grapple atau single bowl
2.      Basket grapple atau double bowl
Mempunyai dua grapple dipasang susun, grapple yang dibawah untuk menangkap safety joint dan yang diatas untuk drill pipe.
3.1.1.2.            Alat pancing pipa dari dalam
1.      Mati, seperti taper tap
2.      Hidup, seperti releasable spears
3.1.1.2.1.      Taper Tap
Merupakan alat pancing dari dalam mati. Alat pancing jenis apabila telah dipasang pada “fish”, maka alat ini tidak dapat dilepas lagi. Jika memancing dengan alat pancing jenis ini harus dilengkapi dengan alat bantu yang disebut “safety joint”.
3.1.1.2.2.      Releasable Spears
Merupakan alat pancing dari dalam hidup, yang dimaksud dari dalam adalah cara menangkap ikan dari bagian dalam pipa. Dapat dilepas apabila gagal mencabut pipa yang dipancing.
3.1.2.                  Alat pancing barang jatuhan ( junk)
Alat pancing jatuhan terdiri dari :
1.            Junk basket
2.            Full circle releasing spear
3.            Junk Basket Sub
4.            Fishing Magnet
3.2.                        Alat pancing ( fishing tools) Berdasarkan Cara Kerjanya
Fishing tools berdasarkan cara kerjanya dibagi dua, yaitu :
1.            Alat untuk mengeluarkan tubing, packer dan alat-alat lain dengan tanpa rusak berantakan.
2.            Untuk mengeluarkan alat tetapi setelah dihancurkan sepotong demi sepotong.
3.3.                        Alat pancing (fishing tools) Berdasarkan Fungsinya
                  Fishing tools berdasarkan fungsinya, yaitu :
1.      Catch tool
2.            Washover tool
3.            Force multiplier tool
4.            Disengagement tool
5.            Catch dan Retrieving tool
6.            Fish destruction tool
3.4.            Jenis-Jenis Operasi Fishing
Jenis operasi fishing bermacam-macam, pada umumnya operasi fishingterbagi atas beberapa bagian.
            Open Hole Fishing
Operasi pemancingan berfungsi untuk mengembalikan atau memperbaiki kondisi  lubang ke keadaan normal sehingga operasi pemboran dapat di mulai lagi. Operasi pemancingan pada open hole umumnya terbagi dalam beberapa kelompok.
1.                  Pemancingan “ fish “ yang kecil seperti bits, cone bitstong dies dan handtools.
2.            Pemancingan rangkaian pemboran bawah permukaan dan lainnya.
3.            Pemancingan alat-alat packer dan alat-alat penyumbat (plug).
4.            Pemancingan wireline.
5.            Pemancingan tubular dengan diameter kecil.
6.            Rangkaian bengkok atau patah karena perputaran yang tinggi.
7.            Dan lain-lain.
                                          Cased Hole Fishing
Pemancingan didalam cased hole sama dengan pemancingan pada lubangopen hole, dan peralatan memancing yang digunakan juga sama dengan peralatan memancing yang dipakai untuk open hole. Tetapi biasanya masalah formasi yang dihadapi lebih sedikit dibanding open hole.
3.5.            Prosedur Fishing
3.5.1.      Memancing Junk
Junk adalah potongan-potongan atau bagian-bagian peralatan yang ukurannya kecil-kecil yang harus diambil dari dalam lubang. Junk harus diambil karena akan menggangu operasi pemboran.
Junk dapat berupa :
1.                  Cone bit yang lepas
2.                  Gigi-gigi bit yang lepas
3.                  Peralatan atau perkakas yang jatuh kedalam lubang
4.                  Bagian dari reamer
5.                  Patahan-patahan slip
6.                  Potongan-potongan hasil milling (gerinda)
3.5.1.1.            Alat Pancing Junk
Alat pancing junk adalah sebagai berikut :
1.      Finger Type Junk Basket.
2.      Boot Sub.
3.      Core Type Junk Basket.
4.      Reverse Circulation retrievers.
5.      Fishing Magnet.
6.      Jet Bottom Hole Cutter.
3.6.            Pertimbangan Keekonomisan Fishing
Bila ikan tidak dapat dipancing pada usaha-usahanya yang pertama, timbul pertanyaan sampai kapankah pemancingan akan diteruskan mengingat bahwa tidak selalu pemancingan akan berhasil.
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemancingan dan jika akan melakukanside tracking antara lain :
1.      Harga / nilai drill collar atau ikan.
2.      Biaya penyumbatan (cement plug) yang menyangkut waktu dan material.
3.      Biaya side tracking, menyangkut waktu, jasa pembelokkan dari biaya pemboran kembali.
4.      Ditambah nilai kerugian karena sumur tidak vertikal lagi.
Harga dari nilai seluruh kerugian tadi diperhitungkan sebagai nilai “ X “ hari sewa rig., bila ikan akan dipancing maka biaya pemancingan terutama akan menyangkut waktu ( sewa atau atau penyusutan harga rig ) serta sewa alatpancing. Dalam hal ini perlu dipelajari dan diperbandingkan angka keberhasilan pemancingan yang pernah ada.
Biasanya pemancingan akan dimulai dengan cara serta alat yang paling baik atau memungkinkan keberhasilan yang paling tinggi. Operasi ini bisanya akan memakan waktu paling banyak 1-2 hari yang pertama. Bila usaha ini belum berhasil kemungkinan akan berhasil pada hari-hari yang berikutnya makin mengecil berarti biaya pemancingan akan dapat lebih besar dari nilai sewa rig (“ X “ hari sewa rig) bila dilakukan side tracking.

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.